Hasto Suprayogo
thoughts, words, actsBetapa Menyedihkannya Logo Baru Telkom
Sudah lihatkah Anda dengan logo baru Telkom Indonesia?
Yup, belum lama ini Telkom meluncurkan logo baru sekaligus menandai era baru bagi mereka. Menurut Rinaldi Firmansyah, Dirut Telkom, sebagimana dikutip DetikInet, rebranding ini merupakan upaya transformasi bisnis Telkom dari perusahaan Infokom menjadi berbasis Telecommunication, Information, Media and Edutainment (TIME).
Saya tidak akan panjang lebar membahas soal kebijakan internal Telkom mengenai transformasi ini, hanya pengen sedikit bicara soal logo & corporate identity baru yang mereka akhirnya pilih.
Pertama , mari kita simak logo lama Telkom.

Logo Telkom lama
Dan sekarang, simak logo Telkom baru.

Logo Telkom Baru
Sebelum kita mulai ngobrol soal bagus tidaknya, efektif tidaknya, logo baru tersebut, sedikit informasi menarik saya dapat mengenai pembuatan logo ini. Logo Telkom baru dibuat oleh sebuah brand agency bermana The Brand Union. Perusahaan yang berpusat di New York dan mempunyai kurang lebih 20 cabang di seluruh dunia, salah satunya Jakarta, ini lah yang terpilih untuk mengerjakan project Rebranding Telkom.
Yang paling seru adalah, budget yang musti dikeluarkan Telkom untuk rebranding ini, tidak kurang dari 3,3 milyar rupiah. Lebih mahal dibandingkan pembuatan logo baru Pertamina yang menghabiskan dana 2,5 milyar rupiah.
Ok, skarang balik lagi ke masalah logo tadi.
Kembali menurut Rinaldi Firmansyah, logo tersebut diciptakan untuk menguatkan positioning baru Telkom. Yaitu Life Confident. Di mana tagline yang digunakan adalah The World in Your Hand. Atau, klo diterjemahkan ke bahasa Indonesia, “Dunia Di Tangan Anda”. Ga tau juga knapa Telkom lebih memilih tagline menggunakan bahasa Inggris dibandingkan bahasa Indonesia. Mungkin, supaya semangat globalisasi nya lebih kuat.
Nah, dengan berpijak pada positioning baru tersebut, akhirnya terpilihlah desain logo sebagaimana terlihat di atas. Teks Telkom Indonesia berwarna biru muda & tua, ditambah obyek lingkaran tebal biru yang bersinggungan dengan sebuah obyek berwarna kuning yang bentuknya “mungkin” dimaksudkan sebagai bentuk tangan (telapak tangan).
Hmmm…Saya coba membayangkan apa yang ada di benak Art Director atau agency hingga akhirnya menelurkan desain seperti itu:
- The World (dunia) = lingkaran/bola biru
- in Your Hand (Di tangan Anda/Dalam genggaman Anda) = tangan bersinggungan dengan lingkaran
- Teks Telkom Indonesia dibuat menggunakan font berjenis Sans Serif (tanpa lengkung di pojokan) yang memang relatif mampu menumbuhkan nuansa modern, simple dan menyiratkan progress dan kemudaan (youth). Mungkin, Telkom berharap dengan menggunakan tulisan jenis ini, semangat baru untuk maju, bertumbuh, muda dan tentunya fun bisa terasa.
Ok, mari kita bahas satu-satu:
- Simbolisme dunia dengan bentuk lingkaran adalah hal paling mudah dan paling cepat dan mungkin paling gampang ditangkap oleh publik. Mungkin itu pulalah dengan menjadi dasar dipilih bentuk lingkaran tebal berwarna biru dalam logo Telkom ini.
Namun jika disimak, simbolisme sederhana ini bisa bermakna 2. Pertama karena sang insan kreatif di belakang desain tersebut memang pengen menojolkan simplisitas simbol tersebut namun tetap menguatkan makna dan message yang coba disampaikan, atau memang dia tak cukup mampu berekesplorasi untuk menemukan simbolisme lain secara visual yang lebih baik.
I mean, bahkan kalau pun pengen ngomong tentang dunia, masih banyak bentuk lain selain hanya sebuah lingkaran biru.
Nah, warna biru untuk garis luar lingkaran ini juga bisa bermakna ganda. Apakah biru itu diambil karena pengen menguatkan makna dunia sebagai planet biru, atau hanya karena corporate color Telkom dari jaman bahoela adalah biru. Semisal corporate color Telkom adalah ijo, bisa jadi lingkaran ini akan berwana ijo juga.
Warna biru relatif bagus digunakan untuk sebuah institusi seperti Telkom. Karena biru cenderung mempengaruhi psikologi publik dan menumbuhkan pemahaman dan nuansa kemudaan namun tetap menyiratkan stabilitas dan maturity. Selain itu, warna biru amat jamak dipake untuk corporate identity institusi yang bergerak di bidang teknologi. Biru juga adalah warna yang paling banyak “disukai” oleh sebagian besar orang.
Biru pula adalah warna yang masuk golongan warna teduh (cool colors) yang mampu menumbuhkan nuasa tenang, oleh karenanya umum dijumpai kalau kamar tidur dicat dengan warna ini.
Namun, kembali ke soal penggunaannya di logo Telkom, saya pikir dengan positioning baru Telkom “Life Confident” dan tagline “The World in Your Hand”, penggunaan icon lingkaran dan warna biru tak memberi nilai lebih selain mempertahankan tradisi corporate color/identity yang sudah ada.
- ;
;
Tshirt SGA
PRE ORDER:
Tshirt Seno Gumira Ajidarma
Bahan: Cotton Combat 20s
Color: Black
Size : S, M, L, XL, XXL
Price: Rp 75rb/pc (tidak termasuk ongkos kirim)
MINAT?
Kirim email ke astayoga@gmail.com dengan subject: TSHIRT SGA dan cantumkan keterangan sbb:
Nama Pemesan, Alamat Pengir…iman, Jumlah Pemesanan, Ukuran.
Pemesanan ditutup 13 Oktober 2009. Pembayaran via rek akan diinformasikan via email bagi pemesan.
Salam Sukab!
Design-nya seperti ini:

