Satu

Sengaja pilihlah waktu malam. Saat semuanya lebih tenang. Saat tak lagi ada keberisikan di sekitar. Pilihlah malam, jika bisa lepas tengahnya. Saat di mana hanya ada keheningan.

Pilihlah tempat yang tenang. Di dalam ruangan sendiri lebih baik, namun sekiranya tak ada tempat sendrii, bolehlah di tempat manapun selama kau bisa merasa tenang. Tempat bukan hal penting, namun ia membantumu berkonsentrasi.

Baik pula jika kamu membersihkan diri sebelumnya. Ambillah air, berwudlu atau mandi sebelumnya. Pilih pakaian yang longgar & nyaman. Bersihkan pula tempat yang akan kau gunakan. Hamparkanlah kain secukupnya sebagai alas.

Mulailah dengan duduk bersila. Hadapkan wajahmu ke arah barat. Tegakkanlah punggungmu. Luruskan wajah ke depan. Letakkan kedua belah tanganmu di atas paha. Pejamkan mata, dan mulailan bernapas dengan tenang. Tarik napas lewat hidung, rasakan alirannya di dalam dada, turun ke perut, lalu hembuskan perlahan lewat mulut. Lakukankan berulang, hingga kau dapat rasakan hawa tenang mengalir di tubuhmu.

Biarkan pikiranmu bergerak bebas. Jangan paksa untuk langsung berkonsentrasi. Karena pikiran bak kawanan hewan liar, biarkan dia berlarian ke sana kemari hingga lelah. Nanti ia akan tenang sendiri.

Jika pikiranmu sudah lebih tenang, mulailah mengucapkan namaNya dalam hati. Pelan, sekali, dua kali, tiga kali, ulangi terus. Sebutkan bak Ia ada di depanmu. Sebutkan laiknya kau sebut nama kekasihmu. Ucapkan dari dalam hati, tak perlu bersuara. Ulangi hal ini selama yang kamu rasa nyaman. Jangan paksakan diri untuk fokus terus, karena fokus akan datang dengan sendirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s