Elements of Design

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

The Elements of Design

Elemen desain adalah hal pertama yang akan Anda temui saat melakukan suatu pekerjaan kreatif. Elemen desain bisa dipahami sebagai semua elemen/hal yang menyusun sebuah desain. Tak peduli apakah desain tersebut bagus atau jelek, Anda akan menemukan elemen-elemen yang serupa di dalamnya.

Elemen-elemen desain tidak hanya Anda temukan dalam desain grafis, namun hampir di sebuah bidang yang terkait dengan visualisasi, seperti seni lukis, desain artistektur dan sebagainya.

Berikut adalah elemen-elemen desain yang paling umum Anda gunakan dalam pembuatan sebuah desain:

  • Garis (Line)

Garis adalah elemen desain yang berupa obyek yang tersusun dari persambungan 2 (dua) titik. Garis hanya mempunyai 1 (satu) dimensi saja, karena garis mempunyai dimensi panjang namun tidak mempunyai dimensi lebar.

Simak Gambar 1.1. berikut ini.

garis (line)

garis (line)

  • Bentuk (Shape)

Bentuk adalah elemen desain yang berupa obyek yang mempunyai area tertentu. Bentuk bisa berupa obyek geometris—kotak, lingkaran, poligon—atau obyek organik—berbentuk bebas.

Perhatikan Gambar 1.2.

basic shapes

basic shapes

Bentuk suatu obyek dibuat bukan tanpa tujuan, karena di balik suatu bentuk tersimpan makna. Dalam bentuk-bentuk geometris dasar pun terdapat makna universal, yang sekiranya bisa Anda adopsi atau gunakan sesuai kebutuhan Anda. Kita ambil contoh 3 (tiga) obyek geometris paling dasar, yaitu lingkaran, kotak dan segitiga.

–        Lingkaran, umum dimaknai sebagai representasi keabadian, keamanan, jaminan, keberlangsungan, siklus dan sebagainya. Sehingga jelas bagi Anda, kalau ingin mengungkapkan makna-makna demikian, Anda bisa mendayagunakan obyek dasar lingkaran.

–        Kotak, dalam variannya seperti bujur sangkar, persegi panjang ataupun limas, merepresentasikan makna stabilitas, kesetaraan, serta terkadang kejujuran. Kotak juga bisa dimaknai sebagai simbol ketegasan, kepastian, keseriusan dan hal-hal yang bisa diprediksikan. Oleh sebabnya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang-bidang seperti perbankang, jasa asuransi, penyedian layanan jasa dan sebagainya menggunakan obyek dasar kotak dalam desain-desainnya.

–        Segitiga, banyak dimaknai sebagai simbol semangat, kerja keras, keberanian untuk mencoba, berekplorasi, kreatif dan maju. Bahkan sejak jaman purba, segitiga digunakan untuk merepresentasikan api, suatu kekuatan alam yang membara, yang darinya manusia mendapatkan cahaya, kehangatan dan perlindungan dari kegelapan di sekitarnya. Karenanya, jika Anda ingin menonjolkan nilai-nilai seperti di atas, maka tak perlu ragu-ragu memanfaatkan obyek dasar segitiga.

  • Arah (Direction)

Arah adalah elemen desain yang berupa orientasi obyek garis pada suatu bidang desain. Terdapat 3 (tiga) tipe arah obyek garis, yaitu arah horisontal (mendatar), arah vertikal (tegak) dan arah oblique (berdasarkan sudut/kemiringan tertentu).

Lihat pada Gambar 1.3. berikut ini.

arah (direction)

arah (direction)

  • Ukuran (Size)

Ukuran adalah elemen desain yang mengacu pada area yang digunakan untuk membentuk suatu obyek. Ukuran juga mengacu pada perbandingan antara satu obyek dengan obyek lain. Ukuran juga mengarah pada penggunaan ruang (space), di mana pembuatan suatu obyek akan menciptakan ruang positif (positive space), dimana pada saat bersamaan tercipta pula ruang negatif (negative space), yaitu area di luar area obyek.

