Hasto Suprayogo

thoughts, words, acts

Archive for corel

Graphic Computer (Komputer Grafis)

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, dalam buku ini Anda diajak untuk mencoba memahami dan menggunakan potensi komputer dalam melakukan pekerjaan kreatif, yaitu desain grafis. Setelah Anda membekali diri dengan konsep dasar desain grafis, saatnya Anda mempelajari dasar-dasar penggunaan komputer dalam pembuatan desain. Umum disebut sebagai Komputer Grafis (graphic computer).

Komputer grafis mencakup semua hal yang terkait dengan penggunaan komputer untuk menunjang pekerjaan desain grafis. Mulai dari pembagian komputer grafis menjadi 2 (dua) kelompok besar, yaitu grafis berbasis vector dan berbasis bitmap. Program-program yang umum digunakan untuk membuat dan melakukan pengeditan desain. Berbagai format penyimpanan file desain, dan sebagainya.

Pengetahuan semacam ini akan membantu Anda untuk bisa bekerja dengan tepat dan efektif. Sehingga, Anda tidak akan mengalami saat di mana pekerjaan desain yang sudah Anda kerjakan dengan susah payah ternyata tak bisa digunakan karena hal-hal teknis. Dan Anda tak akan menerima komentar orang seperti, “Wah…mestinya Anda menggunakan program ini dan bukan itu,” atau “Harusnya Anda menggunakan format ini, resolusi segini,” serta masih banyak blablabla lainnya yang hanya akan memusingkan dan membuat Anda frustasi.

Lebih baik kenali semua hal-hal itu sekarang, and seterusnya Anda tinggal memfokuskan diri pada penyampaian pesan yang coba Anda lakukan lewat desain.

Vector vs Bitmap

Secara garis besar, komputer grafis bisa dibagi ke dalam 2 (dua) kelompok besar. Yaitu, grafis berbasis vector dan grafis berbasis bitmap. Kapan Anda musti memilih vector dan kapan Anda musti memilih bitmap musti menjadi pertimbangan pertama sebelum Anda bekerja. Bagaimana sifat-sifat keduanya, dan bagaimana mencocokannya dengan kebutuhan Anda harus ditentukan dengan bijak. Karena itu semua mempengaruhi cara kerja dan hasil yang akan Anda raih.

Vector (Vektor)

Grafis berbasis bitmap adalah macam grafis yang menggunakan obyek geometris dan perhitungan matematis dalam pembuatannya. Semua obyek pembentuk suatu desain diciptakan oleh komputer dengan mengkalkulasikan faktor-faktor matematisnya, seperti koordinat letak, ukuran dimensional, ukuran outline, dan sebagainya.

Untuk membuat grafis berbasis vector, Anda harus mendefinisikan titik awal dilanjutkan dengan titik-titik berikutnya, di mana komputer akan secara otomatis menyambungkan titik-titik tersebut dalam membentuk suatu obyek.
Karena obyek-obyek dibentuk berdasarkan posisi titik-titik penyusunnya, maka untuk mengedit suatu obyek, yang perlu Anda lakukan adalah mengedit titik-titik tersebut. Simple bukan?

Tapi tunggu dulu, meskipun kedengarannya simple, sebuah grafis berbasis vecktor bisa terdiri dari banyak obyek yang masing-masingnya terbentuk dari banyak titik pula. Namun, secara umum bisa dikatakan grafis vector adalah tipe grafis yang paling mudah digunakan dan diedit.

Perhatikan Gambar  berikut ini.

Yang istimewa dari grafis vector adalah sifatnya yang fleksibel, dalam artian Anda bisa mengubah ukuran dimensionalnya tanpa mengubah kualitas tampilan maupun hasil cetaknya. Sebuah grafis vector bisa Anda perbesar ukurannya hingga berapa meter atau Anda perkecil hingga berapa milimeter tanpa kehilangan ketajamannya. Sifat grafis vector semacam ini disebut resolusi bebas (resolution independent).

Simak Gambar berikut ini.

Karena sifatnya yang fleksibel, grafis vector umum dipakai untuk membuat desain-desain yang membutuhkan fleksibilitas juga, dalam artian desain yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, dalam berbagai ukuran, dan dalam berbagai media reproduksi.