TShirt Seno Gumira Ajidarma
Ayo buruan pesan. Limited edition!
Pioneers of Modern Graphic Design

Pioneers Of Modern Graphic Design
Just found a great ebook. Pioneers of Modern Graphic Design by Jeremy Aynsley.
Check it out. Worth to read.
Gempa
Barusan ada kejadian heboh. Sekitar 30 menit lalu gempa bumi terjadi. Meski hanya berlangsung sekitar 2 menitan, namun cukup membuat panik semua orang di kantor. Berbondong-bondong orang-orang menyesaki tangga darurat berusaha mencari selamat.
Gempa yang menurut berita berpusat di Tasikmalaya dengan kekuatan 7,3 skala Richter ini terasa di Jakarta, Bandung, Semarang bahkan hingga Surabaya. Fhuiih….lumayan juga ya. Kemudian ada gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil. Awalnya ada warning akan bahaya tsunami menyusul gempa tersebut. Namun, berita terakhir dari BMG mengatakan kalo warning tersebut telah dicabut.
Alhamdulillah semua selamat. Keluarga juga. Istriku dan anak-anak sempat panik saat rumah di Mampang bergetar. Sekali lagi, alhamdulillah.
Now, back to work.
Tracing Foto Dengan Adobe Illustrator

Desain Vector dan Tracing dengan Illustrator
Diambil dari buku ku berjudul Desain Vector dan Tracing Dengan Illustrator CS terbitan Elexmedia Komputindo.
Well, Anda sudah sampai ke bab 15, sebuah bab yang sangat istimewa. Karena pada bab ini penulis akan mengajak Anda untuk membuat portrait tracing.
Yeah, sesuai dengan tebakan Anda, model ini mengacu pembuatan tracing wajah (portrait) yang tentunya sangat menarik. Siapa yang tak mau membuat tracing wajah, apalagi wajah orang-orang penting dalam hidup Anda atau bahkan wajah Anda sendiri (self-portrait)
Oke…kita mulai saja yuk.
- Mulailah dengan membuat dokumen kerja baru. Pilih menu File > New, kemudian isi kotak dialog New Document seperti pada Gambar 15.1. berikut.

Gambar 15.1. Kotak dialog New Document
Klik Ok dan Anda akan mendapatkan sebuah dokumen kerja baru siap pakai seperti pada Gambar 15.2. di bawah ini.

Gambar 15.2. Dokumen kerja baru siap pakai
- Impor image yang akan ditrace. Kebetulan penulis menemukan sebuah image cewek dengen ekspresi yang bagus untuk ditrace. Penulis sarankan, jika Anda akan melakukan tracing wajah seseorang, pilihlah image yang ukuran dimensional dan resolusinya relatif besar.
Hal ini dikarenakan keindahan sebuah portrait tracing terletak pada detail yang bisa Anda tampilkan. Sementara, untuk bisa melakukan tracing secara detail, image yang digunakan musti detail pula. Dengan kata lain, semakin besar image, semakin besar kemungkinan Anda dapatkan hasil tracing yang baik.
Untuk mengimpor image, seperti biasa pilih menu File > Place, kemudian pada kotak dialog Place, navigasikan ke directory tempat penyimpanan image. Pilih image yang dimaksud, lalu klik Place dan image akan masuk ke dalam dokumen kerja Anda.
Lihat Gambar 15.3. di bawah ini.

