Membekukan Waktu

4675_1107819309674_1652572339_273538_1646721_nSeorang teman lama, memposting sebuah foto yang aku baru tau kalo itu ada. Foto kami bertiga saat masih SD. Mungkin kelas 3 atau 4, aku tak ingat pasti. Susah untuk percaya, sosok anak laki-laki kecil itu adalah diriku.

Hmmm……bayangan masa kecil pun sontak melintasi. Satu, dua, tiga kejadian di masa itu menyeruak. Meninggalkan senyum saat mengingatnya.

Masa-masa indah itu terbayang jelas di pelupuk mata. Hamparan halaman sekolah luas nan rimbun dihiasi pepohonan. Riuh-rendah suara anak-anak berseragam merah putih berlarian ke sana kemari kala waktu istirahat datang. Sosok guru-guru yang terkadang membuat nyali kami ciut saat dipaksa mencerna jejalan pelajaran yang banyak tak mampu kami pahami. Semuanya muncul dari kedalaman memori yang selama ini terlupakan.

Betapa rapuhnya ingatan ini…..namun begitu indahnya kenangan.

***

Foto, barang kecil, kadang terlalu sepele untuk dipedulikan, namun anehnya betapa ia mampu menjadi sebegitunya berarti di saat-saat seperti ini. Ia bagaikan kapsul waktu, datang dari masa lalu, menembusi lorong cacing, dan tiba-tiba, pooop…..jatuh ke pangkuan dan meletupkan beraneka warna di udara.

Foto, membekukan waktu, menyimpang kenangan rapat-rapat, membuatnya bisa kembali dihidupkan, bahkan jika memori kita telah lama menimbunnya di ujung tergelap sana. Foto pula bak tangan gaib yang menarik kita masuk kembali ke alam lain di tengah keriuhan hari ini.

Hmmmm…….

Betapa rapuhnya ingatan ini…..namun begitu indahnya kenangan.

Advertisements

Dunia di mata Anak

azka_nunjukAda cerita lucu kemaren. Istri tiba-tiba telpon, “Azka bikin heboh, matiin komputer server di Trimedia,”

Memang kami ada janji untuk ketemuan di toko buku Trimedia Mal Ambasador. Kebetulan Azka anakku yang gede minta dibeliin buku. Dan, belum sejam ada di sana, Azka sudah membikin kehebohan. Menyelinap dari pengawasan istriku, dan tiba-tiba komputer di belakang counter penitipan barang Trimedia mati setelah diutak-utiknya.

Hehehehehe…aku antara geli bercampur kaget berusaha menenangkan istri yang sudah lumayan panik. Dan segera meluncur menuju TKP bak intel melayu di cerpennya Seno Gumira.

Azka pastinya tak berniat membuat kehebohan itu dengan sengaja. Dia biasa bermain komputer di rumah, dan saat melihat ada barang sama di toko buku tadi, bisa dibayangkan apa yang ingin dilakukannya. Azka mungkin melihat komputer di sana sebagai hal yang menarik, makanya tak butuh brapa lama bagi dia untuk menunjukkan ketertarikan itu.

***

Pelajaran luar biasa yang aku dapat dari anak-anak, terutama setelah punya anak sendiri, adalah, mereka melihat dunia dengan rasa ingin tahu yang luar biasa. Amat sangat luar biasa, yang bahkan kadang membuat kita tak habis pikir. Kok bisa bisanya ya…?

Mereka bisa sebegitunya terpesona dengan hal-hal yang kita anggap biasa. Pada langit biru, pada tanaman kecil di tanah, pada semut beriringan, pada lift & eskalator, pada traktor & slender—ini kesukaan Azka, dan begitu banyak lagi lainnya. Mereka bisa diam mematung, bahkan kadang sambil melongo, mengamati semuanmya.

Adakah ini karena kepolosan yang masih mereka miliki. Kejujuran akan betapa indah dan menariknya dunia ini. Tak seperti kita yang terlampau cupet dan capek untuk memperhatikan hal-hal itu, lantara hari-hari kita telah habis untuk memikirkan pelbagai problem hidup?

***

Apa sebenarnya problem hidup itu?

Sebegitunya hingga membuat kita kehilangan kemampuan untuk melihat indahnya dunia seperti anak-anak?

Klo orang jawa jaman dulu selalu bilang, urip iku mung mampir ngombe (hidup cuman mampir minum). Apa maksudnya?