Dalam konteks suatu perusahaan, grafis vector misalnya digunakan dalam pembuatan logo, di mana logo tersebut umumnya digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari kop surat (letterhead), kartu nama, brosur, booklet hingga kemasan produk dan masih banyak lagi.

Untuk masing-masing penggunaan, logo berupa grafis vector akan sangat memudahkan Anda untuk memodifikasi ukuran, tata letak, dan berbagai atribut lainnya, sementara pada saat bersamaan tetap mempertahankan kualitas hasil akhirnya.

Jadi tak peduli dicetak di kartu nama berukuran 9 cm x 5 cm, spanduk 3 m x 1 m atau di brosur berukuran folio, logo perusahaan Anda akan senantiasa terlihat solid, sesolid perusahaan Anda.

Perhatikan Gambar di bawah ini.

Grafis vector juga banyak digunakan dalam pembuatan desain-desain yang membutuhkan presisi, seperti desain produk (product design), terutama untuk kemasan. Di mana ukuran dan ketepatan peletakan elemen-elemen desain sangat berpengaruh terhadap persepsi calon konsumen, yang pada akhirnya mempengaruhi keinginan untuk membeli.

Lagipula, siapa juga yang mau membeli suatu produk yang kemasannya jelek kan? Simak Gambar berikut.

Dalam perkembangannya, grafis vector juga berhasil memikat hati pada pembuatan kartun dan animasi, sehingga jika Anda perhatikan, begitu banyak situs di internet yang menggunakan animasi flash yang dibuat menggunakan grafis vector.

Perhatikan Gambar berikut ini.

Keunggulan bekerja dengan grafis vector lainnya adalah, ukuran file desain yang dihasilkannya relatif lebih kecil dibandingkan dengan desain yang sama yang dibuat dengan grafis bitmap.
Sebagai perbandingan, desain kartu nama pada Gambar 1.21. di atas saat dibuat sebagai grafis vector dalam format CDR (CorelDRAW) menghasilkan file berukuran 56 kB, sedangkan saat dibuat sebagai grafis bitmap dalam format JPEG (Joint Photographic Experts Group) dengan ukuran dimensional sama dan resolusi 300 dpi menghasilkan file berukuran 95 kB.
Untuk satu dua desain mungkin hal ini tidak terasa banyak bedanya, namun sekiranya Anda bekerja dengan lebih banyak desain, dan atau dengan desain berukuran dimensional lebih besar, niscaya ukuran file penyimpanan akan benar-benar Anda pertimbangkan.
Tapi, apakah grafis vector tidak ada kelemahannya? Mungkin begitu yang terbersit dalam benak Anda saat ini.

Yeah, namanya juga suatu program, tidak akan ada yang bisa sempurna memenuhi segala kebutuhan dan harapan penggunanya. Grafis vector karena terbentuk dari obyek-obyek yang dibuat dengan perhitungan matematis, kurang mampu menangani obyek-obyek yang teramat kompleks, seperti ragam warna, gradasi, perubahan kontur dan sebagainya. Sehingga, adalah hampir mustahil membuat ilustrasi wajah manusia sebagaimana yang Anda lihat di foto dengan menggunakan grafis vector. Untuk menangani gambar -gambar foto kompleks semacam ini digunakan grafis bitmap.

Ok, jadi Anda paham kan?

Anda menggunakan grafis vector untuk membuat desain yang berupa obyek-obyek geometris, dengan warna solid, yang seperlunya digunakan dalam berbagai ukuran dan media reproduksi, seperti logo, teks, kartun, animasi dan sebagainya.

Lalu, program apa yang sebaiknya Anda gunakan untuk membuat desain berbasis grafis vector? Begitu banyak program di pasaran, mungkin Anda akan dibuat bingung saat memilih di antaranya. Hampir semuanya sama, lalu apa keunggulan dan kekurangannya? Mana yang harus digunakan?
Well, program pengolah grafis vector yang paling baik digunakan sangat beragam untuk masing-masing negara. Di Amerika Serikat, program yang paling banyak digunakan adalah Adobe Illustrator.

Di negara-negara Eropa, terjadi pertarungan sengit antara Adobe Illustrator dan Macromedia Freehand. Sedangkan khusus untuk Indonesia, dan beberapa negara Asia, CorelDRAW masih merajai pasaran. Meskipun, untuk kalangan profesional, pilihan tetap jatuh pada Adobe Illustrator dan Macromedia Freehand.