Gambar 15.3. Impor image ke dalam dokumen
Kunci layer image sehingga untuk menghindari pengeditan tak sengaja. Caranya dengan mengklik ikon Toogles Lock yang terletak di samping kiri Layer 1 tempat image berada.
Kemudian, buat layer bar di atas Layer 1 dengan jalan klik ikon Create New Layer pada bagian bawah Palette Layers. Simak Gambar 15.4.

Gambar 15.4. Kunci layer image dan buat layer baru
- Perbesar tampilan image dengan mengklik tombol Ctrl + [+] pada keyboard untuk memudahkan Anda melakukan tracing. Aktifkan Pen tool , ubah warna stroke menjadi putih dan nonaktifkan warna fill pada Toolbox.
Penulis biasa memulai tracing wajah dari bagian mata. Seperti yang penulis jelaskan saat melakukan tracing mobil, mulai dengan membuat obyek yang posisinya paling atas. Di mata manusia, biasanya terdapat kilauan cahaya. Nah, trace bagian ini terlebih dulu.
Perhatikan Gambar 15.5. berikut ini.

Gambar 15.5. Mulai trace bagian paling atas mata
Ubah warna isinya menjadi putih, kemudian melalui Palette Transparency, ubah nilai transparansi obyek tersebut menjadi 20% atau kurang. Simak Gambar 15.6.

Gambar 15.6. Ubah warna isi dan transparansi obyek
- Setelah bagian kilauan cahaya mata, selanjutnya buat obyek bola mata. Aktifkan Pen tool , gunakan warna stroke putih dan fill nonaktif, kemudian mulai trace kontur bola mata. Jika sudah, ubah warna isinya menjadi hitam dengan mengklik area image yang ada di bawahnya dengan menggunakan Eyedropper tool.
Jangan lupa untuk memposiikan obyek bola mata di urutan paling bawah dengan memilih menu Object > Arrange > Send to Back.
Lihat Gambar 15.7

Gambar 15.7. Buat obyek bola mata
Jika Anda perhatikan, bola mata manusia tidak hanya satu warna—hitam saja misalnya—melainkan ada area berwarna lain yang biasa disebut iris. Nah, pada pada image yang penulis trace juga terdapat iris dengan warna coklat di bagian mata.
Penulis akan men-trace area iris tersebut, mengubah warna isinya menjadi coklat lalu memposisikannya di urutan paling bawah. Perhatikan Gambar 15.8. di bawah ini.

Gambar 15.8. Trace area iris dan ubah warna isinya
- Ok, setelah berhasil melakukan tracing obyek penyusun bola mata, berikutnya trace obyek bulu mata dan garis mata yang posisinya di atas bola mata.
Kembali gunakan Pen tool , ubah warna stroke menjadi putih dan nonaktifkn warna fill. Lakukan tracing, lalu ubah warna isinya menjadi hitam dengan mengklik area image di bawahnya menggunakan Eyedropper tool , sehingga didapat hasil seperti pada Gambar 15.9.

Gambar 15.9. Trace area bulu mata dan ubah warnanya
Lanjutkan dengan melakukan tracing area coklat disekitaran mata, sekaligus sebagai pembatas mata. Jangan lupa posisikan di urutan paling bawah. Perhatikan Gambar 15.10.

Gambar 15.10. Trace area pinggiran mata
Berikutnya, trace area dalam mata yang berwarna putih. Posisikan di urutan paling bawah sehingga didapat hasil seperti pada Gambar 15.11. di bawah ini.

Gambar 15.11. Trace area putih mata
Kemudian, trace area bayangan di bawah mata dan sekeliling mata, kemudian ubah warnanya menjadi coklat mudah dengan Eyedropper tool . Jangan lupa posisikan di urutan paling bawah dengan memilih menu Object > Arrange > Send to Back. Simak Gambar 15.12. berikut ini.

Gambar 15.12. Trace area bayangan di bawah mata
Selanjutnya, seleksi semua obyek penyusun mata, gabungkan menjadi satu grup dengan memilih menu Object > Group, atau cukup dengan menekan tombol Ctrl + G pada keyboard.
Untuk melihat seperti apa tampilan ilustrasi yang sudah Anda buat, nonaktifkan tampilan layer image dengan mengklik ikon visibility di samping kiri Layer 1.
Perhatikan dengan seksama tampilannya seperti pada Gambar 15.13. di bawah ini.