Hidup hanyalah sebentar, hanya sementara, bukan selamanya. Makanya jangan pula dipegangi erat-erat seakan tak akan berakhir. Konsep ini mirip dengan ajaran Islam di mana kehidupan di dunia ini hanyalah persinggahan kecil nang singkat sekaligus ujian, untuk menuju perhentian terakhir yaitu kembali ke padaNya. Hidup di dunia, adalah kesempatan untuk mengumpulkan bekal, guna melanjutkan perjalanan.

Serupa dengan pandangan Hindu & Buddha, dimana dunia maya sifatnya. Tak lebih dari ilusi semata, karenanya tak layak dan tak sepatutnya dijadikan tujuan. Yang musti diraih adalah yang abadi, yang tak ada di dunia ini, namun adanya di dunia sana, dunia di mana kita bisa bertemu dengan Yang Maha Abadi.

Anak-anak, tanpa sadar, telah melakukannya. Tak membiarkan dunia dengan segala problemnya mengungkung mereka. Justru, mereka melihat dunia ketulusan semata. Memaknai dunia dengan mengalami dan menikmati setiap sisi dirinya, baik yang menyenangkan, maupun tidak.

Mustinya, kita malu pada mereka. Mustinya pula kita belajar dai mereka. Belajar dari anak-anak kita, untuk bisa meletakkan masalah dunia di kaki kita dan bukan menyungginya di atas kepala kita. Mustinya, kita belajar untuk kembali sekali lagi menikmati indah sekaligus dukanya dunia, karena semua hanya sementara, hanya maya, hingga saat kita akan meninggalkannya menuju ke yang nyata.

Terima kasih nak, kau ajarkan satu lagi hal berharga untuk ayahmu ini.

Desain Packaging

Ga sengaja bongkar-bongkar stok desain lama. Nemu desain-desain lawas saat mengawali karir sebagai desainer grafis di Semarang. Yup, sebelum merantau ke Jakarta, dulu sempat kerja kurang lebih 2 tahun di Jamu Jago sebagai desainer grafis. Main job-nya sich ngedesain packaging produk. Karena kebetulan kita bergerak di bidang farmasi, maka packaging menjadi satu hal yang sangat penting.

Contoh desain packaging yang pernah aku bikin

Basmurat

kemasan jamu Basmurat

Basmurat adalah produk jamu asam urat.

Konsep desain yang aku gunakan adalah bagaimana memvisualisakan penderitaan mereka yang terkena gejala gangguan asam urat berlebih, dimana persendian terasa sakit seakan tertusuk-tusuk.  Bagimana membuat calon konsumen merasakan bahwa kesakitan semacam itu tak seharusnya terlalu lama mereka derita jika mereka mau mengkonsumsi produk ini.

Karenanya, dalam eksekusinya, aku mendayagunakan beberapa elemen visual utama guna menyampaikan pesan tersebut:

  • Ilustrasi tulang dan persendian

Ilustrasi tulang dan persendian menyampaikan pesan visual yang jelas mengenai penyembuhan akan derita di bagian tubuh manakah yang ditawarkan produk ini. Yaitu pada persendian yang terkena asam urat.  Akan lebih mudah menumbuhkan asosiasi antara produk dengan penyakit melalui visualisasi macam ini.

  • Skema warna (merah, kuning, hitam)

Skema warna yang aku pilih sengaja memanfaatkan warna-warna panas (hot colors), seperti merah dan kuning, dengan penyeimbang warna netral seperti hitam dan putih.  Warna panas adalah jenis warna yang secara psikologis menumbuhkan asosiasi akan rasa sakit, suatu hal yang mencolok, movement dan sebagainya, yang aku anggap cocok untuk menguatkan asosiasi produk ini dengan penyakit asam urat.

Kedua warna tersebut semakin dikuatkan dengan warna hitam dan putih yang sifatnya netral. Di mana keberadaan area hitam dan putih semakin menonjolkan eksistensi kedua warna panas tadi.

  • Heading, subheading & teks pendukung

Heading merupakan hal yang tak bisa dihindari, karena heading di sini berkaitan dengan nama brand produk yang dimaksud. “Basmurat” sebagai nama produk aku tempatkan di pososi tengah atas dengan harapan dia menjadi pusat perhatian ketika calon konsumen melihat kemasan produk ini. Dengan menggunakan font yang tegas, serta sengaja dibuat dalam style miring (italic), aku berusaha menguatkan nuansa yang ada. Pemilihan font menjadi hal yang sangat penting saat merancang sebuah tampilan packaging produk. Karena setiap jenis font membawa nuansanya sendiri.

