Hasto Suprayogo

thoughts, words, acts

Archive for graphic

Freelance Atau InHouse Designer?

Bagi mereka yang berkecimpung di dunia kreatif, khususnya yang berprofesi sebagai graphic designer, pasti familiar dengan pertanyaan ini. Pilih mana, jadi Freelance Designer atau InHouse Designer?

Yeah, dilema profesi yang satu ini, antara menjadi freelance designer yang berbasis project, atau menjadi inhouse designer yang bekerja full time di suatu perusahaan. Masing-masing punya kelebihan dan juga kelemahan. Sisi positif yang menyenangkan, pun sisi negatif yang menyebalkan.

Bagi mereka yang baru lulus kuliah DKV, atau yang sedang mengawali karir di dunia kreatif sebagai designer, berikut beberapa point yang bisa jadi pertimbangan sebaiknya memilih yang mana, antara Freelance & InHouse Designer.

Freelance Designer

Freelance Designer memilih untuk bekerja secara lepas, bisa sendiri atau dalam team bebas, berdasarkan project yang diperoleh dari klien. Umumnya, pekerjaan kreatif freelance dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu, deadline, di mana designer bersangkutan musti mensubmit pekerjaannya kepada klien atau PIC (person in charge) project bersangkutan.

Apa untung ruginya menjadi Freelance Designer?

Pros

  • Fleksibilitas pekerjaan, terkait dengan jenis, waktu, dan banyaknya pekerjaan yang ingin digarap.
  • Kebebasan mengatur charge (tarif) pekerjaan yang dilakukan. Semakin tinggi kemampuan seorang freelance designer, semakin mahal charge yang diberlakukannya kepada klien.
  • Relatifitas kebebasan bereksplorasi terkait dengan kreatifitas dalam mendesain, selama klien menyetuji.

Cons

  • Ketidakpastiaan pendapatan, karena berbasis project, berbeda dengan mereka yang bekerja full time di perusahaan yang berbasis gaji bulanan.
  • Tuntutan profesionalitas lebih tinggi, karena nilai pekerjaan seorang Freelance Designer tergantung dengan kepuasan klien, dan satu-satunya cara untuk menjamin kepuasan klien adalah dengan bersikap seprofesional mungkin.
  • Tuntutan untuk menguasai tidak hanya kemampuan design, namun juga kemamuan marketing, public relations, administrasi dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan, seorang Freelance Designer tak hanya bertindak sebagai seorang tenaga kreatif, namun juga menjadi pemasar produk/jasanya, pengelola proyek serta keuangannya sendiri.

InHouse Designer

InHouse Designer memilih untuk bekerja sebagai designer tetap di suatu perusahaan, dengan konsekuensi rutinitas pekerjaan laiknya pekerja kantoran lainnya. Meski terdengar sedikit “depressing” bagi mereka yang membayangkan pekerjaan kreatif yang bebas merdeka, ada banyak hal yang menguntungkan dari pilihan yang satu ini.

Pros

  • Adanya kepastian pendapatan, sebagaimana pekerja kantoran lainnya, menjadi inhouse designer berarti mengambil tanggung jawab pekerjaan tetap dan mendapatkan kompensasi gaji yang rutin. Sangat cocok bagi mereka yang mencari stabilitas, sebagai contoh yang sudah menikah.
  • Selain pendapatan, adanya berbagai fasilitas lain dari pekerjaan tetap menjadi faktor positif lain. Tunjangan kesehatan, transportasi, makan adalah beberapa diantaranya. Selain itu, kemungkinan peningkatan karir juga bisa jadi bahan pertimbangan.
  • Relatifitas simple-nya tanggung jawab pekerjaan, di mana umumnya seorang InHouse Designer hanya mengurusi pekerjaan terkait bidang kreatifnya saja, sementara pekerjaan-pekerjaan penunjang lainnya, seperti marketing, administrasi, keuangan dan sebagainya ditangani bagian lain di perusahaan bersangkutan.

Cons

  • Kebebasan berkreasi dalam mendesain relatif kurang, di mana umum ditemui para InHouse Designer diposisikan tak lebih dari sekedar tenaga teknis desain atau operator aplikasi desain grafis.
  • Sistem kerja yang rutin, 9-5, menjadikan aktifitas mendesain menjadi rutin dan cenderung membosankan. Efeknya tentunya pada output desain yang dihasilkan relatif kurang kreatif dibanding mereka yang bekerja lepas sebagai Freelance Designer.
  • Struktur kerja yang bertingkat, dimana seorang InHouse Designer menjadi bagian susatu sistem hierarki, menjadi kendala tersendiri dalam ekplorasi kreatifitas pekerjaan. Terlebih lagi, seringkali mereka yang berada di posisi atas designer adalah orang-orang yang tak mempunyai kapabilitas dan atau background kreatif. Hal semacam ini menumbuhkan berbagai hambatan teknis dan non teknis yang jika tak dicari solusinya akan mereduksi kinerja designer bersangkutan.

Masih banyak lagi sisi positif dan negatif dari masing-masing pilihan di atas. Tentunya, harus dipahami bagi mereka yang mau terjun ke dunia kreatif, ketaika suatu hal yang dianggap menyenangkan pada awalnya sudah masuk ke industri dan berkaitan dengan klien & konsumen, tak jarang hal tersebut berubah menjadi tak lagi menyenangkan.