Gambar 15.13. Hasil ilustrasi mata
Lumayan bukan? Memang capek dan butuh waktu, tapi kalau Anda memang ingin memperoleh hasil terbaik, Anda musti sabar, Ok?
- Setelah mata pertama berhasil Anda trace, lanjutkan pada mata kedua. Ikuti langkah-langkah serupa dengan saat Anda membuat tracing mata pertama. Mulai dari obyek yang posisinya paling atas, diikuti obyek bawahnya dan begitu seterusnya.
Berikut penulis tunjukkan hasil tracing mata kedua pada Gambar 15.14. berikut supaya Anda bisa memperoleh gambaran yang lebih jelas.

Gambar 15.14. Trace obyek mata kedua
Jika sudah berhasil gabungkan masing-masing obyek mata menjadi satu grup, sehingga memudahkan Anda dalam melanjutkan proses tracing.
- Setelah mata selesai Anda tracing, lanjutkan dengan melakukan tracing pada alis. Kita mulai dengan alis sebelah kanan. Gunakan Pen tool dengan stroke warna putih dan fill nonaktif, lalu mulai trace kontur alis tersebut.
Lihat bahwa di alis sebelah kanan terdapat 2 area warna utama, yaitu coklat muda dan coklat tua. Anda bisa gunakan warna yang telah diaplikasikan pada obyek mata.
Mulai dengan tracing area yang posisi paling atas, baru area yang posisinya di bawahnya. Hasilnya terlihat seperti pada Gambar 15.15.

Gambar 15.15. hasil tracing alis mata kanan
Lanjutkan dengan tracing area alis sebelah kiri. Perhatikan bahwa alis kiri mempunyai warna lebih gelap. Gunakan Eyedropper tool untuk memilih warna yang sesuai dari image. Simak Gambar 15.16. di bawah ini.

Gambar 15.16. Trace alis sebelah kiri
Jika sudah, seleksi masing-masing obyek alis dan gabungkan menjadi satu grup.’
- Berikutnya, lanjutkan dengan men-trace area hidung, terutama bagian lubang hidung. Gunakan Pen tool , trace kontur dan gunakan Eyedropper tool untuk mengaplikasikan warna yang sesuai. Simak hasilnya pada Gambar 15.17.

Gambar 15.17. Trace area hidung
Seleksi semua obyek penyusun hidung dan gabungkan menjadi satu grup dengan memilih menu Object > Group, atau tekan tombol Ctrl + G pada keyboard.
- Lanjutkan dengan mentrace area bibir dan mulut. Hati-hati saat melakukan tracing daerah ini, karena bibir dan mulut sangat jelas terlihat saat sebuah image jadi.
Perhatikan hasil tracing yang penulis lakukan terhadap area bibir dan mulut image, sebagaimana terlihat pada Gambar 15.18. di bawah ini.

Gambar 15.18. Hasil tracing obyek bibir dan mulut
Jika sekarang Anda perhatikan, obyek-obyek tracing yang dihasilkan sudah mulai membentuk sesosok wajah, seperti terlihat pada Gambar 15.19. di bawah ini.

Gambar 15.19. Ilustrasi sementara hasil tracing
- Kembali lanjutkan tracing area telinga. Gunakan Pen tool dan ikuti kontur area dalam telinga untuk menampilkan bentuknya. Lalu, manfaatkan Eyedropper tool untuk mengaplikasikan warna yang sesuai berdasarkan area image yang ada di bawahnya.
Karena obyek yang ditrace adalah image seorang perempuan, penulis tak lupa pula melakukan tracing pada anting-anting yang dipakainya.
Simak Gambar 15.20. untuk melihat hasilnya.

Gambar15.20. Hasil tracing telinga
Jangan lupa jika sudah berhasil men-trace area telinga, seleksi semua obyek penyusunnya, lalu gabungkan menjadi satu grup dengan memilih menu Object > Group, atau cukup tekan tombol Ctrl + G pada keyboard.
- Nah, sekarang kita sampai pada bagian yang sangat kritis dan membutuhkan perhatian seksama, yaitu bagian rambut. Perhatikan bahwa seperti juga area mata, rambut manusia terdiri dari beberapa bagian yang musti Anda trace dengan jeli, dimulai dari bagian kilaua rambut, bagian hitam rambut dan helai-helai luar.
Awali dengan melakukan trace pada area kulaian rambut. Ingat Anda musti ekstra hati-hati. Gunakan Pen tool dengan warna stroke putih dan fill nonaktif, dan lakukan untuk setiap area kilauan rambut. Jika kilauan rambut jumlahnya banyak, ya Anda musti melakukannya terus dan terus hingga semuanya berhasil di-trace.
Jika sudah, ubah warna isinya menjadi putih dan atur transparansinya menjadi 20% atau kurang.
Penulis tunjukkan bagaimana hasil dari tracing obyek kilauan rambut seperti pada Gambar 15.21. di bawah ini.