Sebagaimana terlihat, font untuk kata Basmurat masuk jenis Sans Serif, dimana nuansa yang terbangun adalah ketegasan, modern, to the point dan adanya level of confidence yang jelas. Ini dibutuhkan untuk menguatkan image bahwa produk ini manjur mengatasi semua gejala asam urat.

Aku sengaja menggunakan warna putih untuk heading basmurat ini dengan efek bayangan di belakangnya dengan pertimbangan kontras yang diciptakannya. Mengingat background yang sudah warna-warni, terutama didominasi warna-warna panas, aku butuh heading mempunyai warna lain. Putih adalah pilihan yang aku ambil. Efek bayangan menguatkan kontras yang ada, sekaligus menghilangkan kebutuhan akan outline tegas. Karena bayangan yang ada selain mampu memberikan ilusi jarak antara obyek tulisan Basmurat dengan latar belakangnya, juga berfungsi sebagai pembatas.

  • Logo
Berkreasi Membuat Logo Dengan CorelDraw 12

Berkreasi Membuat Logo Dengan CorelDraw 12

Logo di sini meliputi logo perusahaan produsen produk ini serta logo lainnya–logo produk jamu & produk berbahan dasar herbal. Ini penting ada karena logo perusahaan memudahkan asosiasi produk dengan citra perusahaan yang membuatnya. Sebuah produk baru mungkin tidak akan dijadikan pilihan oleh calon konsumen jika hanya mengandalkan dirinya sendiri. Namun, calon konsumen mungkin akan memilihnya begitu mengetahui bahwa produk tadi merupakan produksi dari perusahaan tertentu yang sudah punya nama.

Karena Jamu Jago merupakan salah satu pionir industri jamu di tanah air, dengan reputasi yang bisa dibilang bagus dan terpercaya, maka penggunaan logo Jamu Jago di kemasan produk menjadi semacam jaminan akan kualitasnya. Juga penggunaan logo-logo lain juga penting untuk semakin menguatkan pencitraan sebagai produk terpercaya baik dari sisi produsen maupun kelaikan produk dalam menenuhi standarisasi pemerintah (POM).

Lebih dalam mengenai konsep pembuatan logo dan sebagainya, bisa merujuk pada buku karangnya berjudul Berkreasi Membuat Logo dengan CorelDraw 12 terbitan Elexmedia Komputindo.

***

Lepas dari masalah concept development dari desain dan ekesekusinya hingga menghasilkan tampilan seperti di atas, hal yang tak kalah penting adalah produksi & post-production-nya. Di mana, desain packaging untuk kemasan produk mempunyai perbedaan mendasar dengan desain untuk kepentingan cetak lainnya.

Hal ini terjadi karena materi yang digunakan untuk sebuah kemasan produk (dalam hal ini jamu yang masuk kategori makanan/minuman) berbeda dengan materi cetak lain. Material yang diguankan adalah sejenis plastik berlapis alumunium foil guna melindungi bahan-bahan yang disimpan di dalamnya. Beda dengan mencetak di material kertas, percetakan pada alumunium foil dan sejenisnya menggunakan teknologi rotogravure.

Aku tak terlalu mendalami soal cetak rotogravure ini. Yang musti diingat adalah hasil cetak yang dihasilkan amat tergantung pada material yang digunakan, dimana secara visual kita tak terlalu bisa mengharapkan hasilnya secerah desain yang dicetak pada bahan kertas.

Selain itu, jumlah percetakan yang melayani percetakan rotogravure di Indonesia relatif masih sedikit, salah satunya adalah Pura Barutama yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah.

***

Koleksi desain packaging ku lainnya bisa dilihat di portfolio online ku.

Ok, selamat mendesain!

Ilir-Ilir, Kebijaksanaan a la Wali Songo

Sunan Kalijogo

Ilir ilir, ilir ilir, tandure wus sumilir
Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar
Cah angon, cah angon, penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna, kanggo basuh dodot ira
Dodot ira, dodot ira, kumitir bedah ing pinggir
Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Ya suraka, surak hiya

Siapa tak kenal lagu yang satu ini?

Bagi yang besar di kultur Jawa, Ilir-Ilir pastinya akrab di telinga. Di pedesaan, lagu ini lazim disenandungkan di kala malam terang bulan. Menemani anak-anak bermain di halaman rumah atau tempat luas lainnya.