Mengapa bisa demikian?

Adobe Illustrator, dengan rilis terbarunya berbandrol Illustrator CS—singkatan dari Creative Suite—adalah program yang menawarkan fasilitas, fitur, dan kemampuan paling lengkap dan paling menunjang untuk berbagai pekerjaan kreatif. Kompabilitasnya untuk menghasilkan desain yang solid, presisi bentuk dan warna, serta dukungan yang luas dari hampir semua mesin cetak menjadikannya kawan karib para desainer profesional.

Lihat Gambar berikut.

Jika Anda datang ke percetakan, pilihan utama mereka untuk mencetak desain Anda adalah dengan format AI—yaitu format file Adobe Illustrator.
Namun, program Adobe Illustrator kurang bisa merajai di Indonesia karena kurang tampilan antamuka (interface) nya kompleks dan juga membutuhkan komputer dengan kapasitas relatif besar untuk bisa menginstallnya.

Program grafis vector yang menjadi pilihan kedua para desainer profesional di Indonesia adalah Macromedia Freehand, dengan rilis terbarunya berbandrol Freehand MX. Freehand digunakan karena program ini paling ringan kebutuhan sistem komputer untuk menginstallnya, presisi warna serta dukungan yang baik dari percetakan.

Lihat Gambar di bawah ini.

Freehand kurang juga bisa memasyarakat di Indonesia karena tampilannya yang kurang menarik. Terlalu sederhana dan kurang memudahkan bagi para pengguna pemula. Namun, meski demikian, proses cetak suatu desain akan sangat terbantu jika Anda membuat desain dengan program ini, di mana file hasil jadinya disimpan dalam format FH (Freehand).

Sampai sejauh ini, program grafis vector yang paling luas digunakan di Indonesia adalah CorelDraw, dengan rilis terbarunya berbandrol CorelDRAW 12. Meski kurang didukung oleh banyak percetakan, serta mempunyai kelemahan dalam presisi warna dan efek bayangan, namun interface CorelDRAW yang ergonomis serta penggunaanya yang mudah menjadikannya jawara.

Lihat  pada Gambar berikut.

Dari waktu ke waktu peminat program CorelDRAW semakin meningkat, baik karena dorongan hobi semata, maupun mereka yang berminat serius untuk berkarir di dunia desain grafis.

Bagi perusahaan, penggunaan CorelDRAW sangat membantu dalam menunjang pembuatan berbagai desain penunjang keseharian kerja. Juga untuk membuat desain penunjang promosi pemasaran produk atau jasa perusahaan bersangkutan.

Kemudahannya menjadikan Anda yang bahkan tak punya background pendidikan desain pun bisa memanfaatkannya sesuai kebutuhan Anda. Intinya, tak ada yang tak bisa mendapatkan manfaat dari CorelDRAW.
Karena pertimbangan semacam itu pula, pada buku ini, penulis memilih menggunakan program CorelDRAW 12 sebagai program utama dalam berbagai proyek desain yang dibuat di sini.

bersambung…

The Principles of Design

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

The Principles of Design

Jika sebelumnya kita bicara tentang elemen-elemen desain yang menjadi dasar pembuatan sebuah desain, maka sekarang kita akan bicara tentang bagaimana atau hal-hal apa saja yang harus dipahami untuk bisa mendayagunakan elemen-elemen tersebut secara efektif. Bagaimana hubungan antara satu elemen dengan elemen-elemen yang lain itulah yang kita sebuh dengan prinsip-prinsip desain.

Prinsip desain sebenarnya juga berlaku pada banyak bidang kehidupan lainnya, namun khusus untuk desain grafis kita bisa membaginya menjadi 9 (sembilan) prinsip utama.

Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah prinsip desain yang pertama. Keseimbangan bisa didefinisikan sebagai distribusi visual  elemen-elemen desain—obyek, warna, tektur, dan ruang—antara satu dengan yang lain, sehingga terbentuk suatu desain yang stabil.

Keseimbangan dalam desain serupa dengan keseimbangan dalam dunia fisik. Sebuah obyek bisa seimbang jika ada obyek lain yang menjadi penyeimbangnya. Dalam desain, terdapat 3 (tiga) tipe keseimbangan, yaitu:

Keseimbangan Simetris (Symmetrical Balance)

Keseimbangan Simetris dicapai ketika obyek-obyek yang mempunyai properti yang sama saling berhubungan. Semisal, dua obyek yang mempunyai ukuran sama ditempatkan saling bersebelahan maka akan dicapai sebuah keseimbangan yang simetris.