Gambar 15.21. Hasil tracing area kilauan rambu
Jangan lupa untuk menggabungkan semua obyek kilauan rambut menjadi satu grup dengan memilih menu Object > Group atau tekan tombol Ctrl + G pada keyboard.
- Berikutnya, lakukan tracing untuk area hitam rambut. Nah, untuk bagian ini, Anda juga musti ekstra hati-hati, karena selain rambut itu mempunyai karakteristik unik, yaitu detail helaiannya yang fleksibel, juga jumlah helai yang musti Anda trace relatif banyak.
Jangan lupa untuk memposisikan hasil tracing area hitam rambut di bawah tracing kilauan rambut. Lihat hasil tracing penulis pada Gambar 15.22. di bawah ini.

Gambar 15.22. Trace area rambut
Sekarang coba nonaktifkan tampilan layer image sehingga kita bisa melihat sejauh apa perkembangan tracing yang sudah dilakukan. Simak Gambar 15.23.

Gambar 15.23. Hasil sementara tracing image
Lumayan ok juga, sejauh ini sudah lebih nampak karakteristik orang yang kita trace dari image. Lanjutkan terus yuk.
- Berikutnya, kita akan melakukan tracing area bayangan yang membentuk kerutan pada wajah dan area lain, sebelum kita nantinya mengaplikasikan tracing pada bagian kulit.
Perhatikan Gambar 15.24. berikut ini.

Gambar 15.24. hasil tracing bayangan kerut wajah
Setelah itu, trace area baju sehingga memudahkan Anda nantinya dalam membuat obyek kulit. Ikuti kontur baju yang ada, ubah warna isinya menjadi hitam dan posisikan pada urutan paling bawah.
Perhatikan Gambar 15.25. di bawah ini untuk lebh jelasnya.

Gambar 15.25. Buat tracing obyek baju
- Sekarang, buat obyek kulit yang warnanya lebih gelap. Ikuti kontur kulit tersebut, seperti nampak pada Gambar 15.26.

Gambar 15.26. Trace area gelap kulit
Lanjutkan dengan trace area kulit sisanya. Sebenarnya, Anda bebas untuk membuat berapa lapis kulit, semakin banyak berarti semakin smooth (halus) jadinya tekstur kulit yang didapatkan. Jika Anda lihat, pada contoh ini penulis menggunakan 2 lapis kulit plus 3 lapis bayangan di atasnya.
Perhatikan hasilnya pada Gambar 15.27. berikut ini.

Gambar 15.27. Trace area kulit
Jika sudah, Anda akan mendapatkan hasil akhir tracing seperti pada Gambar 15.28. di bawah ini.