Namun seberapa banyak dari kita yang sadar akan kedalaman makna yang ada di dalamnya. Ilir-Ilir dipercaya merupakan gubahan para Wali Songo, utamanya Sunan Kalijogo,–meski ada pula yang menyebut Sunan Ampel atau Sunan Bonang sebagai penciptanya.  Dalam beberapa referensi mengenai penyebaran Islam di tanah Jawa, disebut bahwa suksesnya penyebaran Islam tak lepas dari penggunaan budaya lokal, terutama kesenian berbasis musik, guna menyampaikan nilai-nilai keislaman tanpa secara frontal menyingkirkan kepercayaan lama. Dan Sunan Kalijogo tersohor sebagai sosok penyebar Islam yang sukses melakukannya.

wali songo

wali songo

Jika kita perhatikan, masa penyebaran Islam-nya Wali Songo bersamaan dengan redupnya kekuasaan kerajaan Hindu Majapahit. Masa di mana masyarakat umum tengah mengalami krisis multidimenisonal. Kekacauan di mana-mana, kekeringam, bencana alam & sosial merajalela. Masyarakat kehilangan figur pemimpin, dan panutan religius. Saat itulah, Islam datang, menawarkan sesuatu yang baru. Suatu model keberagamaan & kehidupan sosial yang menyegarkan.

Islam, dikemas secara berbeda oleh Sunan Kalijogo dan Syech Siti Jenar. Alih-alih menawarkan sesuatu yang baru, kedua tokoh ini–dan mungkin juga banyak lainnya–mengemas Islam sebagai kelanjutan dari tradisi spiritualitas yang sudah ada di tanah Jawa sejak dahulu kala. Islam tak disampaikan sebagai produk baru yang asing & jauh dari pemahanan publik. Islam dibawa ke keseharian masyarakat, yang karenanya masyarakat bisa dengan lebih mudah meneriman intisari keislaman tanpa musti berubah secara drastis. Masyarakat Jawa bagai melewati sebuah sungai kecil tak kala mengkonversi kepercayaannya dari Hindu-Budha menjadi Islam, dan bukan melompati ngarai dalam.

Kembali tentang Ilir-Ilir, bagi Anda yang tak begitu paham bahasa Jawa, silahkan simak terjemahan berikut ini:

Ilir-ilir, Ilir-ilir, tandure (hu)wus sumilir
Bangunlah, bangunlah, tanamannya telah bersemi

Bait ini berisi ajakan untuk bangun. Siapa yang diajak? Utamanya adalah para nayakapraja, atau para pembesar kerajaan & pemimpin masyarakat saat itu. Karena kondisi masyarakat di masa redupnya Majapahit yang kacau balau, di mana para penguasa lebih banyak mengurusi kepentingannya sendiri dan melupakan tanggung jawab utamanya, maka ajakan pertama untuk bangun dan sadar ditujukan pada mereka.

Tanaman telah bersemi maksudnya adalah Islam. Tanaman identik dengan suatu yang menghidupi, suatu yang memberi harapan, suatu yang memenuhi kebutuhan manusia. Ini pulalah yang ditawarkan Islam. Suatu ajaran yang menghidupkan manusia.

Lewat lagi Ilir-Ilir Wali Songo mengajak para pemimpin untuk bangun dan sadar bahwa tanggung jawab utama mereka adalah mengayomi masyarakat. Dan cara yang sebaiknya dilakukan guna mewujudkan itu adalah dengan mengikuti ajaran Islam.

Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar
Bagaikan warna hijau yang menyejukkan, bagaikan sepasang pengantin baru

Warna hijau adalah warna tanaman yang sedang tumbuh, yang juga identitas khas Islam. Bait ini sekaligus penegasan dari bait sebelumnya mengenai ajakan untuk memeluk Islam & mengaplikasikan ajarannya. Dianalogikan pula bahwa dengan memeluk Islam, maka para nayakapraja bak pasangan pengantin baru. Pengantin adalah mereka yang tengah berbahagia karena akan menyambut kehidupan baru. Kehidupan yang bahagia dan indah.

Di sini kebijaksanaan Sunan Kalijogo nampak jelas terlihat. Di mana para nayakapraka yang diajak untuk memeluk Islam adalah orang-orang lama, namun dengan memeluk Islam mereka diharapkan bisa mempunyai semangat seperti pengantin baru dalam melayani rakyatnya. Semangat untuk menuju hidup baru yang berbahagia.

Cah angon, cah angon, penek(e)na blimbing kuwi
Anak gembala, anak gembala, tolong panjatkan pohon belimbing itu.

Siapa anak gembala?

