Kisah Di Balik Lambang Nahdlatul Ulama

Siapa di negeri ini tak kenal dengan Nahdlatul Ulama. Organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, dengan puluhan juta muslim bernaung di bawah benderanya. Ormas yang akrab disebut NU ini didirikan pada 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur oleh K.H. Hasjim Asy’ari.

Namun saya tidak akan berbicara panjang lebar tentang NU sebagai organisasi atau gerakan sosial keagamaan yang diusungnya. Melainkan, saya akan membahas tentang lambang atau logo organisasi yang memayungi kaum nahdliyin atau sering disebut kaum sarungan ini.

Logo Nahdlatul Ulama

Logo Nahdlatul Ulama ini bisa dibilang salah satu contoh logo dengan kekuatan visual yang tak lekang ditelan jaman. Logo yang ditampilkan ke publik pertama kali pada 9 Oktober 1927 ini masih terasa up to date di masa sekarang. Simbolisme yang digunakan, berupa bola dunia, tali, sembilan bintang serta kaligrafi arab Nahdlatul Uama berwarna putih serta latar belakang hijau amat kuat menyampaikan visi dan misi organisasi yang memperjuangkan nilai-nilai ahlus sunnah wal jamaah ini.

Jika Anda bertanya, bagaimana ormas Islam tradisional tanah air di masa pra kemerdekaan bisa memiliki logo atau lambang sekuat ini, jawabannya tak lepas dari figur di balik pembuatan logo Nahdlatul Ulama tersebut.

KH Ridlwan Abdulloh

Adalah KH Ridlwan Abdulloh, atau ada yang menulis KH Ridwan Abdullah, pencipta logo NU. Tokoh pendidik yang lahir pada 1 Januari 1884 di Bubutan, Surabaya ini sempat nyantri di berbagai pondok pesantren di Jawa dan Madura, bahkan sempat bermukim dan belajar agama di tanah suci selama beberapa tahun.

Beliau aktif mengisi pengajian di berbagai tempat di seputar Surabaya serta menjadi pengajar di pondok pesantren Madrsaah Nahdlatul Wathan. Di masa revolusi, KH Ridlwan Abdulloh aktif tergabung dalam Laskar Sabilillah mengangkat senjata melawan kolonial Belanda.

Yang lebih menarik lagi dari beliau, selain dikenal mempunyai ilmu agama nan luas, KH Ridlwan Abdulloh juga berbakat di bidang seni, khususnya kaligrafi arab dan arsitektur. Bakat yang akhirnya menjadikan beliau diberi mandat oleh KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama untuk merancang lambang organisasi Nahdlatul Ulama. Butuh waktu sekitar satu setengah bulan untuk beliau menyelesaikan tugastersebut dan hasilnya sungguh luar biasa.

Ditampilkan pertama kali saat Muktamar NU ke-2 di Surabaya pada 9 Oktober 1927 bertempat di Hotel Peneleh, lambang ini langsung memikat hati tokoh dan warga nahdliyin. Sebuah majelis khusus dibentuk untuk mengkaji makna lambang tersebut.

Di hadapan majelis, KH Ridlwan Abdulloh memaparkan filosofi lambang Nahdlatul ulama buatannya. Tali yang melingkari bumi melambangkan ukhuwah islamiyah kaum muslimin seluruh dunia. Untaian tali yang berjumlah 99 melambangkan Asmaul Husna. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Besar Muhammad Saw. Empat bintang kecil samping kiri dan kanan melambangkan Khulafa’ur Rasyidin, dan empat bintang di bagian bawah melambangkan madzhabul arba’ah (empat madzhab). Sedangkan jumlah semua bintang yang berjumlah sembilan melambangkan Wali Songo.

Yang tak kalah menarik adalah, inspirasi pembuatan lambang Nahdlatul Ulama. Di depan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Ridlwan Abdulloh mengisahkan bahwa sebelum merancang lambang NU, beliau melakukan shalat istikharah untuk memohon petunjuk dari Allah SWT, praktek yang lazim dilakukan umat Islam. Tak selang berapa waktu, beliau mendapat petunjuk lewat mimpi di mana KH Ridlwan Abdulloh melihat bentuk lambang di langit nan cerah. Dari sinilah kemudian beliau menuangkan dalam rancangan lambang Nahdlatul Ulama.

KH Ridlwan Abdulloh sendiri terus berkiprah dalam membesarkan Nahdlatul Ulama. Beliau sempat menjadi anggota A’wan Syuriyah PBNU serta pengurus Syuriyah NU Cabang Surabaya. Figur yang juga merancang arsitektur Masjid Masjid Kemayoran Surabaya ini berpulang pada 1962 dan dikebumikan di pemakaman Tembok, Surabaya.