Lihat pada Gambar 1.4.

arah (direction)

ukuran (size)

  • Tekstur (Texture)

Tekstur adalah elemen desain yang mengacu pada kualitas permukaan suatu obyek. Kualitas permukaan yang dimaksud baik secara fisik maupun nonfisik. Seperti halus, kasar, lembut dan sebagainya.

Simak Gambar 1.5.

tekstur

tekstur

  • Warna (Color)

Warna, umum juga disebut dengan istilah Hue, adalah elemen desain yang menunjuk pada bagaimana suatu cahaya dipantulkan pada permukaan obyek dan diterima oleh mata manusia. Warna memainkan peranan sangat penting dalam desain, bahkan jika warna yang digunakan hanyalah warna hitam dan putih.

Lihatlah pada Gambar 1.6.

warna (colors)

warna (colors)

  • Nilai (Value)

Nilai, yang juga disebut Tone, adalah kualitas keterangan (brightness) atau kegelapan (darkness) suatu warna. Elemen nilai ini memungkinkan Anda untuk menciptakan kekontrasan hanya dengan membedakan 2 (dua) obyek yang memiliki warna sama namun dengan tone yang berbeda.

Perhatikan Gambar 1.7. di bawah ini.

nilai (value)

nilai (value)

Mungkin, Anda tidak menggunakan semua elemen desain di atas dalam pekerjaan kreatif yang Anda lakukan. Namun, dengan memahami akan keberadaan elemen-elemen tersebut, Anda bisa memilih dengan bijak elemen-elemen mana yang sebaiknya digunakan dan amna yang tidak.

Semua elemen desain di sisi tidak bersifat kaku, sehingga ada kemungkinkan Anda menemukan elemen-elemen lain yang sekiranya esensial untuk dianggap sebagai elemen desain. Karenanya, pertimbangkan elemen-elemen yang dibahas di sini sebagai pengetahuan semata, sedangkan pemanfaatan dan pengembangannya terserah Anda.

To be continued

Advertisements

Design What?

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

Design What?

Pada bab pertama ini, kita akan berbincang terlebih dulu mengenai hal-hal yang melatarbelakangi arti penting desain grafis bagi sebuah perusahaan (kantor). Sebagai pendahuluan, bab ini mempunyai arti penting untuk mengantarkan Anda dalam membangun sebuah kerangka  pikir (framework) yang pada gilirannya akan menentukan seberapa optimal Anda mampu mendayagunakan potensi yang terkandung di dalam desain grafis sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Ok, mari kita mulai.

The Grand Idea

Desain grafis, yang merupakan ekstensi seni rupa—desain visual—tak lain adalah anak kandung perkembangan teknologi modern, terutama komputer dan IT (information technology). Tak bisa dinafikkan betapa besar peranan komputer dalam merevolusi aplikasi desain dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menunjang kampanye penjualan perusahaan.

Jika beberapa dekade yang lalu masih teramat mudah kita temukan desainer yang menggunakan kertas, pensil, pulpen, rugos, penggaris, dan berbagai peralatan tulis lainnya dalam membuat sebuah desain, maka sekarang semua fungsi alat-alat tersebut telah disubsitusikan oleh sebuah peralatan bernama komputer.

Jika dengan cara manual, sebuah desain bisa membutuhkan berjam-jam waktu kerja untuk menyelesaikannya, sekarang dibutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dengan komputer. Presisi bentuk, warna, dimensi dan layout juga menjadi keunggulan komputer dalam pekerjaan desain kreatif dibandingkan metode manual. Selain itu, kemampuan simpan desain sebagai data dalam komputer menjadikannya pilihan terbaik untuk reproduksi dan storage. Benar-benar sebuah paket komplit yang tak mungkin dilewatkan oleh mereka yang bergerak di bidang desain.