Tak lain adalah para penguasa. Karena penguasa adalah mereka yang diberi tanggung jawab untuk mengarahkan hidup matinya masyarakat, bak seorang gembala yang mengarahkan ternaknya.

Para gembala diminta untuk memanjat pohon belimbing. Kenapa pohon belimbing? Hal ini ini adalah metafora. Metafora bahwa jika seorang pemimpin musti mau berusaha untuk bisa menjalankan tanggung jawabnya. Memanjat adalah suatu kegiatan yang butuh determinasi dan kekuatan. Dua hal yang musti dimiliki oleh para pemimpin, yaitu determinasi dan kekuatan untuk mewujudkan tugas & tanggung jawabnya.

Kenapa pohon belimbing?

Karena belimbing di masa lalu, dan mungkin di banyak tempat hingga sekarang, adalah tanaman yang buahnya punya banyak manfaat. Salah satu manfaat buah belimbing yang dirujuk dalam Ilir-Ilir adalah kemampuan untuk membersihkan. Ya, belimbing bisa digunakan sebagai sabun cuci untuk membersihkan pakaian. Inilah sebabnya Sunan Kalijogo lewat bait ini mengajak anak gembala (para pemimpin) untuk memanjat pohon belimbing guna memetik buahnya.

Lunyu-lunyu penek(e)na kanggo mbasuh dodot (s)ira
Biarpun licin, tetaplah memanjatnya, untuk mencuci kain dodot mu.

Pohon belimbing batangnya basah. Meski demikian, para gembala tetap harus berusaha untuk memanjatnya. Buah belimbing yang berhasil diambil akan digunakan untuk mencuci dodot. Apa itu dodot, tak lain adalah sebuat untuk pakaian kebesaran para penguasa. Pakaian juga merupakan <i>alter ego</i> seseorang. Karena pakaian selain sebagai penutup tubuh juga penanda diri seseorang.

Dengan mencuci dodot diharapkan diri sang penguasa menjadi bersih. Dengan diri yang bersih diharapkan mereka bisa lebih mampu memenuhi tanggung jawabnya sebagai abdi sekaligus pamong masyarakat. Pastinya masyarakat yang dipimpin oleh mereka yang dirinya bersih akan menjadi sejahtera.

Dodot (s)ira, dodot (s)ira kumitir bedah ing pingggir
Kain dodotmu, kain dodotmu, telah rusak dan robek

Lewat bait ini para pemimpin diingatkan akan kondisi pakaian kebesaran–atau dirinya sendiri yang telah rusak dan robek di sana-sini. Upaya penyadaran akan kondisi yang sebenarnya ini dilakukan karena kecenderungan para pemimpin untuk tak bisa melihat secara jernih akan kekurangan dirinya. Apalagi di masa kekacauan seperti itu, lebih mudah untuk para pemimpin menafikkan kesalahan yang ada pada dirinya.

Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore
Jahitlah, tisiklah untuk menghadap (Gustimu) nanti sore

Setelah sadar akan kerusakan dirinya, dianjurkan bagi para pemimpin untuk mau memperbaiki, dengan analogi menjahit & menisik lubang dan robekan yang ada di pakaian. Gunanya buat apa? Tak hanya demi keindahan diri sendiri, namun lebih utamanya adalah persiapan untuk menghadap Sang Pencipta kelak saat tiba waktunya.

Ini adalah ajaran yang dalam, karena kekuasaan dalam perspektif para wali pengusung Islam tak hanya perkara dunia semata. Namun lebih merupakan tanggung jawab kepada Yang Maha Kuasa. Sehingga pemegang kekuasaan, para pemimpin, para nayakapraja pada akhirnya musti sadara bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Sang Pencipta.

Diharapkan dengan tumbuhnya kesadaran akan nisbinya kekuasaan yang dimiliki, para pemimpian tak terjebak untuk mempertuhankan kekuasaan sendiri.

Mumpung gedhe rembulane, mumpung jembar kalangane
Selagi rembulan masih purnama, selagi tempat masih luas dan lapang

Mumpung rembulan masih purnama artinya mumpung masih ada kesempatan, masih diberi kelapangan, masih ada penerangan, kita musti bersama-sama berjuang untuk memperbaiki diri dan kehidupan. Sebelum tiba saat dimana kondisi tak memungkinkan lagi untuk merubah dan berubah–yaitu saat akhir dunia.