Perhatikan Gambar berikut.

Keseimbangan Asimetris (Asymmetrical Balance)

Keseimbangan asimetris terjadi ketika obyek-obyek dengan properti yang berbeda diletakkan hingga tercipta suatu keseimbangan. Semisal, sebuah obyek besar diletakkan di dekat titik pusat diseimbangkan dengan obyek yang lebih kecil diletakkan lebih jauh dari titi pusat.

Lihat pada Gambar di bawah ini.

Keseimbangan Radial (Radial Balance)

Keseimbangan radial dicapai ketika obyek-obyek ditempatkan secara menyebar dari suatu titik pusat keseimbangan. Obyek-obyek yang Anda gunakan bisa berupa obyek-obyek serupa maupun berbeda propertinya.

Simak Gambar berikut ini.

Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah area desain yang menarik perhatian audiens yang melihatnya. Dalam desain, penekanan memainkan peranan yang esensial, karena dengan adanya penekanan, audiens diajak untuk memfokuskan perhatian pada desain tersebut.

Penekanan biasa dilakukan dengan mengkontraskan suatu area dengan area lainnya dalam desain, baik dengan ukuran, warna, bentuk dan sebagainya.

Simak berikut ini.

Pergerakan (Movement)

Pergerakan adalah bagaimana tata letak obyek-obyek desain mengarahkan pandangan mata audiens. Sebuah desain yang baik harus mampu membawa orang yang menyimaknya untuk menuju suatu bagian yang menjadi fokus penekanan (focal area). Pergerakan bisa diciptakan dengan menggunakan garis, bentuk ataupun warna.

Lihatlah Gambar berikut ini.

Pola (Pattern)

Pola adalah penempatan obyek yang sama di seluruh area desain. Pola semacam ini memberikan nuansa kestabilan.

Lihat pada Gambar di bawah ini.

Pengulangan (Repetition)

Pengulangan adalah penggunaan elemen-elemen desain yang serupa guna menumbuhkan suasana aktif dalam desain. Umumnya penerapan prinsip pengulangan berkorespondesi dengan pola.

Perhatikan Gambar  berikut.

Proporsi (Proportion)

Proporsi adalah prinsip desain dimana perbandingan dan penempatan obyek-obyek penyusunnya menciptakan suatu keseimbangan dan kesatuan. Dalam desain, segala bagian desain haruslah proporsional, karena pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima jika segalanya berada di tempat yang sesuai.

Serupa saat Anda menggambar figur wajah manusia, maka elemen-elemen penyusunnya, seperti mata, alis, hidung, bibir, rambut, dan sebagainya haruslah proporsional, sehingga memudahkan orang yang melihatnya untuk mengasosiasikan keseluruhan elemen tersebut sebagai sebuah bentuk wajah, sebagaimana yang ingin disampaikan pembuatnya.

Simak Gambar di bawah ini.

Ritme (Rhythm)

Ritme tercipta saat satu atau beberapa obyek digunakan secara berulang dalam desain untuk menciptakan nuansa keteraturan. Sangat penting untuk senantiasa menjaga ritme desain Anda senantiasa aktif saat audiens menyimak desain tersebut.

Perhatikan Gambar berikut ini.

Variasi (Variety)

Variasi tercitpa ketika Anda mampu memanfaatkan obyek-obyek yang berbeda propertinya namun tetap dalam suatu kesatuan. Variasi diperlukan terutama untuk menarik perhatiakn audiens, sekaligus menghindarkan tumbuhnya rasa bosan karena terlalu banyak perulangan obyek-obyek yang sama dalam desain.

Variasi memungkinkan Anda berkreasi, mengeksplorasi bentuk, ukuran, tata letak dan berbagai elemen desain lainnya. Selama masih dalam kerangka pesan yang ingin disampaikan, Anda bebas untuk bervariasi.

Lihatlah pada Gambar 1.17. di bawah ini.

Kesatuan (Unity)

Kesatuan adalah nuansa harmoni yang tercipta karena elemen-elemen desain yang digunakan berada pada tempat yang tepat dengan cara yang tepat sehingga antara satu dengan yang lain saling melengkapi dan menguatkan pesan yang akan disampaikan.

