The Godfather

The Godfather

I’m a movie freak. Yeah, meaning I love movies a lot. And the best movie in my opinion is none other than The Godfather.

Film besutan Francis Ford Coppola tahun 1972 ini benar-benar luar biasa. Diangkat dari novel laris dengan judul yang sama, The Godfather, karya Mario Puzo. Film ini bagian pertama dari trilogi The Godfather, dan bisa dibilang bagian terbaik dari ketiganya. Meski, sequel-nya tak kalah bagus.

Sesuai dengan judulnya, film ini berkisah tentang kehidupan keluarga sang Godfather, pimpinan mafia asal Italia di Amerika Serikat pada era 40-50an. Godfather adalah istilah yang digunakan di kalangan Italia-Amerika untuk menyebut seorang pemimpin mafia yang disegani. Baik karena rasa hormat maupun rasa takut. Hubungan patron-klien yang unik plus mengerikan, dalam konteks mafia tak beda dengan organisasi kriminal lainnya, dimana kekerasan adalah hal yang umum digunakan.

Sang Godfather tua, Vito Corleone, seorang Don, pemimpin keluarga mafia, yang amat disegani. Namun tengah menghadapi tantangan dari keluarga mafia lain dikarenakan perselisihan bisnis narkotika. Karena hal itu pula dia dihunjani tembakan sehingga musti dirawat di rumah sakit. Sonny, anak tertuanya yang emosional membalas serangan tersebut dan membunuh anak sulung keluarga mafia pesaing. Konflik berlanjut dengan Sony mati diberondong senapan mesin setelah terjebak saat mendengar adiknya mengalami kekerasan rumah tangga.

Ternyata, konspirasi ini didalangi oleh keluarga mafia pesaing plus kepala polisi, sehingga masalah bertambah rumit. Michael, putra termuda Vito yang awalnya tidak terlalu dianggap dalam keluarga, dan tak punya niatan mengikuti jejak bisnis hitam ayahnya, terpaksa turun tangan dan membereskan semua masalah. Atas nama cinta & pengabdian kepada keluarga, Michael berhasil menjalankan plot pembersihan musuh-musuh keluarganya. Dan akhirnya, Michael-lah yang meneruskan tampuk kepemimpinan keluarga mafia Corleone. Michael lah sang Godfather berikutnya.

Yang membedakan The Godfather dari film-film bergenre mafia sebelumnya adalah pendekatan romantik-nya. Jika film-film mafia lain cenderung menonjolkan eksesifitas kekerasan dalam kehidupan para mafioso, maka The Godfather mengangkat sisi emosional & manusiawi para mafioso itu sendiri.

Film ini mengeksplorasi hubungan antar personal anggota keluarga Corleone, hubungan mereka dengan orang lain, terutama lingkar dalam bisnis mafia dan juga dengan orang-orang lain dalam “perlindungan” mereka. Seperti dalam adegan pembukaan film di mana seorang pengurus mayat (undertaker) bernama Bonassera, menghadap Don Vito di hari pernikahan anak perempuannya, memohon bantuan untuk membalaskan kejahatan yang menimpa anak perempuannya oleh 2 orang pemuda Amerika dan tidak dihukum.

Don Vito menunjukkan empati namun juga kekerasan jiwanya di saat dia mempertanyakan kedatangan Bonassera yang sebelumnya tidak pernah mau mengenal atau menghormatinya, dan baru datang di saat pihak berwajib ternyata meninggalkannya.

Eksplorasi kekerasan tentunya tak bisa dihilangkan dari film ini, toh ini film bergenre mafia. Simak bagaimana dengan vulgarnya adegan Sony diberondong senapan mesin atau saat Michael menembak dalam jarak dekat kepala polisi yang menjadi backing musuhnya. Atau juga saat Jack Woltz, sang produser film, yang tak mau memberi peran kepada anak angkat Don Vito, terbangun di tempat tidurnya yang penuh genangan darah dari kepala kuda kesayangnya yang telah terpotong.

Namun, sekiranya ada satu hal yang menjadikan film ini amat layak disebut film terbaik adalah keseluruhan film itu sendiri. Mulai dari cerita, sinematografi, pilihan aktor, scoring musiknya dan sebagainya.

Memang ada kritik tak kalah keras juga, bahwa film semacam Godfather ini seperti melakukan glorifikasi (pemujaan) terhadap kultur kekerasan mafia dan sejenisnya. Sampai titik tententu hal tersebut ada benarnya. Namun balik lagi ke kita sebagai penontonnya.

Enjoy the movie.

One thought on “The Godfather

  1. Pingback: My Movies Collection | Hasto Suprayogo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s