Tuntutan profesionalitas, kebutuhan bisnis, kepuasan klien dan atasan, adalah beberapa hal yang tak akan bisa dinafikkan dalam profesi ini. Kesadaran akan hal tersebut menjadikan insan kreatif lebih bisa mereduksi ekspektasinya dan menjalani keseharian profesinya secara lebih nyaman.

Masalah pilihan menjadi Freelance Designer atau InHouse Designer, semua dikembalikan ke masing-masing kita. Mana sekiranya yang paling sesuai dengan kondisi kita. Dan ingat satu hal, tak ada pilihan yang sempurna. Selalu ada plus minusnya.

Belajar untuk menerima setiap sisi dan terus memacu diri menuju yang lebih baik adalah semangat yang musti kita tanamkan, pupuk dan terus kembangkan.

Selamat mengarungi dunia kreatif.

Desain Merchandise (Unpublished Book)

Tulisan ini adalah bagian dari naskah buku Desain Merchandise yang sampai sekarang belum selesai aku tulis. Naskah sudah ada di komputerku dari 3 tahun lalu. Dariapada ngganggur, aku coba share di sini, siapa tau ada manfaatnya.

Dalam kampanye brand identity suatu perusahaan atau produk, merchandise acap kali jadi metode efektif untuk dilakukan. Merchandise, termasuk dalam tipe Below The Line (BTL) advertising, yaitu upaya periklanan tanpa menggunakan media-media iklan konvesional, seperti media massa (e.g. televisi, radio, surat kabar, majalah dsb).

Pilihan Merchandise

Jika umumnya iklan dilakukan dengan memanfaatkan media massa, seperti iklan cetak di koran, iklan audio di radio, atau audio visual di televisi, maka merchandise ini memanfaatkan item-item produk yang banyak dipakai dalam kehidupan keseharian sebagai media beriklan.

Sebut saja, semisal Anda belanja ke suatu toko dan barang yang dibeli dibungkus dalam sebuah kantong plastik atau kertas dengan logo dan nama toko bersangkutan. Itu merupakan bentuk merchandise untuk promosi.
Atau mungkin Anda pernah mendapatkan kenang-kenangan pulpen, atau notes dengan nama perusahaan tertentu di atasnya, itu juga contoh merchandise promosi.

Mengapa promosi menggunakan merchandise banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan diri atau produknya?

Ada beberapa faktor yang sekiranya menyebabkan hal ini.

Personal touch (sentuhan personal)

Personal touch, atau sentuhan personal nampaknya menjadi alasan kuat mengapa merchandise dipilih sebagai salah satu media promosi. Adanya kedekatan antara perusahaan dengan audiens-nya melalui suatu barang bisa lebih terjalin karena adanya intensitas kontak antara audiens tersebut dengan merchandise sebagai reprsentasi perusahaan.

Apalagi jika barang yang dipilih sebagai merchandise digunakan secara kontinu oleh audiens bersangkutan, maka lambat laun akan tumbuh pula keterkaitan antara keduanya dan pada akhirnya menumbuhkan kedekatan emosial pula dengan perusahaan yang direpresentasikannya.

Diferensiasi

Diferensiasi, aau pembedaan diri dengan pihak lain juga bisa ditampilkan lewat penggunaan dan pemilihan barang sebagai merchandise untuk promosi.

Alih-alih sebuah perusahaan hanya menggunakan media promosi konvesional, seperti iklan cetak di koran, perusahaan itu bisa memilih barang-barang keseharian yang unik, yang secara sadar atau tidak dipakai terus oleh konsumen dan calon konsumennya.

Perusahaan yang jeli akan memaksimalkan potensi tersembunyi dari suatu barang guna memasukkan pesan-pesan promosinya ke benak konsumen. Di sinilah diferensiasi dengan merchandise dibanding dengan pomosi menggunakan media konvesional.

Unconsciousness brand development

Penting juga diingat bahwa ada kecenderungan saat ini bahwa sudah terlalu banyak iklan-iklan bertebaran di mana-mana dan semuanya menyampaikan pesannya kepada konsumen. Iklan di media konvensional secara jelas menunjukkan penawaran dan janji-janji akan suatu brand, di mana lama kelamaan konsumen akan jenuh dengan bombardir pesan tiada hentinya.

Dengan memanfaatkan merchandise sebagai sarana promosi, kita bisa membangun kesadaran akan suatu brand tanpa memaksa konsumen untuk menelan pesan-pesan yang kita sampaikan.

Kita menggunakan alam bawah sadar konsumen yang sering melakukan kontak dengan merchandise tersebut guna membangun kesadaran akan keberadaan dan positioning brand kita.

Long lasting

Ketahanan dan jangka waktu juga bisa dijadikan pertimbangan mengapa perlu dipertimbangkan penggunaan merchandise sebagai sarana promosi. Jika kita beriklan di media konvesional, jangka waktu penayangan sangat jelas, di mana ada patokan-patokan waktu iklan kita bisa tampil. Semisal di koran penayangan iklan adalah harian, sementara di televisi atau radio berdasarkan kontrak—biasanya dengan hitungan berapa kali dalam waktu tertentu.

