Dunia di mata Anak

azka_nunjukAda cerita lucu kemaren. Istri tiba-tiba telpon, “Azka bikin heboh, matiin komputer server di Trimedia,”

Memang kami ada janji untuk ketemuan di toko buku Trimedia Mal Ambasador. Kebetulan Azka anakku yang gede minta dibeliin buku. Dan, belum sejam ada di sana, Azka sudah membikin kehebohan. Menyelinap dari pengawasan istriku, dan tiba-tiba komputer di belakang counter penitipan barang Trimedia mati setelah diutak-utiknya.

Hehehehehe…aku antara geli bercampur kaget berusaha menenangkan istri yang sudah lumayan panik. Dan segera meluncur menuju TKP bak intel melayu di cerpennya Seno Gumira.

Azka pastinya tak berniat membuat kehebohan itu dengan sengaja. Dia biasa bermain komputer di rumah, dan saat melihat ada barang sama di toko buku tadi, bisa dibayangkan apa yang ingin dilakukannya. Azka mungkin melihat komputer di sana sebagai hal yang menarik, makanya tak butuh brapa lama bagi dia untuk menunjukkan ketertarikan itu.

***

Pelajaran luar biasa yang aku dapat dari anak-anak, terutama setelah punya anak sendiri, adalah, mereka melihat dunia dengan rasa ingin tahu yang luar biasa. Amat sangat luar biasa, yang bahkan kadang membuat kita tak habis pikir. Kok bisa bisanya ya…?

Mereka bisa sebegitunya terpesona dengan hal-hal yang kita anggap biasa. Pada langit biru, pada tanaman kecil di tanah, pada semut beriringan, pada lift & eskalator, pada traktor & slender—ini kesukaan Azka, dan begitu banyak lagi lainnya. Mereka bisa diam mematung, bahkan kadang sambil melongo, mengamati semuanmya.

Adakah ini karena kepolosan yang masih mereka miliki. Kejujuran akan betapa indah dan menariknya dunia ini. Tak seperti kita yang terlampau cupet dan capek untuk memperhatikan hal-hal itu, lantara hari-hari kita telah habis untuk memikirkan pelbagai problem hidup?

***

Apa sebenarnya problem hidup itu?

Sebegitunya hingga membuat kita kehilangan kemampuan untuk melihat indahnya dunia seperti anak-anak?

Klo orang jawa jaman dulu selalu bilang, urip iku mung mampir ngombe (hidup cuman mampir minum). Apa maksudnya?

Hidup hanyalah sebentar, hanya sementara, bukan selamanya. Makanya jangan pula dipegangi erat-erat seakan tak akan berakhir. Konsep ini mirip dengan ajaran Islam di mana kehidupan di dunia ini hanyalah persinggahan kecil nang singkat sekaligus ujian, untuk menuju perhentian terakhir yaitu kembali ke padaNya. Hidup di dunia, adalah kesempatan untuk mengumpulkan bekal, guna melanjutkan perjalanan.

Serupa dengan pandangan Hindu & Buddha, dimana dunia maya sifatnya. Tak lebih dari ilusi semata, karenanya tak layak dan tak sepatutnya dijadikan tujuan. Yang musti diraih adalah yang abadi, yang tak ada di dunia ini, namun adanya di dunia sana, dunia di mana kita bisa bertemu dengan Yang Maha Abadi.

Anak-anak, tanpa sadar, telah melakukannya. Tak membiarkan dunia dengan segala problemnya mengungkung mereka. Justru, mereka melihat dunia ketulusan semata. Memaknai dunia dengan mengalami dan menikmati setiap sisi dirinya, baik yang menyenangkan, maupun tidak.

Mustinya, kita malu pada mereka. Mustinya pula kita belajar dai mereka. Belajar dari anak-anak kita, untuk bisa meletakkan masalah dunia di kaki kita dan bukan menyungginya di atas kepala kita. Mustinya, kita belajar untuk kembali sekali lagi menikmati indah sekaligus dukanya dunia, karena semua hanya sementara, hanya maya, hingga saat kita akan meninggalkannya menuju ke yang nyata.

Terima kasih nak, kau ajarkan satu lagi hal berharga untuk ayahmu ini.

2 thoughts on “Dunia di mata Anak

  1. heheheeeh
    kebayang gimana paniknya mba nuris🙂
    tapi ya dasar emang anak2, kadang melakukan hal yg menurut kita “ngapain sih kaya gitu ?” “ngga boleh gitu dong dede !”. Tapi sesungguhnya mereka sedang melilhat suatu aksi reaksi atas apa yang sedang dilakukannya. Dan itu sangat penting untuk pertumbuhan pola pikir dan pengetahuannya. pengalaman=apa yg telah dilakukan=pelajaran berharga buat anak.
    Gimana kabar azka sekarang mas ? lg di jakarta ?

  2. @ edli
    Iya bro..anak kecil melihat dunia dengan kepolosannya, karenanya segala hal yang buat kita biasa pun jd menarik di mata mereka.
    iya, azka & oki udah di jakarta lagi. kapan-kapan main bareng yuk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s