Ergonomis, itulah kata kunci untuk menjelaskan esensi komputer dalam perkembangan desain grafis di dunia. Maka, jika Anda masih menemukan ada orang yang mendesain secara manual, ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu orang tersebut belum paham tentang potensi yang dimiliki komputer grafis, atau orang tersebut terlalu keras kepala untuk beralih ke teknologi baru yang lebih menguntungkan.

Tentunya Anda bukan termasuk orang seperti itu kan?

Yup, maka di sinilah Anda sekarang berada, di salah satu titik dunia desain grafis yang mahaluas, berupaya mengembangkan diri untuk meraih pencapaian kreatif paling optimal.

The Basic of Design

Ok…pertama-tama untuk bisa melakukan pekerjaan kreatif, Anda setidaknya harus memahami dulu dasar-dasar desain grafis itu sendiri. Konsep dasar yang bisa dijadikan pegangan sekaligus panduan, dalam pengerjaan sekaligus penilaian sebuah desain.

Anda tidak bisa hanya mengandalkan kreatifitas dan imajinasi semata dan berharap menghasilkan sebuah desain yang baik. Anda juga tak bisa hanya mengandalkan kemampuan teknis mengoperasikan suatu program desain dan berharap tercipta suatu desain yang menarik.

Dibutuhkan kombinasi antara pengetahuan desain, daya kreatifitas/imajinasi dan kemampuan teknis untuk bisa menghasilkan desain yang benar-benar sesuai tujuan yang diinginkan.

Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal kosep/pengetahuan desain sekaligus menjajal kemampuan teknis program desain guna menyelesaikan beberapa proyek desain yang umum digunakan untuk kepentingan perkantoran.

Dengan mengikuti tahap demi tahap proyek desain yang ada, diharapkan Anda mampu menumbuhkan sebuah pemahaman akan arti penting desain sekaligus mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan program desain guna menangani berbagai persoalan terkait desain grafis dalam lingkup kerja sehari-hari.

Sedangkan mengenai kratifitas, well penulis senantiasa percaya kalau setiap dari kita terlahir dengan kemampuan kreatif. Ada yang kemampuannya menonjol, namun ada pula yang kurang menonjol. Namun, potensi untuk kreatif senantiasa ada di setiap manusia.

Jika Anda merasa kurang mempuanyai daya kreatif, percayalah, yang Anda perlu lakukan hanya mengasahnya. Caranya dengan banyak-banyak mencermati dunia sekitar Anda, memahaminya, mengendapkannya dalam relung terdalam diri, dan tanpa Anda sadari potensi kreatifitas Anda akan tumbuh bermekaran dengan sendirinya.

Hmmm….sekarang kita mulai bicara serius. Berikut penulis akan coba menjelaskan sekilas mengenai pengetahuan dasar yang musti Anda pahami untuk bisa menciptakan desain yang baik. Kita akan bicara mengenai Elemen Desain dan Prinsip-Prinsip Desain.

To be continued…

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Kutipan dari Kata Pengantar buku CorelDraw Untuk Bisnis.

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis?

Inilah ide dasar yang terbersit di benak penulis ketika merancang buku yang sekarang ada di tangan Anda ini. Bagaimana desain grafis bisa mendukung kepentingan bisnis? Bagaimana aplikasinya secara riil? Bagaimana mendayagunakannya secara optimal untuk menunjang kampanye pemasaran suatu produk atau perusahaan?

Dengan berdasarkan pada pengalaman pribadi sebagai desainer grafis, hasil riset dan juga hasil diskusi dengan beberapa rekan, baik dari kalangan bisnis maupun sesama desainer, penulis temukan bahwa memang desain grafis mempunyai peran yang signifikan dalam kesuksesan suatu bisnis.

Desain grafis, bermain dalam pencitraan, suatu bagian dari ranah komunikalsi massa yang dijalankan oleh hampir semua bisnis. Karenanya, tak dapat dinafikkan betapa desain/visualisasi suatu pesan bisnis sangat menentukan apakah bisnis tersebut bisa berhasil atau tidak.