Ya suraka, surak hiya
Ya, bersoraklah, berteriak-lah IYA

Maka bergembiralah, bersoraklah semua. Ini adalah ungkapan kegembiraan akan hadirnya harapan baru. Harapan untuk terlepas dari segala kegalauan dan menuju kehidupan yang terang benderang dan sejahtera.

Merantau

film Merantau

film Merantau

Siap-siap untuk menyaksikan film laga paling heboh di tahun 2009 ini. Kenapa heboh, karena bisa dibilang ini adalah satu-satunya film laga Indonesia. Yep, setelah lama mati suri, akhirnya ada juga film negri sendiri yang tak berkisah tentang hantu & cinta-cintaan remaja.

Merantau judul film besutan sineas Inggris, Gareth Evans ini. Ups, ini satu hal yang harusnya membuat para sineas Indonesia malu. Karena film laga ini muncul dari ide dan disutradari sendiri oleh orang luar.

Merantau sendiri sesuai dengan judulnya, Anda bisa tebaklah, berkisah tentang tradisi turun-temurun di masyarakat Minangkabau dimana seorang laki-laki musti membuktikan kedewasaan dirinya dengan pergi dari kampung halamannya untuk mencari pengalaman hidup. Begitu juga yang dilakoni oleh Yuda (Iko Uwais). Saat waktunya tiba, Yuda harus meninggalkan kampung halamannya menuju Jakarta.

Setibanya di Jakarta, Yuda menyaksikan sepak terjang sindikat perdagangan manusia saat menculik seorang gadis, Astri (Sisca Jessica). Tanpa babibu, Yudha yang ternyata jago silat Harimau berhasil menyelamatkan Astri. Tak terima dengan kegagalan anak buahnya, boss sindikat memutuskan untuk mengejar Yudha dan Astri. Aksi kejar-kejaran dipenuhi aksi baku hantam pun memenuhi film ini.

Terdengar klasik ya?

Yup, secara cerita memang film ini tak terlalu istimewa. Kebetulan kita belum bisa menyaksikan keseluruhan filmnya, karena berdasarkan informasi di situs resminya, Merantau baru akan dirilis tanggal 6 Agustus 2009, mundur dari rencana awal 30 April 2009.

Sejauh ini, kita hanya bisa dapatkan gambaran seperti apa serunya film ini dari  trailer yang sudah dan behind the scenes yang ada di Twitch.com maupun di situs resmi film Merantau juga di Facebook.

Ong Bak

Ong Bak

Namun, yang teristimewa dari film ini adalah aksi yang dihadirkan. Aksi dalam Merantau lebih mirip film Hongkong dibandingkan film-film laga Indonesia yang ada selama ini. Meski berbasis Pencak Silat, namun penonton akan sulit membedakan aksi Yuda dalam menghajar lawan-lawannya dengan gaya jagoan kung-fu atau karate. Bahkan, bagi Anda yang pernah menyaksikan film Ong Bak asal Thailand, Anda akan temukan banyak kemiripan gaya di sana.

Adegan pertarungan di jembatan busway, pengejaran di area konstruksi, juga kejar-kejaran di atap gedung serta pertarungan di atas container adalah beberapa contoh adegan yang mirip dengan adegan dalam film Ong Bak. Tak jelas apakah memang hal ini disengaja atau kebetulan semata.

Juga adegan saat Yuda musti menghindari tendangan beruntun dari lawan-lawannya dengan posisi terbalik dengan tangan bertumpuan pada sofa, amat mirip dengan gaya bertarung dalam film-film Jackie Chan.

Berbagai kemiripan ini sepertinya bisa dimaklumi jika melihat latar belakang dari sang sutradara. Gareth Evans dalam salah satu wawancara yang ada di Behind The Scenes Merantau mengakui bahwa dia seorang penggemar film laga. Dia bukan praktisi bela diri, hanya seorang yang menyukai film laga, dan ingin membuat film laga yang enak ditonton. Kebetulan karena dia juga mempunyai minat terhadap Pencak Silat, maka muncul lah ide film laga mengenai silat.

Awalnya, Gareth Evans berada di Indonesia dalam rangka membuat film dokumenter tentang Pencak Silat. Di mana dia berkenalan dengan berbagai aliran silat di berbagai daerah, antara lain Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan sebagainya. Salah satu aliran yang memikat hatinya adalah Silat Harimau.  Di saat pembuatan film dokumenter ini pula lah Gareth berkenalan dengan Iko Uwais, yang merupakan salah satu praktisi Silat Tiga Berantai dengan reputasi dunia. Iko adalah atlet pencak silat yang telah memenangi kejuaran dunia.