Nah, dengan menggunakan merchandise, Anda bisa mengharapkan jangka waktu yang lebih lama, sesuai dengan penggunaan barang merchandise itu sendiri. Selama barangnya masih digunakan oleh konsumen, Anda akan terus beriklan kepadanya dan juga ke khlayak ramai di sekitarnya.

Easy to use

Penggunaan merchandise juga mudah untuk dilakukan. Barang seperti pulpen, notes, mousepad adalah beberapa item yang bisa digunakan sebagai sarana promosi dan juga barang kebutuhan sehari-hari.

Kemudahan pakai semacam ini juga musti Anda jadikan bahan pertimbangan saat memilih item barang apa sebagai media promosi.

Biaya ekonomis

Secara ekonomis, biaya pembuatan merchandise untuk promosi terhitung relatif murah, dan sangat terjangkau untuk berbagai tipe perusahaan, bahkan untuk usaha kecil dan menengah.

Kategorisasi Merchandise

Untuk memudahkan Anda dalam memilih dan merancang desain merchandise, penulis telah mengelompokkan beragam item barang yang umum digunakan sebagai sarana promosi ke dalam kategori-kategori berikut, berdasarkan kemiripan fungsinya.

Awards & Trophies

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise yang diberikan sebagai bukti penghargaan seseorang atas prestasi atau partisipasinya dalam suatu even yang diadakan oleh perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah tropi dan piagam penghargaan.  Lihat contohnya pada Gambar berikut ini.

Clothing (Apparel)

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise yang berupa barang sandang/pakaian, dan aksesoris penunjangnya. Umumnya, merchandise kategori clothing ini selain untuk promosi juga digunakan untuk corporate identity, sebagai corporate uniform. Termasuk dalam kategori ini adalah baju, celana, kaos, topi, jaket dan sebagainya.

Simak Gambar berikut untuk melihat contoh-contohnya.

Confectionery

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise yang berupa makanan atau minuman dengan label identitas perusahaan pada kemasannya. Pernahkah saat Anda berkunjung ke suatu hotel, Anda temukan bungkus gula pasir yang disajikan bersama teh atau kopi saat sarapan berlabel hotel tersebut?

Atau saat Anda berkunjung ke suatu kantor, Anda disuguhi coklat atau permen dengan logo perusahaan tersebut pada bungkusnya? Nah, dua contoh tersebut adalah aplikasi promosi merchandise kategori Confectionery.

Simak Gambar di bawah ini

Conference & Exhibition

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise yang banyak dipakai saat diadakan konferensi atau even-even tertentu oleh perusahaan. Item-item yang masuk kategori ini contohnya badge peserta, nama pembicara (desk name), gantungan kartu dan sebagainya.

Pentingnya item-item ini saat konferensi atau even yang diadakan perusahaan selain sebagai hadiah (gift) atas partisipasi peserta, juga sebagai sarana promosi perusahaan bersangkutan.

Perhatikan Gambar berikut ini.

Computer

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise untuk kepentingan penunjang penggunaan komputer, seperti mousepad, wadah CD, juga note holder, penghapus, kalkulator, kalender dan sebagainya.

Lihat pada Gambar berikut ini untuk jelasnya

Drink & Accessories

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise wadah minuman dan aksesoris pendukungnya. Masuk dalam kategori ini adalah gelas, cangkir, mug, botol minuman dan sebagainya. Simak Gambar di bawah ini.

Leisure

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise untuk berbagai kepentingan keseharian. Termasuk dalam kategori ini adalah payung, aksesoris olahraga (bola), tas, perlengkapan merokok (pamantik api) dan sebagainya. Perhatikan berikut.

Stationery

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise untuk berbagai kepentingan pekerjaan kantor. Termasuk dalam kategori ini adalah notepad, penggaris, kalender  dan sebagainya. Simak Gambar berikut.

Timepieces

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise untuk penghitungan waktu, seperti jam dinding, jam meja atau jam tangan. Lihat pada Gambar di bawah ini.

Writing Instruments

Kategori ini terdiri dari item-item merchandise untuk keperluan tulis menulis. Masuk dalam kategori ini antara lain pensil, pulpen, spidol, highlighter dan sebagainya Lihat pada Gambar di bawah ini.

Setelah Anda mengetahui kategorisasi merchandise yang bisa digunakan sebagai sarana promosi, selanjutnya tergantung Anda sendiri untuk menentukan merchandise tipe mana yang akan dipilih.

Font Astayoga Curve

Mencoba membuat sebuah font/typeface sendiri.

I name it Astayoga Curve. Feel free to download & let me know what you think guys.

Pioneers of Modern Graphic Design

Pioneers Of Modern Graphic Design

Pioneers Of Modern Graphic Design

Just found a great ebook. Pioneers of Modern Graphic Design by Jeremy Aynsley.

Check it out. Worth to read.

Elements of Design

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

The Elements of Design

Elemen desain adalah hal pertama yang akan Anda temui saat melakukan suatu pekerjaan kreatif. Elemen desain bisa dipahami sebagai semua elemen/hal yang menyusun sebuah desain. Tak peduli apakah desain tersebut bagus atau jelek, Anda akan menemukan elemen-elemen yang serupa di dalamnya.