Gambar 15.28. Hasil akhir portrait tracing
Bagiamana hasil tracing tadi? Ok bukan? Anda bisa mengaplikasikan teknik ini untuk membuat karya seni dari image orang-orang yang berarti dalam hidup Anda.
Untuk melihat lebih banyak lagi contoh tracing vector yang sudah saya buat, silahkan cek di Astayoga.DeviantArt.com
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat.
Vector Art Resources
Bagi yang suka ngedesain, ada situs menarik untuk download stock vector art gratis. DeviantArt menyediakan satu section khusus bagi para member-nya untuk mengupload dan mendownload artworks yang mereka miliki. Semangat yang coba diusung adalah berbagi. Di mana, sebagai sesama pekerja kreatif, adalah baik jika mau membagi ilmu sekaligus hasil karyanya kepada publik. Tentunya dengan itikad baik bahwa mereka yang mendownload akan menggunakannya secara bijak, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, sehingga tidak berujung pada pembajakan atau penggunakan secara komersil tanpa ijin.
Beberapa artworks yang aku share di sana antara lain:
Godfather The Artwork
Ryoko Hirosue Artworks
Ke depan, aku berencana untuk meng-upload lebih banyak lagi stock artworks di sana.
Elements of Design
Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.
The Elements of Design
Elemen desain adalah hal pertama yang akan Anda temui saat melakukan suatu pekerjaan kreatif. Elemen desain bisa dipahami sebagai semua elemen/hal yang menyusun sebuah desain. Tak peduli apakah desain tersebut bagus atau jelek, Anda akan menemukan elemen-elemen yang serupa di dalamnya.
Elemen-elemen desain tidak hanya Anda temukan dalam desain grafis, namun hampir di sebuah bidang yang terkait dengan visualisasi, seperti seni lukis, desain artistektur dan sebagainya.
Berikut adalah elemen-elemen desain yang paling umum Anda gunakan dalam pembuatan sebuah desain:
- Garis (Line)
Garis adalah elemen desain yang berupa obyek yang tersusun dari persambungan 2 (dua) titik. Garis hanya mempunyai 1 (satu) dimensi saja, karena garis mempunyai dimensi panjang namun tidak mempunyai dimensi lebar.
Simak Gambar 1.1. berikut ini.
garis (line)
- Bentuk (Shape)
Bentuk adalah elemen desain yang berupa obyek yang mempunyai area tertentu. Bentuk bisa berupa obyek geometris—kotak, lingkaran, poligon—atau obyek organik—berbentuk bebas.
Perhatikan Gambar 1.2.
basic shapes
Bentuk suatu obyek dibuat bukan tanpa tujuan, karena di balik suatu bentuk tersimpan makna. Dalam bentuk-bentuk geometris dasar pun terdapat makna universal, yang sekiranya bisa Anda adopsi atau gunakan sesuai kebutuhan Anda. Kita ambil contoh 3 (tiga) obyek geometris paling dasar, yaitu lingkaran, kotak dan segitiga.
- Lingkaran, umum dimaknai sebagai representasi keabadian, keamanan, jaminan, keberlangsungan, siklus dan sebagainya. Sehingga jelas bagi Anda, kalau ingin mengungkapkan makna-makna demikian, Anda bisa mendayagunakan obyek dasar lingkaran.
- Kotak, dalam variannya seperti bujur sangkar, persegi panjang ataupun limas, merepresentasikan makna stabilitas, kesetaraan, serta terkadang kejujuran. Kotak juga bisa dimaknai sebagai simbol ketegasan, kepastian, keseriusan dan hal-hal yang bisa diprediksikan. Oleh sebabnya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang-bidang seperti perbankang, jasa asuransi, penyedian layanan jasa dan sebagainya menggunakan obyek dasar kotak dalam desain-desainnya.
- Segitiga, banyak dimaknai sebagai simbol semangat, kerja keras, keberanian untuk mencoba, berekplorasi, kreatif dan maju. Bahkan sejak jaman purba, segitiga digunakan untuk merepresentasikan api, suatu kekuatan alam yang membara, yang darinya manusia mendapatkan cahaya, kehangatan dan perlindungan dari kegelapan di sekitarnya. Karenanya, jika Anda ingin menonjolkan nilai-nilai seperti di atas, maka tak perlu ragu-ragu memanfaatkan obyek dasar segitiga.
- Arah (Direction)
Arah adalah elemen desain yang berupa orientasi obyek garis pada suatu bidang desain. Terdapat 3 (tiga) tipe arah obyek garis, yaitu arah horisontal (mendatar), arah vertikal (tegak) dan arah oblique (berdasarkan sudut/kemiringan tertentu).
Lihat pada Gambar 1.3. berikut ini.
arah (direction)
- Ukuran (Size)
Ukuran adalah elemen desain yang mengacu pada area yang digunakan untuk membentuk suatu obyek. Ukuran juga mengacu pada perbandingan antara satu obyek dengan obyek lain. Ukuran juga mengarah pada penggunaan ruang (space), di mana pembuatan suatu obyek akan menciptakan ruang positif (positive space), dimana pada saat bersamaan tercipta pula ruang negatif (negative space), yaitu area di luar area obyek.
Lihat pada Gambar 1.4.