Meski demikian, film ini tetap patut diacungi jempol. Selain dari keunikan pemilihan basis beladiri yang tak banyak diekspos sebelumnya, juga dari segi sinematografi yang revolusioner untuk ukuran film Indonesia. Yang menjadikan film Indonesia layak untuk bersaing dengan film-film laga internasional.

Kita tunggu saja gebrakan film Merantau ini saat tayang di bioskop pada bulan Agustus mendatang. Akankah sanggup mengembalikan kejayaan film laga Indonesia di tengah serbuan film-film horor & cinta remaja? Semoga saja.

PS. Oh ya, Iko Uwais sering terlihat di GOR Soemantri Brodjonegoro, sebelah Pasar Festival, Kuningan Jakarta.

Indonesia VS Malaysia

Ada apa dengan hubungan Indonesia – Malaysia?

Jarang sekali dua negara bertentangga ini bisa akur. Mulai dari jaman Soekarno dengan kampanye Ganyang Malaysia, hingga perkara TKI, pencurian hasil hutan, asap kebakaran, dan yang terakhir ini masuknya kapal perang Malaysia ke perairan Ambalat di wilayah Indonesia.

Apa yang salah dengan hubungan diplomatik kedua negara yang mengaku serumpun ini? Apa seperti juga laiknya dalam keluarga, saudara pasti saling berkonflik? Ada saja perkara yang jadi sengketa. Siapa salah siapa benar pastinya susah dirunut kalau sudah begini.

Orang Indonesia bilang Malaysia gemar memprovokasi. Malaysia mencuri hasil bumi, menganiaya TKI, menjiplak hasil budaya Indonesia dan sebagainya. Orang Malaysia pasti punya sanggahan sekaligus klaim kebenarannya sendiri.

Balik lagi ke kasus masuknya kapal perang Malaysia ke perairan Indonesia, berdasarkan laporan TV One, telah sering terjadi. Dalam sehari bisa sampai 3 kali kapal perang tersebut masuk ke wilayah perairan Indonesia. Biasanya kapal perang Indonesia yang berpatroli di sana akan menghalau.

Satu hal yang aku tak habis pikir adalah, kenapa hanya menghalau. Hanya menghampiri untuk kemudian kapal Malaysia berbalik arah. Begitu kapal Indonesia pergi mereka akan kembali lagi.

Kenapa tak ada tindakan tegas. Kapal asing, apalagi kapal perang, masuk ke perairan Indonesia, kenapa tak ditembak saja. Ada apa dengan TNI AL kita. Takutkah mereka dengan Malaysia? Tak punya senjatakah untuk menyerang? Tak ada nyali kah untuk mempertahankan integritas wilayah perairan negara sendiri?

Jika masalahnya adalah perkara hukum, maka kasat mata TNI AL punya hak karena kapal asing telah melanggar batas teritorial negara kita. Tak perlu takut karenanya. Klo perkaranya adalah senjata, mustinya tak ada problem. Selama ini kita tak pernah benar-benar tau kekuatan militer Indonesia jika dikonfrontasi dengan negara lain. Pernah dengar berita kalau pesawat sukhoi ternyata terbang patroli tanpa membawa senajata. Mungkin hal sama juga terjadi pada kapal perang Indonesia yang berpatroli. Kapalnya ada, senjatanya kosong. Makanya tak bertindak apa saat kapal asing masuk ke wilayah kita.

Atau mungkin soal mental?

Tau lah….apapun itu, tak semestinya kita berdiam saja melihat kapal asing masuk wilayah perairan Indonesia. Lihat saja seperti apa perlakuan negara lain terhadap orang asing yang masuk wilayahnya secara ilegal. Lihat bagaimana banyak nelayan Indonesia yang secara tak sengaja masuk wilayah perairan Australia ditangkap bahkan ada yang sampai dipenjara. Itu saja orang sipil. Yang ini jelas-jelas militer, dengan menggunakan kapal perang, kenapa didiamkan?

Negri ini butuh terapi. Rehabilitasi mental untuk membuatnya bangkit kembali. Percaya diri dan berani tegak menatap bangsa lain. Sejatinya bangsa atau negara sama saja dengan orang. Jika diiamkan akan kurang ajar. Harus ditunjukkan bahwa mereka tak bisa seenaknya main-main di rumah kita.