Elemen-elemen desain tidak hanya Anda temukan dalam desain grafis, namun hampir di sebuah bidang yang terkait dengan visualisasi, seperti seni lukis, desain artistektur dan sebagainya.

Berikut adalah elemen-elemen desain yang paling umum Anda gunakan dalam pembuatan sebuah desain:

  • Garis (Line)

Garis adalah elemen desain yang berupa obyek yang tersusun dari persambungan 2 (dua) titik. Garis hanya mempunyai 1 (satu) dimensi saja, karena garis mempunyai dimensi panjang namun tidak mempunyai dimensi lebar.

Simak Gambar 1.1. berikut ini.

garis (line)

garis (line)

  • Bentuk (Shape)

Bentuk adalah elemen desain yang berupa obyek yang mempunyai area tertentu. Bentuk bisa berupa obyek geometris—kotak, lingkaran, poligon—atau obyek organik—berbentuk bebas.

Perhatikan Gambar 1.2.

basic shapes

basic shapes

Bentuk suatu obyek dibuat bukan tanpa tujuan, karena di balik suatu bentuk tersimpan makna. Dalam bentuk-bentuk geometris dasar pun terdapat makna universal, yang sekiranya bisa Anda adopsi atau gunakan sesuai kebutuhan Anda. Kita ambil contoh 3 (tiga) obyek geometris paling dasar, yaitu lingkaran, kotak dan segitiga.

-        Lingkaran, umum dimaknai sebagai representasi keabadian, keamanan, jaminan, keberlangsungan, siklus dan sebagainya. Sehingga jelas bagi Anda, kalau ingin mengungkapkan makna-makna demikian, Anda bisa mendayagunakan obyek dasar lingkaran.

-        Kotak, dalam variannya seperti bujur sangkar, persegi panjang ataupun limas, merepresentasikan makna stabilitas, kesetaraan, serta terkadang kejujuran. Kotak juga bisa dimaknai sebagai simbol ketegasan, kepastian, keseriusan dan hal-hal yang bisa diprediksikan. Oleh sebabnya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang-bidang seperti perbankang, jasa asuransi, penyedian layanan jasa dan sebagainya menggunakan obyek dasar kotak dalam desain-desainnya.

-        Segitiga, banyak dimaknai sebagai simbol semangat, kerja keras, keberanian untuk mencoba, berekplorasi, kreatif dan maju. Bahkan sejak jaman purba, segitiga digunakan untuk merepresentasikan api, suatu kekuatan alam yang membara, yang darinya manusia mendapatkan cahaya, kehangatan dan perlindungan dari kegelapan di sekitarnya. Karenanya, jika Anda ingin menonjolkan nilai-nilai seperti di atas, maka tak perlu ragu-ragu memanfaatkan obyek dasar segitiga.

  • Arah (Direction)

Arah adalah elemen desain yang berupa orientasi obyek garis pada suatu bidang desain. Terdapat 3 (tiga) tipe arah obyek garis, yaitu arah horisontal (mendatar), arah vertikal (tegak) dan arah oblique (berdasarkan sudut/kemiringan tertentu).

Lihat pada Gambar 1.3. berikut ini.

arah (direction)

arah (direction)

  • Ukuran (Size)

Ukuran adalah elemen desain yang mengacu pada area yang digunakan untuk membentuk suatu obyek. Ukuran juga mengacu pada perbandingan antara satu obyek dengan obyek lain. Ukuran juga mengarah pada penggunaan ruang (space), di mana pembuatan suatu obyek akan menciptakan ruang positif (positive space), dimana pada saat bersamaan tercipta pula ruang negatif (negative space), yaitu area di luar area obyek.

Lihat pada Gambar 1.4.

arah (direction)

ukuran (size)

  • Tekstur (Texture)

Tekstur adalah elemen desain yang mengacu pada kualitas permukaan suatu obyek. Kualitas permukaan yang dimaksud baik secara fisik maupun nonfisik. Seperti halus, kasar, lembut dan sebagainya.

Simak Gambar 1.5.

tekstur

tekstur

  • Warna (Color)

Warna, umum juga disebut dengan istilah Hue, adalah elemen desain yang menunjuk pada bagaimana suatu cahaya dipantulkan pada permukaan obyek dan diterima oleh mata manusia. Warna memainkan peranan sangat penting dalam desain, bahkan jika warna yang digunakan hanyalah warna hitam dan putih.

Lihatlah pada Gambar 1.6.

warna (colors)

warna (colors)

  • Nilai (Value)

Nilai, yang juga disebut Tone, adalah kualitas keterangan (brightness) atau kegelapan (darkness) suatu warna. Elemen nilai ini memungkinkan Anda untuk menciptakan kekontrasan hanya dengan membedakan 2 (dua) obyek yang memiliki warna sama namun dengan tone yang berbeda.

Perhatikan Gambar 1.7. di bawah ini.

nilai (value)

nilai (value)

Mungkin, Anda tidak menggunakan semua elemen desain di atas dalam pekerjaan kreatif yang Anda lakukan. Namun, dengan memahami akan keberadaan elemen-elemen tersebut, Anda bisa memilih dengan bijak elemen-elemen mana yang sebaiknya digunakan dan amna yang tidak.