Makam KH Ridlwan Abdulloh

Sebuah pembelajaran luar biasa bagi kita semua, khususnya yang berkecimpung di dunia kreatif. Pembuatan logo atau lambang tidak boleh lepas dari spirit organisasi bersangkutan. Juga, bagaimana seorang designer mendapatkan inspirasi rancangannya bisa beragam, salah satunya lewat jalur metafisik berdasarkan kepercayaan masing-masing.

sumber: http://hastosuprayogo.com/2017/02/10/kisah-di-balik-lambang-nahdlatul-ulama/

Advertisements

Tracing Foto Soekarno Dengan Adobe Illustrator

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tutorial Tracing Foto Dengan Illustrator yang penulis post sebelumnya di blog ini.

Ilustrasi Vector Soekarno

Di antara semua hasil tracing foto yang penulis pernah buat, tracing foto Presiden Soekarno dengan gaya line art yang paling banyak disuka. Hal ini penulis temukan dari banyaknya reproduksi desain tersebut di berbagai tempat dan media. Mulai dari sticker, tshirt, spaduk hingga ubul-umbul saat peringatan 17 Agustus.

Secara pribadi, penulis senang dengan antusiasme banyak orang atas karya sederhana ini. Selalu menggembirakan jika hal yang kita lakukan memberi manfaat bagi banyak pihak. Kadang, saat menemukan reproduksi  tersebut, penulis tersenyum sendiri. It’s nice.

Anyway, masih terkait soal ilustrasi  Presiden Soekarno gaya line art, penulis akan membagi teknik pembuatannya. Di tulisan kali ini, Anda akan diajak melakukan tracing foto Presiden Soekarno untuk menghasilkan ilustrasi vector seperti yang pernah penulis buat.

Kali ini penulis menggunakan software Adobe Illustrator CC 2015. Anda bisa menggunakan software serupa, meski tidak harus versi yang sama. Secara general, versi Illustrator manapun yang Anda pakai, teknik yang diajarkan di sini kurang lebih sama.

Ok, mari kita mulai. Anda bisa terlebih dulu mengunduh foto Presiden Soekarno di sini. Simpan di harddisk untuk nantinya kita gunakan dalam desain tracing.

  • Buka program Adobe Illustrator CC 2015. Buat dokumen kerja baru dengan memilih menu File > New, atau tekan tombol Ctrl + N.

tracing-soekarno01

Pada kotak dialog New Document beri nama ‘Soekarno’, pilih Size: A4 dan Orientation: Landscape.

tracing-soekarno02

Klik Ok dan Anda akan mendapatkan dokumen kerja baru seperti Gambar berikut ini

tracing-soekarno03

  • Setelah dokumen kerja siap, langkah pertama yang Anda musti lakukan adalah mengimpor foto Presiden Soekarno yang tadi sudah didownload ke dalam dokumen. Caranya, pilih menu File > Place, kemudian navigasikan ke lokasi penyimpanan file foto yang dimaksud, kemudian klik Place.

tracing-soekarno04

Saat Anda mengklik Place, di kursor mouse Anda Nampak kotak kecil berisi foto yang diimpor. Arahkan kursor mouse di ujung kiri atas dokumen kerja, kemudian klik kiri mouse Anda untuk menempatkan foto Presiden Soekarno di dokumen kerja. Perhatikan Gambar berikut.

tracing-soekarno05

Untuk memudahkan pekerjaan tracing kita butuh mengunci foto supaya tidak teredit tak sengaja. Caranya dengan mengaktifkan fasilitas lock pada Palette Layers. Jika Palette Layers belum muncul Anda bisa mengaksesnya lewat menu Window > Layers.

Perhatikan di Palette Layers terdapat Layer 1 yang berisi foto Presiden Soekarno. Untuk menguncinya, arahkan kursor mouse Anda di antara icon mata dan icon segitiga. Kemudian klik kiri mouse Anda dan Layer 1 akan terkunci yang ditandai dengan icon kunci.

tracing-soekarno06

Setelah Layer 1 terkunci, kita butuh membuat layer baru untuk melakukan tracing. Caranya klik icon Create New Layer. Sebuah layer baru bernama Layer 2 muncul di atas Layer 1 (foto Soekarno).

tracing-soekarno07

  • Aktifkan Pen tool  tool_pen di Toolbox Adobe Illustrator, kemudian masih di Toolbox, nonaktifkan warna isi (Fill) dengan mengklik icon None, kemudian ubah warna Stroke menjadi Oranye (C:0, M: 80, Y: 95, K:0).

tracing-soekarno08

Kita akan mulai melakukan tracing. Untuk memudahkan proses tracing, perbesar tampilan (zoom in) dokumen dengan menekan tombol Ctrl + (+). Sebagai panduan, mulai tracing di bagian mata. Karenanya, fokuskan zoom di bagian mata foto Presiden Soekarno.

tracing-soekarno09

Kita mulai tracing dengan membuat garis mata. Dengan Pen tool aktif, klik kiri kursor mouse Anda tepat di ujung kiri mata kiri Presiden Soekarno (sisi kanan Anda). Arahkan mouse Anda ke bagian tengah atas, kemudian sambil mengklik Tarik mouse Anda ke samping kanan sehingga terbentuk garis lengkung. Usahakan lengkungan Pen tool sesuai dengan kontur garis mata atas Presiden Soekarno.

tracing-soekarno10

Lanjutkan dengan mengklik ujung kanan garis mata. Anda bias menarik mouse untuk memastikan garis yang terbentuk sesuai lengkungan mata. Klik ulang pada titik ujung kanan yang baru saja Anda buat untuk menonaktifkan handler lengkungan.

tracing-soekarno11

Lanjutkan membuat lengkungan dengan mengklik titik di bawah titik tengah sambil menarik mouse. Ikuti kontur garis mata, lanjutkan hingga titik awal bertemu dengan titik akhir Pen tool Anda, seperti nampak pada Gambar berikut.

tracing-soekarno12

Jika sudah, selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan step pertama tracing.

