Elements of Design

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

The Elements of Design

Elemen desain adalah hal pertama yang akan Anda temui saat melakukan suatu pekerjaan kreatif. Elemen desain bisa dipahami sebagai semua elemen/hal yang menyusun sebuah desain. Tak peduli apakah desain tersebut bagus atau jelek, Anda akan menemukan elemen-elemen yang serupa di dalamnya.

Elemen-elemen desain tidak hanya Anda temukan dalam desain grafis, namun hampir di sebuah bidang yang terkait dengan visualisasi, seperti seni lukis, desain artistektur dan sebagainya.

Berikut adalah elemen-elemen desain yang paling umum Anda gunakan dalam pembuatan sebuah desain:

  • Garis (Line)

Garis adalah elemen desain yang berupa obyek yang tersusun dari persambungan 2 (dua) titik. Garis hanya mempunyai 1 (satu) dimensi saja, karena garis mempunyai dimensi panjang namun tidak mempunyai dimensi lebar.

Simak Gambar 1.1. berikut ini.

garis (line)

garis (line)

  • Bentuk (Shape)

Bentuk adalah elemen desain yang berupa obyek yang mempunyai area tertentu. Bentuk bisa berupa obyek geometris—kotak, lingkaran, poligon—atau obyek organik—berbentuk bebas.

Perhatikan Gambar 1.2.

basic shapes

basic shapes

Bentuk suatu obyek dibuat bukan tanpa tujuan, karena di balik suatu bentuk tersimpan makna. Dalam bentuk-bentuk geometris dasar pun terdapat makna universal, yang sekiranya bisa Anda adopsi atau gunakan sesuai kebutuhan Anda. Kita ambil contoh 3 (tiga) obyek geometris paling dasar, yaitu lingkaran, kotak dan segitiga.

–        Lingkaran, umum dimaknai sebagai representasi keabadian, keamanan, jaminan, keberlangsungan, siklus dan sebagainya. Sehingga jelas bagi Anda, kalau ingin mengungkapkan makna-makna demikian, Anda bisa mendayagunakan obyek dasar lingkaran.

–        Kotak, dalam variannya seperti bujur sangkar, persegi panjang ataupun limas, merepresentasikan makna stabilitas, kesetaraan, serta terkadang kejujuran. Kotak juga bisa dimaknai sebagai simbol ketegasan, kepastian, keseriusan dan hal-hal yang bisa diprediksikan. Oleh sebabnya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang-bidang seperti perbankang, jasa asuransi, penyedian layanan jasa dan sebagainya menggunakan obyek dasar kotak dalam desain-desainnya.

–        Segitiga, banyak dimaknai sebagai simbol semangat, kerja keras, keberanian untuk mencoba, berekplorasi, kreatif dan maju. Bahkan sejak jaman purba, segitiga digunakan untuk merepresentasikan api, suatu kekuatan alam yang membara, yang darinya manusia mendapatkan cahaya, kehangatan dan perlindungan dari kegelapan di sekitarnya. Karenanya, jika Anda ingin menonjolkan nilai-nilai seperti di atas, maka tak perlu ragu-ragu memanfaatkan obyek dasar segitiga.

  • Arah (Direction)

Arah adalah elemen desain yang berupa orientasi obyek garis pada suatu bidang desain. Terdapat 3 (tiga) tipe arah obyek garis, yaitu arah horisontal (mendatar), arah vertikal (tegak) dan arah oblique (berdasarkan sudut/kemiringan tertentu).

Lihat pada Gambar 1.3. berikut ini.

arah (direction)

arah (direction)

  • Ukuran (Size)

Ukuran adalah elemen desain yang mengacu pada area yang digunakan untuk membentuk suatu obyek. Ukuran juga mengacu pada perbandingan antara satu obyek dengan obyek lain. Ukuran juga mengarah pada penggunaan ruang (space), di mana pembuatan suatu obyek akan menciptakan ruang positif (positive space), dimana pada saat bersamaan tercipta pula ruang negatif (negative space), yaitu area di luar area obyek.

Lihat pada Gambar 1.4.

arah (direction)

ukuran (size)

  • Tekstur (Texture)

Tekstur adalah elemen desain yang mengacu pada kualitas permukaan suatu obyek. Kualitas permukaan yang dimaksud baik secara fisik maupun nonfisik. Seperti halus, kasar, lembut dan sebagainya.

Simak Gambar 1.5.

tekstur

tekstur

  • Warna (Color)

Warna, umum juga disebut dengan istilah Hue, adalah elemen desain yang menunjuk pada bagaimana suatu cahaya dipantulkan pada permukaan obyek dan diterima oleh mata manusia. Warna memainkan peranan sangat penting dalam desain, bahkan jika warna yang digunakan hanyalah warna hitam dan putih.

Lihatlah pada Gambar 1.6.

warna (colors)

warna (colors)

  • Nilai (Value)

Nilai, yang juga disebut Tone, adalah kualitas keterangan (brightness) atau kegelapan (darkness) suatu warna. Elemen nilai ini memungkinkan Anda untuk menciptakan kekontrasan hanya dengan membedakan 2 (dua) obyek yang memiliki warna sama namun dengan tone yang berbeda.

Perhatikan Gambar 1.7. di bawah ini.

nilai (value)

nilai (value)

Mungkin, Anda tidak menggunakan semua elemen desain di atas dalam pekerjaan kreatif yang Anda lakukan. Namun, dengan memahami akan keberadaan elemen-elemen tersebut, Anda bisa memilih dengan bijak elemen-elemen mana yang sebaiknya digunakan dan amna yang tidak.

Semua elemen desain di sisi tidak bersifat kaku, sehingga ada kemungkinkan Anda menemukan elemen-elemen lain yang sekiranya esensial untuk dianggap sebagai elemen desain. Karenanya, pertimbangkan elemen-elemen yang dibahas di sini sebagai pengetahuan semata, sedangkan pemanfaatan dan pengembangannya terserah Anda.

To be continued

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s