Lihat Gambar di bawah ini.

Ok, sekarang Anda mempunyai gambaran mengenai apa-apa saja yang menjadi elemen dan prinsip-prinsir untuk bisa mencipta desain yang baik.

Berikutnya, penulis akan mengajak sedikit menelusuri aspek-aspek desain yang lebih bersifat teknis yang tentunya Anda butuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan kreatif.

Design What?

image source: http://www.manystuff.org

image source: http://www.manystuff.org

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

Design What?

Pada bab pertama ini, kita akan berbincang terlebih dulu mengenai hal-hal yang melatarbelakangi arti penting desain grafis bagi sebuah perusahaan (kantor). Sebagai pendahuluan, bab ini mempunyai arti penting untuk mengantarkan Anda dalam membangun sebuah kerangka  pikir (framework) yang pada gilirannya akan menentukan seberapa optimal Anda mampu mendayagunakan potensi yang terkandung di dalam desain grafis sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Ok, mari kita mulai.

The Grand Idea

Desain grafis, yang merupakan ekstensi seni rupa—desain visual—tak lain adalah anak kandung perkembangan teknologi modern, terutama komputer dan IT (information technology). Tak bisa dinafikkan betapa besar peranan komputer dalam merevolusi aplikasi desain dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menunjang kampanye penjualan perusahaan.

Jika beberapa dekade yang lalu masih teramat mudah kita temukan desainer yang menggunakan kertas, pensil, pulpen, rugos, penggaris, dan berbagai peralatan tulis lainnya dalam membuat sebuah desain, maka sekarang semua fungsi alat-alat tersebut telah disubsitusikan oleh sebuah peralatan bernama komputer.

Jika dengan cara manual, sebuah desain bisa membutuhkan berjam-jam waktu kerja untuk menyelesaikannya, sekarang dibutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dengan komputer. Presisi bentuk, warna, dimensi dan layout juga menjadi keunggulan komputer dalam pekerjaan desain kreatif dibandingkan metode manual. Selain itu, kemampuan simpan desain sebagai data dalam komputer menjadikannya pilihan terbaik untuk reproduksi dan storage. Benar-benar sebuah paket komplit yang tak mungkin dilewatkan oleh mereka yang bergerak di bidang desain.

Ergonomis, itulah kata kunci untuk menjelaskan esensi komputer dalam perkembangan desain grafis di dunia. Maka, jika Anda masih menemukan ada orang yang mendesain secara manual, ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu orang tersebut belum paham tentang potensi yang dimiliki komputer grafis, atau orang tersebut terlalu keras kepala untuk beralih ke teknologi baru yang lebih menguntungkan.

Tentunya Anda bukan termasuk orang seperti itu kan?

Yup, maka di sinilah Anda sekarang berada, di salah satu titik dunia desain grafis yang mahaluas, berupaya mengembangkan diri untuk meraih pencapaian kreatif paling optimal.

The Basic of Design

Ok…pertama-tama untuk bisa melakukan pekerjaan kreatif, Anda setidaknya harus memahami dulu dasar-dasar desain grafis itu sendiri. Konsep dasar yang bisa dijadikan pegangan sekaligus panduan, dalam pengerjaan sekaligus penilaian sebuah desain.

Anda tidak bisa hanya mengandalkan kreatifitas dan imajinasi semata dan berharap menghasilkan sebuah desain yang baik. Anda juga tak bisa hanya mengandalkan kemampuan teknis mengoperasikan suatu program desain dan berharap tercipta suatu desain yang menarik.

Dibutuhkan kombinasi antara pengetahuan desain, daya kreatifitas/imajinasi dan kemampuan teknis untuk bisa menghasilkan desain yang benar-benar sesuai tujuan yang diinginkan.

Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal kosep/pengetahuan desain sekaligus menjajal kemampuan teknis program desain guna menyelesaikan beberapa proyek desain yang umum digunakan untuk kepentingan perkantoran.

Dengan mengikuti tahap demi tahap proyek desain yang ada, diharapkan Anda mampu menumbuhkan sebuah pemahaman akan arti penting desain sekaligus mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan program desain guna menangani berbagai persoalan terkait desain grafis dalam lingkup kerja sehari-hari.