Untuk menjual produk atau jasa, sebuah perusahaan tak bisa hanya mengandalkan kualitas produk atau jasa itu sendiri. Namun, musti dudukung oleh komunikasi ide yang intens, dimana salah satunya melalui tampilan visual yang menarik dan representatif dengan nilai-nilai tersebut.

Nah, disinilah tantangan bagi seorang desain grafis untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Bahkan, seringkali hal ini tak cuman menjadi tanggungan seorang desainer grafis, melainakn pihak marketing suatu perusahaan, atau kalau kita bicara dalam konteks usaha kecil dan menengan (SOHO), ini menjadi tanggungjawab pebisnis itu sendiri.

Jika memang demikian, tak ada salahnya jika Anda, baik itu seorang desainer, pebisnis, pegawai kantoran, marketing atau apapun untuk mencoba menengok apa yang coba dibahas dalam buku ini.

Di sini, penulis menguak berbagai sisi pembuatan desain-desain yang paling umum dilakukan untuk kepentingan bisnis, mulai dari usaha paling kecil (usaha rumahan) hingga perusahaan multinasional.

Logo, letterhead, business card adalah beberap contoh aplikasi riil desain grafis dalam menunjang suatu bisnis. Dan itu pula proyek-proyek yang akan dicontohkan proses pembuatannya dalam buku ini.

Anda bisa mengikutinya step-by-step melalui penjelasan yang singkat, padat dan jelas, sehingga Anda pun bisa mempraktekkannya secara langsung untuk kepentingan bisnis Anda sendiri.

Selain itu, penulis sengaja memilihkan program desain CorelDRAW 12 yang terbukti tak hanya mudah digunakan (user-friendly), bahkan bagi para pemula di dunia desain, namun juga relatif ampuh untuk menangani berbagai proyek desain yang Anda butuhkan.

Jadi tunggu apa lagi. Mulailah membuka, mempelajari dan praktekkan langsung semua yang dijelaskan di buku ini. Penulis jamin Anda akan temukan banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung dalam menunjang bisnis yang Anda jalani.  Ok?

Bagi pembaca yang mempunyai kritik, saran, masukan atau sekedar ingin bertukar ide mengenai desain grafis, silahkan hubungi penulis via e-mail astayoga@gmail.com atau  atau log in di https://astayoga.wordpress.com.

Graphic & Web Design Ebook

contoh ebook desain grafis

contoh ebook desain grafis

Salah satu cara untuk belajar desain adalah dengan memperbanyak referensi. Buku desain banyak beredar di toko buku, cuman sayangnya, hampir sebagian besar buku desain di Indonesia berkisar pada panduan teknis menggunakan software desain, atau tutorial desain. Jarang yang membahas mengenai konsep atau filosofi desain. Akibatnya, banyak desainer Indonesia yang kuat secara teknis, namun secara konseptual relatif lemah–terutama mereka yang baru terjun di dunia desain atau yang baru lulus dari kampus.

situs download ebook berbayar

situs download ebook berbayar

Mau tak mau, buku-buku dari luar yang musti kita jadikan referensi lanjutan. Nah, jika bicara tentang buku desain dari luar, hal pertama yang umum terbersit adalah mahalnya harga buku tersebut. Pasti di atas ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Bukan hal yang mudah untuk mengeluarkan dana segitu “hanya” demi sebuah buku.

Kita bisa siasati dengan mencari versi ebook-nya. Ebook adalah versi elektronik dari sebuah buku, dimana konten yang sama dikemas secara digital sebagai dokumen yang bisa dibuka di komputer atau sejenisnya menggunakan software pembaca ebook, seperti Adobe Acrobat Reader.

Banyak situs di internet yang menawarkan berbagai ebook secara gratis. Di sini penulis tidak akan membicarakan sisi legalitas formal dari membaca/mengunduh ebook lewat situs-situs tersebut. Beberapa pihak akan bilang hal itu ilegal, namun banyak pula yang berapologi–termasuk penulis–bahwa demi pengetahuan, membaca atau mengunduh ebook bisa dibenarkan selama tidak diperjualbelikan. Let’s skip this part, ok?