Semua elemen desain di sisi tidak bersifat kaku, sehingga ada kemungkinkan Anda menemukan elemen-elemen lain yang sekiranya esensial untuk dianggap sebagai elemen desain. Karenanya, pertimbangkan elemen-elemen yang dibahas di sini sebagai pengetahuan semata, sedangkan pemanfaatan dan pengembangannya terserah Anda.

To be continued

Design What?

image source: http://www.manystuff.org

image source: http://www.manystuff.org

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

Design What?

Pada bab pertama ini, kita akan berbincang terlebih dulu mengenai hal-hal yang melatarbelakangi arti penting desain grafis bagi sebuah perusahaan (kantor). Sebagai pendahuluan, bab ini mempunyai arti penting untuk mengantarkan Anda dalam membangun sebuah kerangka  pikir (framework) yang pada gilirannya akan menentukan seberapa optimal Anda mampu mendayagunakan potensi yang terkandung di dalam desain grafis sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Ok, mari kita mulai.

The Grand Idea

Desain grafis, yang merupakan ekstensi seni rupa—desain visual—tak lain adalah anak kandung perkembangan teknologi modern, terutama komputer dan IT (information technology). Tak bisa dinafikkan betapa besar peranan komputer dalam merevolusi aplikasi desain dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menunjang kampanye penjualan perusahaan.

Jika beberapa dekade yang lalu masih teramat mudah kita temukan desainer yang menggunakan kertas, pensil, pulpen, rugos, penggaris, dan berbagai peralatan tulis lainnya dalam membuat sebuah desain, maka sekarang semua fungsi alat-alat tersebut telah disubsitusikan oleh sebuah peralatan bernama komputer.

Jika dengan cara manual, sebuah desain bisa membutuhkan berjam-jam waktu kerja untuk menyelesaikannya, sekarang dibutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dengan komputer. Presisi bentuk, warna, dimensi dan layout juga menjadi keunggulan komputer dalam pekerjaan desain kreatif dibandingkan metode manual. Selain itu, kemampuan simpan desain sebagai data dalam komputer menjadikannya pilihan terbaik untuk reproduksi dan storage. Benar-benar sebuah paket komplit yang tak mungkin dilewatkan oleh mereka yang bergerak di bidang desain.

Ergonomis, itulah kata kunci untuk menjelaskan esensi komputer dalam perkembangan desain grafis di dunia. Maka, jika Anda masih menemukan ada orang yang mendesain secara manual, ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu orang tersebut belum paham tentang potensi yang dimiliki komputer grafis, atau orang tersebut terlalu keras kepala untuk beralih ke teknologi baru yang lebih menguntungkan.

Tentunya Anda bukan termasuk orang seperti itu kan?

Yup, maka di sinilah Anda sekarang berada, di salah satu titik dunia desain grafis yang mahaluas, berupaya mengembangkan diri untuk meraih pencapaian kreatif paling optimal.

The Basic of Design

Ok…pertama-tama untuk bisa melakukan pekerjaan kreatif, Anda setidaknya harus memahami dulu dasar-dasar desain grafis itu sendiri. Konsep dasar yang bisa dijadikan pegangan sekaligus panduan, dalam pengerjaan sekaligus penilaian sebuah desain.

Anda tidak bisa hanya mengandalkan kreatifitas dan imajinasi semata dan berharap menghasilkan sebuah desain yang baik. Anda juga tak bisa hanya mengandalkan kemampuan teknis mengoperasikan suatu program desain dan berharap tercipta suatu desain yang menarik.

Dibutuhkan kombinasi antara pengetahuan desain, daya kreatifitas/imajinasi dan kemampuan teknis untuk bisa menghasilkan desain yang benar-benar sesuai tujuan yang diinginkan.

Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal kosep/pengetahuan desain sekaligus menjajal kemampuan teknis program desain guna menyelesaikan beberapa proyek desain yang umum digunakan untuk kepentingan perkantoran.

Dengan mengikuti tahap demi tahap proyek desain yang ada, diharapkan Anda mampu menumbuhkan sebuah pemahaman akan arti penting desain sekaligus mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan program desain guna menangani berbagai persoalan terkait desain grafis dalam lingkup kerja sehari-hari.

Sedangkan mengenai kratifitas, well penulis senantiasa percaya kalau setiap dari kita terlahir dengan kemampuan kreatif. Ada yang kemampuannya menonjol, namun ada pula yang kurang menonjol. Namun, potensi untuk kreatif senantiasa ada di setiap manusia.

Jika Anda merasa kurang mempuanyai daya kreatif, percayalah, yang Anda perlu lakukan hanya mengasahnya. Caranya dengan banyak-banyak mencermati dunia sekitar Anda, memahaminya, mengendapkannya dalam relung terdalam diri, dan tanpa Anda sadari potensi kreatifitas Anda akan tumbuh bermekaran dengan sendirinya.

Hmmm….sekarang kita mulai bicara serius. Berikut penulis akan coba menjelaskan sekilas mengenai pengetahuan dasar yang musti Anda pahami untuk bisa menciptakan desain yang baik. Kita akan bicara mengenai Elemen Desain dan Prinsip-Prinsip Desain.