Vote Taman Nasional Pulau Komodo

Gabung dan pilih Taman Nasional Pulau Komodo sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia dengan mengikuti voting di situs New 7 Wonders.com

Anda cukup memasukkan alamat email, kemudian memilih 7 nominasi berdasarkan kategori (category) atau benua (continent).  Pada bagian category, pilih FORESTS, NATIONAL PARKS, NATURE RESERVES, kemudian pilih Komodo National Park (INDONESIA). Mengenai 6 kandidat lainnya, terserah Anda.

Jika Anda belum terdaftar, maka Anda akan diminta untuk mengisi form isian. Kemudian, setelah lengkap, dan Anda melakukan voting, sebuah email konfirmasi akan dikirimkan. Anda cukup mengklik link yang ada di email tersebut, dan whoalaa….Anda telah turut berpartisipasi dalam pemilihan Taman Nasional Komodo sebagai satu dari 7 Keajaiban Dunia baru.

Jika Anda masih ragu untuk memilih, berikut sedikit informasi tentang Taman Nasional Komodo:

Taman Nasional Komodo berlokasi di pulau Komodo, yang berada di antara pulau Sumbawa dan pulau Flores. Yang membuatnya istimewa adalah keberadaan reptil kadal terbesar di dunia, Komodo (Varanus komodoensis).  Taman Nasional ini diresmikan tahun 1980, dimana tujuannya untuk melindungi segenap biodiversity yang ada di 3 (tiga) pulau (p. Komodo, p. Rinca, p. Pandar), baik yang ada di daratan maupun perairan. Karena ini pulalah maka UNESCO pada 1983 menetapkan Taman Nasional Komodo ini sebagai salah satu World Heritage Site and a Man and Biosphere Reserve.

Taman Nasional yang mencakup total luas 1.817 km2 (daratan & perairan) ini selain menjadi rumah bagi Komodo, juga berbagai hewan darat endemik lainnya, seperti orange-footed scrub fowl (sejenis burung tak dapat terbang yang hanya ada di wilayah Wallacea), tikus raksasa & rusa Timor.  Selain itu, wilayah perairan di Taman Nasional Komodo ini termasuk salah satu wilayah laut paling kaya akan biota, di mana terdapat lebih dari 1000 spesies ikan, 260 jenis terumbu karang (coral reef), dan 70 spesies sponge.

Masih ditambah lagi dengan hewan-hewan mamalia laut luar biasa seperti Dugong, hiu, pari manta, paus, lumba-lumba dan kura-kura yang banyak hidup di area ini. Yang juga tak kalah menarik adalah, kepulauan yang ada di wilayah Taman Nasional Komodo ini juga dihuni oleh manusia. Satu hal yang luar biasa, mengingat komodo termasuk hewan yang berbahaya.

Sayangnya, sebagaimana problem yang dihadapi oleh wilayah pelestarian alam manapun, Taman Nasional Komodo terancam keberadaannya oleh manusia. Wilayah liarnya semakin terdesak oleh peningkatan populasi penduduk. Termasuk di dalamnya habitat hewan-hewan yang semakin menyempit. Perburuan terhadap rusa Timor & tikus raksasa menjadikan 2 jenis hewan ini semakin langka.

Di wilayah perairan, penggunaan dinamit & berbagai alat tangkap lainnya merusak keberadaan terumbu karang berserta biota laut yang tergantung padanya. Aktifitas berlebih dari kapal-kapal ikan, terutama yang dilakukan nelayan luar daerah, semakin mengancam kelestariannya. Belum lagi ditambah ancaman beraneka racun yang ditinggalkan dalam aktifitas pengerukan sumber daya laut ini.

Nah, sekarang kiranya layak jika Anda pun turut membantu pelestarian yang luar biasa ini. Salah satunya dengan menjadikan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 7 Keajaiban Dunia, dengan harapan akan ada tekanan yang semakin kuat terhadap pemerintah RI dalam penanganan wilayah tadi.

Kita juga bisa membantu pelestariannya dengan jalan mengunjungi wilayah tadi. Jadilah wisatawan domestik yang sadar lingkungan dengan melakukan aktifitas pariwisata hijau di sana. Tawaran utama tentunya menyaksikan kehidupan liar Komodo. Mengunjungi perkampungan masyarakat yang tinggal di wilayah ini juga menjadi tawaran menarik. Selain itu, yang ternyata menjadi andalan wisata Taman Nasional Komodo adalah wisata bawah airnya. Anda bisa melakukan penyelaman (diving) di berbagai lokasi yang tersebar di sana. Ada sekitar 40 lokasi penyelaman yang bisa Anda ekplorasi.

Benar-benar destinasi wisata yang luar biasa.