ukuran (size)
- Tekstur (Texture)
Tekstur adalah elemen desain yang mengacu pada kualitas permukaan suatu obyek. Kualitas permukaan yang dimaksud baik secara fisik maupun nonfisik. Seperti halus, kasar, lembut dan sebagainya.
Simak Gambar 1.5.
tekstur
- Warna (Color)
Warna, umum juga disebut dengan istilah Hue, adalah elemen desain yang menunjuk pada bagaimana suatu cahaya dipantulkan pada permukaan obyek dan diterima oleh mata manusia. Warna memainkan peranan sangat penting dalam desain, bahkan jika warna yang digunakan hanyalah warna hitam dan putih.
Lihatlah pada Gambar 1.6.
warna (colors)
- Nilai (Value)
Nilai, yang juga disebut Tone, adalah kualitas keterangan (brightness) atau kegelapan (darkness) suatu warna. Elemen nilai ini memungkinkan Anda untuk menciptakan kekontrasan hanya dengan membedakan 2 (dua) obyek yang memiliki warna sama namun dengan tone yang berbeda.
Perhatikan Gambar 1.7. di bawah ini.
nilai (value)
Mungkin, Anda tidak menggunakan semua elemen desain di atas dalam pekerjaan kreatif yang Anda lakukan. Namun, dengan memahami akan keberadaan elemen-elemen tersebut, Anda bisa memilih dengan bijak elemen-elemen mana yang sebaiknya digunakan dan amna yang tidak.
Semua elemen desain di sisi tidak bersifat kaku, sehingga ada kemungkinkan Anda menemukan elemen-elemen lain yang sekiranya esensial untuk dianggap sebagai elemen desain. Karenanya, pertimbangkan elemen-elemen yang dibahas di sini sebagai pengetahuan semata, sedangkan pemanfaatan dan pengembangannya terserah Anda.
To be continued
Design What?
Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.
Design What?
Pada bab pertama ini, kita akan berbincang terlebih dulu mengenai hal-hal yang melatarbelakangi arti penting desain grafis bagi sebuah perusahaan (kantor). Sebagai pendahuluan, bab ini mempunyai arti penting untuk mengantarkan Anda dalam membangun sebuah kerangka pikir (framework) yang pada gilirannya akan menentukan seberapa optimal Anda mampu mendayagunakan potensi yang terkandung di dalam desain grafis sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.
Ok, mari kita mulai.
The Grand Idea
Desain grafis, yang merupakan ekstensi seni rupa—desain visual—tak lain adalah anak kandung perkembangan teknologi modern, terutama komputer dan IT (information technology). Tak bisa dinafikkan betapa besar peranan komputer dalam merevolusi aplikasi desain dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menunjang kampanye penjualan perusahaan.
Jika beberapa dekade yang lalu masih teramat mudah kita temukan desainer yang menggunakan kertas, pensil, pulpen, rugos, penggaris, dan berbagai peralatan tulis lainnya dalam membuat sebuah desain, maka sekarang semua fungsi alat-alat tersebut telah disubsitusikan oleh sebuah peralatan bernama komputer.
Jika dengan cara manual, sebuah desain bisa membutuhkan berjam-jam waktu kerja untuk menyelesaikannya, sekarang dibutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dengan komputer. Presisi bentuk, warna, dimensi dan layout juga menjadi keunggulan komputer dalam pekerjaan desain kreatif dibandingkan metode manual. Selain itu, kemampuan simpan desain sebagai data dalam komputer menjadikannya pilihan terbaik untuk reproduksi dan storage. Benar-benar sebuah paket komplit yang tak mungkin dilewatkan oleh mereka yang bergerak di bidang desain.
Ergonomis, itulah kata kunci untuk menjelaskan esensi komputer dalam perkembangan desain grafis di dunia. Maka, jika Anda masih menemukan ada orang yang mendesain secara manual, ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu orang tersebut belum paham tentang potensi yang dimiliki komputer grafis, atau orang tersebut terlalu keras kepala untuk beralih ke teknologi baru yang lebih menguntungkan.
Tentunya Anda bukan termasuk orang seperti itu kan?
Yup, maka di sinilah Anda sekarang berada, di salah satu titik dunia desain grafis yang mahaluas, berupaya mengembangkan diri untuk meraih pencapaian kreatif paling optimal.
The Basic of Design
Ok…pertama-tama untuk bisa melakukan pekerjaan kreatif, Anda setidaknya harus memahami dulu dasar-dasar desain grafis itu sendiri. Konsep dasar yang bisa dijadikan pegangan sekaligus panduan, dalam pengerjaan sekaligus penilaian sebuah desain.
Anda tidak bisa hanya mengandalkan kreatifitas dan imajinasi semata dan berharap menghasilkan sebuah desain yang baik. Anda juga tak bisa hanya mengandalkan kemampuan teknis mengoperasikan suatu program desain dan berharap tercipta suatu desain yang menarik.
Dibutuhkan kombinasi antara pengetahuan desain, daya kreatifitas/imajinasi dan kemampuan teknis untuk bisa menghasilkan desain yang benar-benar sesuai tujuan yang diinginkan.
Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal kosep/pengetahuan desain sekaligus menjajal kemampuan teknis program desain guna menyelesaikan beberapa proyek desain yang umum digunakan untuk kepentingan perkantoran.
Dengan mengikuti tahap demi tahap proyek desain yang ada, diharapkan Anda mampu menumbuhkan sebuah pemahaman akan arti penting desain sekaligus mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan program desain guna menangani berbagai persoalan terkait desain grafis dalam lingkup kerja sehari-hari.
Sedangkan mengenai kratifitas, well penulis senantiasa percaya kalau setiap dari kita terlahir dengan kemampuan kreatif. Ada yang kemampuannya menonjol, namun ada pula yang kurang menonjol. Namun, potensi untuk kreatif senantiasa ada di setiap manusia.
Jika Anda merasa kurang mempuanyai daya kreatif, percayalah, yang Anda perlu lakukan hanya mengasahnya. Caranya dengan banyak-banyak mencermati dunia sekitar Anda, memahaminya, mengendapkannya dalam relung terdalam diri, dan tanpa Anda sadari potensi kreatifitas Anda akan tumbuh bermekaran dengan sendirinya.
Hmmm….sekarang kita mulai bicara serius. Berikut penulis akan coba menjelaskan sekilas mengenai pengetahuan dasar yang musti Anda pahami untuk bisa menciptakan desain yang baik. Kita akan bicara mengenai Elemen Desain dan Prinsip-Prinsip Desain.
To be continued…
Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis
Kutipan dari Kata Pengantar buku CorelDraw Untuk Bisnis.
Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis?
Inilah ide dasar yang terbersit di benak penulis ketika merancang buku yang sekarang ada di tangan Anda ini. Bagaimana desain grafis bisa mendukung kepentingan bisnis? Bagaimana aplikasinya secara riil? Bagaimana mendayagunakannya secara optimal untuk menunjang kampanye pemasaran suatu produk atau perusahaan?
Dengan berdasarkan pada pengalaman pribadi sebagai desainer grafis, hasil riset dan juga hasil diskusi dengan beberapa rekan, baik dari kalangan bisnis maupun sesama desainer, penulis temukan bahwa memang desain grafis mempunyai peran yang signifikan dalam kesuksesan suatu bisnis.
Desain grafis, bermain dalam pencitraan, suatu bagian dari ranah komunikalsi massa yang dijalankan oleh hampir semua bisnis. Karenanya, tak dapat dinafikkan betapa desain/visualisasi suatu pesan bisnis sangat menentukan apakah bisnis tersebut bisa berhasil atau tidak.
Untuk menjual produk atau jasa, sebuah perusahaan tak bisa hanya mengandalkan kualitas produk atau jasa itu sendiri. Namun, musti dudukung oleh komunikasi ide yang intens, dimana salah satunya melalui tampilan visual yang menarik dan representatif dengan nilai-nilai tersebut.
Nah, disinilah tantangan bagi seorang desain grafis untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Bahkan, seringkali hal ini tak cuman menjadi tanggungan seorang desainer grafis, melainakn pihak marketing suatu perusahaan, atau kalau kita bicara dalam konteks usaha kecil dan menengan (SOHO), ini menjadi tanggungjawab pebisnis itu sendiri.
Jika memang demikian, tak ada salahnya jika Anda, baik itu seorang desainer, pebisnis, pegawai kantoran, marketing atau apapun untuk mencoba menengok apa yang coba dibahas dalam buku ini.
Di sini, penulis menguak berbagai sisi pembuatan desain-desain yang paling umum dilakukan untuk kepentingan bisnis, mulai dari usaha paling kecil (usaha rumahan) hingga perusahaan multinasional.
Logo, letterhead, business card adalah beberap contoh aplikasi riil desain grafis dalam menunjang suatu bisnis. Dan itu pula proyek-proyek yang akan dicontohkan proses pembuatannya dalam buku ini.
Anda bisa mengikutinya step-by-step melalui penjelasan yang singkat, padat dan jelas, sehingga Anda pun bisa mempraktekkannya secara langsung untuk kepentingan bisnis Anda sendiri.
Selain itu, penulis sengaja memilihkan program desain CorelDRAW 12 yang terbukti tak hanya mudah digunakan (user-friendly), bahkan bagi para pemula di dunia desain, namun juga relatif ampuh untuk menangani berbagai proyek desain yang Anda butuhkan.
Jadi tunggu apa lagi. Mulailah membuka, mempelajari dan praktekkan langsung semua yang dijelaskan di buku ini. Penulis jamin Anda akan temukan banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung dalam menunjang bisnis yang Anda jalani. Ok?
Bagi pembaca yang mempunyai kritik, saran, masukan atau sekedar ingin bertukar ide mengenai desain grafis, silahkan hubungi penulis via e-mail atau YM di alamat astayoga@yahoo.com atau log in di http://astayoga.wordpress.com.


