To be continued…

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Kutipan dari Kata Pengantar buku CorelDraw Untuk Bisnis.

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis?

Inilah ide dasar yang terbersit di benak penulis ketika merancang buku yang sekarang ada di tangan Anda ini. Bagaimana desain grafis bisa mendukung kepentingan bisnis? Bagaimana aplikasinya secara riil? Bagaimana mendayagunakannya secara optimal untuk menunjang kampanye pemasaran suatu produk atau perusahaan?

Dengan berdasarkan pada pengalaman pribadi sebagai desainer grafis, hasil riset dan juga hasil diskusi dengan beberapa rekan, baik dari kalangan bisnis maupun sesama desainer, penulis temukan bahwa memang desain grafis mempunyai peran yang signifikan dalam kesuksesan suatu bisnis.

Desain grafis, bermain dalam pencitraan, suatu bagian dari ranah komunikalsi massa yang dijalankan oleh hampir semua bisnis. Karenanya, tak dapat dinafikkan betapa desain/visualisasi suatu pesan bisnis sangat menentukan apakah bisnis tersebut bisa berhasil atau tidak.

Untuk menjual produk atau jasa, sebuah perusahaan tak bisa hanya mengandalkan kualitas produk atau jasa itu sendiri. Namun, musti dudukung oleh komunikasi ide yang intens, dimana salah satunya melalui tampilan visual yang menarik dan representatif dengan nilai-nilai tersebut.

Nah, disinilah tantangan bagi seorang desain grafis untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Bahkan, seringkali hal ini tak cuman menjadi tanggungan seorang desainer grafis, melainakn pihak marketing suatu perusahaan, atau kalau kita bicara dalam konteks usaha kecil dan menengan (SOHO), ini menjadi tanggungjawab pebisnis itu sendiri.

Jika memang demikian, tak ada salahnya jika Anda, baik itu seorang desainer, pebisnis, pegawai kantoran, marketing atau apapun untuk mencoba menengok apa yang coba dibahas dalam buku ini.

Di sini, penulis menguak berbagai sisi pembuatan desain-desain yang paling umum dilakukan untuk kepentingan bisnis, mulai dari usaha paling kecil (usaha rumahan) hingga perusahaan multinasional.

Logo, letterhead, business card adalah beberap contoh aplikasi riil desain grafis dalam menunjang suatu bisnis. Dan itu pula proyek-proyek yang akan dicontohkan proses pembuatannya dalam buku ini.

Anda bisa mengikutinya step-by-step melalui penjelasan yang singkat, padat dan jelas, sehingga Anda pun bisa mempraktekkannya secara langsung untuk kepentingan bisnis Anda sendiri.

Selain itu, penulis sengaja memilihkan program desain CorelDRAW 12 yang terbukti tak hanya mudah digunakan (user-friendly), bahkan bagi para pemula di dunia desain, namun juga relatif ampuh untuk menangani berbagai proyek desain yang Anda butuhkan.

Jadi tunggu apa lagi. Mulailah membuka, mempelajari dan praktekkan langsung semua yang dijelaskan di buku ini. Penulis jamin Anda akan temukan banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung dalam menunjang bisnis yang Anda jalani.  Ok?

Bagi pembaca yang mempunyai kritik, saran, masukan atau sekedar ingin bertukar ide mengenai desain grafis, silahkan hubungi penulis via e-mail atau YM di alamat astayoga@yahoo.com atau log in di http://astayoga.wordpress.com.

Graphic & Web Design Ebook

contoh ebook desain grafis

contoh ebook desain grafis

Salah satu cara untuk belajar desain adalah dengan memperbanyak referensi. Buku desain banyak beredar di toko buku, cuman sayangnya, hampir sebagian besar buku desain di Indonesia berkisar pada panduan teknis menggunakan software desain, atau tutorial desain. Jarang yang membahas mengenai konsep atau filosofi desain. Akibatnya, banyak desainer Indonesia yang kuat secara teknis, namun secara konseptual relatif lemah–terutama mereka yang baru terjun di dunia desain atau yang baru lulus dari kampus.

situs download ebook berbayar

situs download ebook berbayar

Mau tak mau, buku-buku dari luar yang musti kita jadikan referensi lanjutan. Nah, jika bicara tentang buku desain dari luar, hal pertama yang umum terbersit adalah mahalnya harga buku tersebut. Pasti di atas ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bukan hal yang mudah untuk mengeluarkan dana segitu “hanya” demi sebuah buku.

Kita bisa siasati dengan mencari versi ebook-nya. Ebook adalah versi elektronik dari sebuah buku, dimana konten yang sama dikemas secara digital sebagai dokumen yang bisa dibuka di komputer atau sejenisnya menggunakan software pembaca ebook, seperti Adobe Acrobat Reader.