Salah satu situs yang memungkinkan kita mengunduh ebook secara gratis adalah 4Shared.com. Bagi Anda yang banyak berkecimpung di dunia maya, nama 4Shared tentunya tak asing lagi. Termasuk salah satu situs penyimpanan file terwahid, kita bisa menemukan hampir apa saja di sana. Tidak hanya ebook, namun juga file music (mp3), video &  foto/image.

Mulailah dengan membuka situs 4Shared.com dengan mengakses alamat http://www.4shared.com pada browser Anda. Penulis menyarankan Anda menggunakan Mozilla Firefox atau Opera karena memungkin untuk meresume file download jika proses unduh yang dilakukan putus di tengah jalan.

Anda akan mendapatkan tampilan seperti terlihat di bawah ini.

halaman utama (home page) 4shared.com

halaman utama (home page) 4shared.com

Anda tak perlu daftar menjadi member jika hanya ingin mencari & mengunduh file yang ada di sana. Cukup perhatikan bagian Search Files yang ada di bagian sebelah tengah kanan halaman.

Search Files

Search Files

Yang harus Anda lakukan hanya memasukkan kata kunci (keyword) file yang mau Anda cari. Semisal, kita ingin mencari ebook mengenai Graphic Design, maka cukup ketikkan “graphic design” di sana, kemudian klik tombol Search yang ada di samping kanannya.

Maka Anda akan dapatkan hasil pencarian seperti terlihat di Gambar berikut ini.

hasil pencarian "graphic design"

hasil pencarian "graphic design"

Secara default, 4Shared akan menampilkan hasil pencarian berdasarkan popularitas file bersangkutan. Jadi, yang ada di urutan paling atas adaalah file yang paling banyak didownload.

Ok, sekarang coba klik salah satu file hasil pencarian tersebut. Sebagai contoh, penulis mengklik file “Design and Graphics – Digital Image Processing.pdf“. Anda bisa lihat bahwa file tersebut berukuran 20.354Kb atau sekitar 20Mb.

file dokumen yang akan didownload

file dokumen yang akan didownload

Begitu Anda klik link tadi, maka jendela baru akan terbuka dan menampilkan halaman file bersangkutan dengan detail infonya. Simak Gambar di bawah ini.

halaman detail dokumen

halaman detail dokumen

Perhatikan bahwa terdapat sebuah tombol Download Now. Klik tombol tersebut guna mendownload file bersangkutan. Ada baiknya, sebelumAnda memutuskan untuk mendownload, Anda baca terlebih dahulu informasi yang ada di dokumen tadi, juga komentar user-user lain yang telah mendownload. Semisal mengenai kualitas ebook-nya, ada tidaknya virus atau password dan sebagainya. Jika semua dirasa ok, klik tombol Download Now.

Begitu Anda klik Download Now, Anda akan dibawa ke halaman donwload. Namun sebelumnya, Anda akan lihat bahwa 4Shared melakukan penghitungan mundur (countdown) selama beberapa detik sebelum menampilkan link download-nya. Seperti nampak di Gambar berikut.

Countdown link

Countdown link

Tunggu hingga hitungan mundur selesai, kemudian Anda akan lihat link Click here to download the file, seperti ditunjukkan Gambar di bawah ini.

link download dokumen 4shared

link download dokumen 4shared

Klik link tersebut, dan browser Anda akan memunculkan pop-up menu lokasi penyimpanan file, seperri terlihat di Gambar berikut.

pop-up menu penyimpanan file download

pop-up menu penyimpanan file download

Klik Ok, maka proses pengunduhan akan segera dimulai.

proses download file

proses download file

Tunggu hingga proses pengunduhan selesai. Jik sudah selesai, maka Anda akan dapatkan file ebook tadi di folder lokasi penyimpanan file downlad seperti nampak di Gambar di bawah ini.

file hasil download

file hasil download

Nah, sekarang silahkan dibuka dan dibaca ebook-nya.

buka file hasil download

buka file hasil download

Silahkan dicoba sendiri, dan semoga bermanfaat.