Sedangkan mengenai kratifitas, well penulis senantiasa percaya kalau setiap dari kita terlahir dengan kemampuan kreatif. Ada yang kemampuannya menonjol, namun ada pula yang kurang menonjol. Namun, potensi untuk kreatif senantiasa ada di setiap manusia.

Jika Anda merasa kurang mempuanyai daya kreatif, percayalah, yang Anda perlu lakukan hanya mengasahnya. Caranya dengan banyak-banyak mencermati dunia sekitar Anda, memahaminya, mengendapkannya dalam relung terdalam diri, dan tanpa Anda sadari potensi kreatifitas Anda akan tumbuh bermekaran dengan sendirinya.

Hmmm….sekarang kita mulai bicara serius. Berikut penulis akan coba menjelaskan sekilas mengenai pengetahuan dasar yang musti Anda pahami untuk bisa menciptakan desain yang baik. Kita akan bicara mengenai Elemen Desain dan Prinsip-Prinsip Desain.

To be continued…

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Kutipan dari Kata Pengantar buku CorelDraw Untuk Bisnis.

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis?

Inilah ide dasar yang terbersit di benak penulis ketika merancang buku yang sekarang ada di tangan Anda ini. Bagaimana desain grafis bisa mendukung kepentingan bisnis? Bagaimana aplikasinya secara riil? Bagaimana mendayagunakannya secara optimal untuk menunjang kampanye pemasaran suatu produk atau perusahaan?

Dengan berdasarkan pada pengalaman pribadi sebagai desainer grafis, hasil riset dan juga hasil diskusi dengan beberapa rekan, baik dari kalangan bisnis maupun sesama desainer, penulis temukan bahwa memang desain grafis mempunyai peran yang signifikan dalam kesuksesan suatu bisnis.

Desain grafis, bermain dalam pencitraan, suatu bagian dari ranah komunikalsi massa yang dijalankan oleh hampir semua bisnis. Karenanya, tak dapat dinafikkan betapa desain/visualisasi suatu pesan bisnis sangat menentukan apakah bisnis tersebut bisa berhasil atau tidak.

Untuk menjual produk atau jasa, sebuah perusahaan tak bisa hanya mengandalkan kualitas produk atau jasa itu sendiri. Namun, musti dudukung oleh komunikasi ide yang intens, dimana salah satunya melalui tampilan visual yang menarik dan representatif dengan nilai-nilai tersebut.

Nah, disinilah tantangan bagi seorang desain grafis untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Bahkan, seringkali hal ini tak cuman menjadi tanggungan seorang desainer grafis, melainakn pihak marketing suatu perusahaan, atau kalau kita bicara dalam konteks usaha kecil dan menengan (SOHO), ini menjadi tanggungjawab pebisnis itu sendiri.

Jika memang demikian, tak ada salahnya jika Anda, baik itu seorang desainer, pebisnis, pegawai kantoran, marketing atau apapun untuk mencoba menengok apa yang coba dibahas dalam buku ini.

Di sini, penulis menguak berbagai sisi pembuatan desain-desain yang paling umum dilakukan untuk kepentingan bisnis, mulai dari usaha paling kecil (usaha rumahan) hingga perusahaan multinasional.

Logo, letterhead, business card adalah beberap contoh aplikasi riil desain grafis dalam menunjang suatu bisnis. Dan itu pula proyek-proyek yang akan dicontohkan proses pembuatannya dalam buku ini.

Anda bisa mengikutinya step-by-step melalui penjelasan yang singkat, padat dan jelas, sehingga Anda pun bisa mempraktekkannya secara langsung untuk kepentingan bisnis Anda sendiri.

Selain itu, penulis sengaja memilihkan program desain CorelDRAW 12 yang terbukti tak hanya mudah digunakan (user-friendly), bahkan bagi para pemula di dunia desain, namun juga relatif ampuh untuk menangani berbagai proyek desain yang Anda butuhkan.

Jadi tunggu apa lagi. Mulailah membuka, mempelajari dan praktekkan langsung semua yang dijelaskan di buku ini. Penulis jamin Anda akan temukan banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung dalam menunjang bisnis yang Anda jalani.  Ok?

Bagi pembaca yang mempunyai kritik, saran, masukan atau sekedar ingin bertukar ide mengenai desain grafis, silahkan hubungi penulis via e-mail atau YM di alamat astayoga@yahoo.com atau log in di http://astayoga.wordpress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.