Banyak situs di internet yang menawarkan berbagai ebook secara gratis. Di sini penulis tidak akan membicarakan sisi legalitas formal dari membaca/mengunduh ebook lewat situs-situs tersebut. Beberapa pihak akan bilang hal itu ilegal, namun banyak pula yang berapologi–termasuk penulis–bahwa demi pengetahuan, membaca atau mengunduh ebook bisa dibenarkan selama tidak diperjualbelikan. Let’s skip this part, ok?

www.4shared.com

www.4shared.com

Salah satu situs yang memungkinkan kita mengunduh ebook secara gratis adalah 4Shared.com. Bagi Anda yang banyak berkecimpung di dunia maya, nama 4Shared tentunya tak asing lagi. Termasuk salah satu situs penyimpanan file terwahid, kita bisa menemukan hampir apa saja di sana. Tidak hanya ebook, namun juga file music (mp3), video &  foto/image.

Mulailah dengan membuka situs 4Shared.com dengan mengakses alamat http://www.4shared.com pada browser Anda. Penulis menyarankan Anda menggunakan Mozilla Firefox atau Opera karena memungkin untuk meresume file download jika proses unduh yang dilakukan putus di tengah jalan.

Anda akan mendapatkan tampilan seperti terlihat di bawah ini.

halaman utama (home page) 4shared.com

halaman utama (home page) 4shared.com

Anda tak perlu daftar menjadi member jika hanya ingin mencari & mengunduh file yang ada di sana. Cukup perhatikan bagian Search Files yang ada di bagian sebelah tengah kanan halaman.

Search Files

Search Files

Yang harus Anda lakukan hanya memasukkan kata kunci (keyword) file yang mau Anda cari. Semisal, kita ingin mencari ebook mengenai Graphic Design, maka cukup ketikkan “graphic design” di sana, kemudian klik tombol Search yang ada di samping kanannya.

Maka Anda akan dapatkan hasil pencarian seperti terlihat di Gambar berikut ini.

hasil pencarian "graphic design"

hasil pencarian "graphic design"

Secara default, 4Shared akan menampilkan hasil pencarian berdasarkan popularitas file bersangkutan. Jadi, yang ada di urutan paling atas adaalah file yang paling banyak didownload.

Ok, sekarang coba klik salah satu file hasil pencarian tersebut. Sebagai contoh, penulis mengklik file “Design and Graphics – Digital Image Processing.pdf“. Anda bisa lihat bahwa file tersebut berukuran 20.354Kb atau sekitar 20Mb.

file dokumen yang akan didownload

file dokumen yang akan didownload

Begitu Anda klik link tadi, maka jendela baru akan terbuka dan menampilkan halaman file bersangkutan dengan detail infonya. Simak Gambar di bawah ini.

halaman detail dokumen

halaman detail dokumen

Perhatikan bahwa terdapat sebuah tombol Download Now. Klik tombol tersebut guna mendownload file bersangkutan. Ada baiknya, sebelumAnda memutuskan untuk mendownload, Anda baca terlebih dahulu informasi yang ada di dokumen tadi, juga komentar user-user lain yang telah mendownload. Semisal mengenai kualitas ebook-nya, ada tidaknya virus atau password dan sebagainya. Jika semua dirasa ok, klik tombol Download Now.

Begitu Anda klik Download Now, Anda akan dibawa ke halaman donwload. Namun sebelumnya, Anda akan lihat bahwa 4Shared melakukan penghitungan mundur (countdown) selama beberapa detik sebelum menampilkan link download-nya. Seperti nampak di Gambar berikut.

Countdown link

Countdown link

Tunggu hingga hitungan mundur selesai, kemudian Anda akan lihat link Click here to download the file, seperti ditunjukkan Gambar di bawah ini.

link download dokumen 4shared

link download dokumen 4shared

Klik link tersebut, dan browser Anda akan memunculkan pop-up menu lokasi penyimpanan file, seperri terlihat di Gambar berikut.

pop-up menu penyimpanan file download

pop-up menu penyimpanan file download

Klik Ok, maka proses pengunduhan akan segera dimulai.

proses download file

proses download file

Tunggu hingga proses pengunduhan selesai. Jik sudah selesai, maka Anda akan dapatkan file ebook tadi di folder lokasi penyimpanan file downlad seperti nampak di Gambar di bawah ini.

file hasil download

file hasil download

Nah, sekarang silahkan dibuka dan dibaca ebook-nya.

buka file hasil download

buka file hasil download

Silahkan dicoba sendiri, dan semoga bermanfaat.

PS. Mohon jika mendownload file apapun di 4Shared dan situs sejenisnya, tidak diperjualbelikan.

Efek Teks Pop-up

Buku Membuat Efek Teks Profesional Dengan Photoshop oleh Hasto Suprayogo

Buku Membuat Efek Teks Profesional Dengan Photoshop oleh Hasto Suprayogo

Diambil dari buku Membuat Efek Teks Profesional Dengan Photoshop terbitan Elexmedia Komputindo. Berminat, beli di sini.

Efek Teks Pop-up

Pada bab ini, Anda akan diajak untuk membuat efek teks pop-up pada teks. Efek pop-up berguna untuk menonjolkan elemen teks dan menjadikannya pusat perhatian dalam sebuah desain.

Ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Buat dokumen kerja baru pada Photoshop dengan memilih menu File > New, kemudian pada kotak dialog New masukkan nilai parameter Width: 800px, Height: 800px dan Color Mode: RGB. Klik Ok dan dokumen kerja baru siap digunakan. Lihat Gambar 1.1.
Gambar 1.1. Buat dokumen kerja baru

Gambar 1.1. Buat dokumen kerja baru

  • Selanjutnya aktifkan Horizontal Type tool , kemudian ketikkan teks “HALLO”, atur font-nya menjadi Arial Black 200pt dengan warna hitam. Lihat Gambar 1.2.
Gambar 1.2. Ketikkan teks “HALLO” dan atur parameternya

Gambar 1.2. Ketikkan teks “HALLO” dan atur parameternya

Jika sudah, klik ikon Commit yang ada di Options bar atau aktifkan Move tool pada Toolbar.

  • Berikutnya, kita akn mengubah teks tadi menjadi obyek raster (pixel) biasa. Caranya, perhatikan pada Palette Layers, klik kanan nama layer teks “HALLO” dengan background warna biru, kemudian pada pop-up menu yang muncul pilih Rasterize Layer. Perhatikan Gambar 1.3. berikut.
Gambar 1.3. Ubah layer teks menjadi layer biasa

Gambar 1.3. Ubah layer teks menjadi layer biasa

Jika Anda tidak mengubah layer teks menjadi layer biasa, terdapat banyak fasilitas pengeditan dalam Photoshop yang tak bisa diaplikasikan pada obyek teks tersebut.

  • Selanjutnya, pilih menu Filter > Stylize > Emboss, lalu pada kotak dialog Emboss, masukkan nilai parameter Angle: 145o, Height: 5px dan Amount: 150%. Jangan lupa untuk mengaktifkan pilihan Preview lalu klik Ok untuk mendapatkan hasil seperti pada Gambar 1.4. di bawah ini.
Gambar 1.4. Aplikasikan filter Emboss

Gambar 1.4. Aplikasikan filter Emboss

  • Selanjutnya, perhatikan Palette Layers, pastikan layer “HALLO” aktif terseleksi, lalu sambil menekan tombol Alt + Ctrl pada keyboard, tekan juga tombol ↓ (panah ke bawah) pada keyboard sebanyak 15 kali hingga didapat ketebalan seperti pada Gambar 1.5.
Gambar 1.5. Hasil perubahan ketebalan obyek “HALLO”

Gambar 1.5. Hasil perubahan ketebalan obyek “HALLO”

Jika Anda perhatikan pada Palette Layers, sekarang terdapat 15 layer baru berupa kopian layer “HALLO”. Layer-layer kopian inilah yang tadi membentuk ketebalan obyek “HALLO”. Perhatikan Gambar 1.6. di bawah ini.

Gambar 1.6. Layer-layer kopian layer “HALLO”

Gambar 1.6. Layer-layer kopian layer “HALLO”

  • Kita akan gabungkan semua layer yang ada menjadi satu kecuali layer Background. Caranya, pada Palette Layers, nonaktifkan tampilan Layer Background dengan mengklik ikon visibility di samping kiri nama layer. Lihat Gambar 1.7.
Gambar 1.7. Nonaktifkan tampilan layer Background

Gambar 1.7. Nonaktifkan tampilan layer Background

Kemudian klik ikon segitiga hitam pada pojok kanan atas Palette Layers untuk menampilkan pop-up menu lalu pilih Merge Visible. Pilihan ini akan menggabungkan (merging) semua layer yang tampil (visible)—kecuali layer Background yang sebelumnya telah Anda nonaktifkan.

Simak Gambar 1.8. berikut ini untuk lebih jelasnya

Gambar 1.8. Gabungkan semua layer yang tampil (visible)

Gambar 1.8. Gabungkan semua layer yang tampil (visible)

Perhatikan bahwa setelah Anda menggabungkan semua layer yang tampil di Palette Layers dengan menu Merge Visible, hasilnya tersisa 2 layer saja, yaitu layer hasil merging—layer “HALLO copy 15”—dan layer Background.

  • Aktifkan kembali layer Background. Lalu, seleksi layer “HALLO”, kemudian kita akan mengaplikasikan layer style. Pilih menu Layer > Layer Style > Gradient Overlay.

Pada kotak dialog Layer Style masukkan nilai parameter Blend Mode: Overlay, Opacity: 70%, Style: Linear, Angle: 45o dan Scale: 100%. Jangan lupa aktifkan pilihan Preview untuk melihat hasilnya secara langsung. Simak Gambar 1.9. berikut.

Gambar 1.9. Atur parameter Gradient Overlay

Gambar 1.9. Atur parameter Gradient Overlay

Berikutnya, masih di kotak dialog Layer Style, klik Drop Shadow pada bagian Styles di bagian kiri atas kotak dialog. Kemudian, atur parameter Blend Mode: Multiply, Color: Hitam, Opacity: 25%, Angle: 65o, Distance: 0, Spread: 0 dan Size: 5. Jangan lupa aktifkan pilihan Preview. Simak Gambar 1.10.

Gambar 1.10. Atur parameter Drop Shadow

Gambar 1.10. Atur parameter Drop Shadow

Jika sudah, klik Ok dan Anda akan dapatkan hasil seperti pada Gambar 1.11. di bawah ini.

Gambar 1.11. Hasil akhir efek Teks Pop-up

Gambar 1.11. Hasil akhir efek Teks Pop-up

Anda bisa melakukan variasi terhadap efek Layer Style yang diaplikasikan sesuai keinginan Anda.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.