PS. Mohon jika mendownload file apapun di 4Shared dan situs sejenisnya, tidak diperjualbelikan.

Desain Merchandise

sample merchandise

sample merchandise

Dalam kampanye brand identity suatu perusahaan atau produk, merchandise acap kali jadi metode efektif untuk dilakukan. Merchandise, termasuk dalam tipe Below The Line (BTL) advertising, yaitu upaya periklanan tanpa menggunakan media-media iklan konvesional, seperti media massa (e.g. televisi, radio, surat kabar, majalah dsb).

Pilihan Merchandise

Jika umumnya iklan dilakukan dengan memanfaatkan media massa, seperti iklan cetak di koran, iklan audio di radio, atau audio visual di televisi, maka merchandise ini memanfaatkan item-item produk yang banyak dipakai dalam kehidupan keseharian sebagai media beriklan.

Sebut saja, semisal Anda belanja ke suatu toko dan barang yang dibeli dibungkus dalam sebuah kantong plastik atau kertas dengan logo dan nama toko bersangkutan. Itu merupakan bentuk merchandise untuk promosi.
Atau mungkin Anda pernah mendapatkan kenang-kenangan pulpen, atau notes dengan nama perusahaan tertentu di atasnya, itu juga contoh merchandise promosi.

Mengapa promosi menggunakan merchandise banyak digunakan perusahaan dalam mempromosikan diri atau produknya?

Ada beberapa faktor yang sekiranya menyebabkan hal ini.

  • Personal touch (sentuhan personal)

Personal touch, atau sentuhan personal nampaknya menjadi alasan kuat mengapa merchandise dipilih sebagai salah satu media promosi. Adanya kedekatan antara perusahaan dengan audiens-nya melalui suatu barang bisa lebih terjalin karena adanya intensitas kontak antara audiens tersebut dengan merchandise sebagai reprsentasi perusahaan.

Apalagi jika barang yang dipilih sebagai merchandise digunakan secara kontinu oleh audiens bersangkutan, maka lambat laun akan tumbuh pula keterkaitan antara keduanya dan pada akhirnya menumbuhkan kedekatan emosial pula dengan perusahaan yang direpresentasikannya.

  • Diferensiasi

Diferensiasi, aau pembedaan diri dengan pihak lain juga bisa ditampilkan lewat penggunaan dan pemilihan barang sebagai merchandise untuk promosi. Alih-alih sebuah perusahaan hanya menggunakan media promosi konvesional, seperti iklan cetak di koran, perusahaan itu bisa memilih barang-barang keseharian yang unik, yang secara sadar atau tidak dipakai terus oleh konsumen dan calon konsumennya.

Perusahaan yang jeli akan memaksimalkan potensi tersembunyi dari suatu barang guna memasukkan pesan-pesan promosinya ke benak konsumen. Di sinilah diferensiasi dengan merchandise dibanding dengan pomosi menggunakan media konvesional.

  • Unconsciousness brand development

Penting juga diingat bahwa ada kecenderungan saat ini bahwa sudah terlalu banyak iklan-iklan bertebaran di mana-mana dan semuanya menyampaikan pesannya kepada konsumen. Iklan di media konvensional secara jelas menunjukkan penawaran dan janji-janji akan suatu brand, di mana lama kelamaan konsumen akan jenuh dengan bombardir pesan tiada hentinya.

Dengan memanfaatkan merchandise sebagai sarana promosi, kita bisa membangun kesadaran akan suatu brand tanpa memaksa konsumen untuk menelan pesan-pesan yang kita sampaikan.

Kita menggunakan alam bawah sadar konsumen yang sering melakukan kontak dengan merchandise tersebut guna membangun kesadaran akan keberadaan dan positioning brand kita.

  • Long lasting

Ketahanan dan jangka waktu juga bisa dijadikan pertimbangan mengapa perlu dipertimbangkan penggunaan merchandise sebagai sarana promosi. Jika kita beriklan di media konvesional, jangka waktu penayangan sangat jelas, di mana ada patokan-patokan waktu iklan kita bisa tampil. Semisal di koran penayangan iklan adalah harian, sementara di televisi atau radio berdasarkan kontrak—biasanya dengan hitungan berapa kali dalam waktu tertentu.

Nah, dengan menggunakan merchandise, Anda bisa mengharapkan jangka waktu yang lebih lama, sesuai dengan penggunaan barang merchandise itu sendiri. Selama barangnya masih digunakan oleh konsumen, Anda akan terus beriklan kepadanya dan juga ke khlayak ramai di sekitarnya.

  • Easy to use

Penggunaan merchandise juga mudah untuk dilakukan. Barang seperti pulpen, notes, mousepad adalah beberapa item yang bisa digunakan sebagai sarana promosi dan juga barang kebutuhan sehari-hari.

Kemudahan pakai semacam ini juga musti Anda jadikan bahan pertimbangan saat memilih item barang apa sebagai media promosi.

  • Biaya ekonomis

Secara ekonomis, biaya pembuatan merchandise untuk promosi terhitung relatif murah, dan sangat terjangkau untuk berbagai tipe perusahaan, bahkan untuk usaha kecil dan menengah.

To be continued….

Cube Craft

CubeCraft Wolverine

CubeCraft Wolverine

Bosen dengan mainan biasa?

Coba dech CubeCraft. Simple…tinggal print, potong lalu tempel. Ga pake lem, jadinya ga perlu khawatir belepotan. Cuman musti sedikit teliti saat motong, disarankan pake cutter, juga pas nempelin.

Cube Craft sekilas mirip dengan papercraft yang banyak ada. Namun bedanya, cube craft, sesuai namanya, mendasarkan bentuknya dari kotak (cube = kubus). Kebetulan kmaren browsing-browsing nemu link CubeeCraft, yang isinya ratusan pattern cube craft yang bisa didownload gratis.

Cube Craft bagus buat melatih konsentrasi juga ketelitian. Anak-anak maupun orang dewasa bisa mencobanya.

Gegana Sisir Wisma Bakrie I

Hari ini, Selasa 21 Juni 2009, Wisma Bakrie II mendapat ancaman bom dari penelpon tak dikenal lewat resepsionis. Menurut berita di Detik, ancaman terjadi 2 (dua) kali, jam 10 pagi & 12 siang.

Sebagai akibatnya, para karyawan yang bekerja di gedung tersebut dipulangkan cepat, serta Gegana nampak sibuk menyisir lokasi tersebut. Terutama di lantai 15, tempat Bakrie Sumatera Plantations berkantor.

Kabarnya juga, pada saat ancaman tersebut masuk, Nurdin Halid, sang Ketua PSSI tengah berada di Wisma Bakrie II. Dan segera keluar dari gedung begitu mendengar kabar ancaman bom.

Nah, setelah tak berhasil menemukan satu bom pun di Wisma Bakrie II, giliran kantorku di Wisma Bakrie I yang lokasinya tepat di sebelahnya yang disisir. Sekitar belasan petugas Gegana masuk ke Wisma Bakrie I lewat penghubung antar gedung, kemudian memeriksa basement.

Berikutnya, mereka masuk ke dalam lobby Wisma Bakrie I. Menurut pengakuan beberapa teman yang saat itu tengah ada di lobby, ada kurang lebih 3 (tiga) orang Gegana bersenjata lengkap masuk dan memeriksa beberapa sudut ruangan. Kebetulan, saat itu anak-anak komunitas fotografer Esia yang tergabung dalam Esia Pojok Foto (EPF), tengah mengadakan pameran foto anak.

Mungkin karena tertarik dengan foto-foto yang dipajang, terlihat para anggota Gegana sempat melihat-lihat foto-foto tersebut. Hehehehehe…..mo nyari bom eh malah dapetnya pameran foto…

Yang pasti, alhamdulillah tak ada bom yang ditemukan…