  • Berikutnya, seperti teknik yang diajarkan di atas, lakukan tracing pada bagian mata berikutnya, yaitu bola mata, garis lengkung mata bawah dan jangan lupa kelopak mata. Sebagai patokan, gunakan kontur gambar pada foto sebagai panduan.

Simak tracing bagian mata lainnya yang penulis buat berikut ini.

tracing-soekarno13

Jika Anda temui ada bagian warna putih pada mata, seperti di bagian kanan atas bola mata di foto Presiden Soekarno ini, Anda bisa membuat obyek lingkaran sesuai warna putih, kemudian seleksi obyek tersebut dan obyek bola mata di belakangnya dengan Selection tool pada Toolbox, lalu lewat Palette Pathfinder (Window > Pathfinder) lakukan pemotongan dengan mengklik icon Minus Front.

tracing-soekarno14

Simak Gambar berikut untuk melihat tracing obyek mata sebelah kanan yang penulis lakukan.

tracing-soekarno15

Untuk melihat progress tracing yang Anda lakukan, coba seleksi sema obyek trace yang sudah dibuat dengan memilih menu Select > All atau tekan tombol Ctrl + A, lalu balik warna Fill & Stroke dengan menekan tombol Shift + X. Kemudian nonaktifkan Layer 1 (foto Presiden Soekarno) di Palette Layers dengan mengklik icon mata. Lihat hasilnya berikut ini.

tracing-soekarno16

  • Selanjutnya, ulangi teknik di atas untuk melakukan tracing pada obyek-obyek yang ada di foto Presiden Soekarno. Ingat, jangan terburu-buru, gunakan kontur gambar sebagai panduan, dan cek hasil tracing per obyek untuk melihat progress tracing yang Anda lakukan.

Progress tracing bagian mata kanan dan kiri.

tracing-soekarno17

Progress tracing hidung dan bibir.

tracing-soekarno18

Progress tracing telinga dan kopiah.

tracing-soekarno19

Progress tracing seluruh bagian foto Presiden Soekarno.

tracing-soekarno20

Akhirnya, simak hasil akhir tracing foto Presiden Soekarno berikut ini. Penulis mengubah warna Fill menjadi hitam.

tracing-soekarno21

Jika Anda tertarik mendapatkan file AI (Adobe Illustrator) tracing Presiden Soekarno, silahkan kirim email kepada penulis dengan subject ‘Tracing Soekarno’.

Selamat mencoba, selamat bereksplorasi.

Yuk Mengenal Photoshop

Tulisan ini diambil dari buku Photoshop Untuk Pekerja Kantoran karya penulis yang diterbitkan Elexmedia Komputindo.

Mengenal Photoshop

Adobe Photoshop CS3

Adobe Photoshop CS3

Ada ungkapan, “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, yang tentunya kita semua familier. Ungkapan tersebut tak hanya berlaku pada hubungan antarmanusia, namun juga pada hal-hal lain, salah satunya software komputer.

Saya akan mengajak Anda, untuk mengenal lebih dekat Adobe Photoshop, atau umum disebut Photoshop. Dengan harapan, setelah Anda lebih kenal, Anda akan paham apa saja kemampuan serta kegunaannya. Sehingga pada akhirnya, Anda bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk menunjang pekerjaan sehari-hari sebagai seorang pekerja kantor.

Mengapa Memilih Photoshop?

Mungkin ada di antara Anda yang bertanya, mengapa memilih Photoshop?

Well, alasannya bisa beragam, namun yang pasti Photoshop adalah software pengolah grafis raster terbaik yang ada di pasaran hingga saat ini. Jika Anda butuh melakukan editing foto atau image bitmap, Photoshop adalah pilihan pertama dan utama yang direkomendasikan oleh designer grafis profesional. Penulis sendiri adalah seorang praktisi creative design dengan lebih dari 12 tahun pengalaman, dan selama ini, Photoshop menjadi salah satu tool kerja profesionalnya.

Apa Itu Photoshop?

photoshop09

Mungkin ada di antara Anda yang masih bingung, sebenarnya Photoshop itu apa? Hal ini bisa dipahami dengan begitu banyaknya software komputer di luar sana, tidak semua orang, khususnya yang bukan pekerja kreatif atau yang tidak pernah berurusan dengan editing foto, paham akan Photoshop.

Ok, sebagaimana disebut sebelumnya, Photoshop, adalah pengolah grafis raster buatan Adobe Systems, Inc, sebuah perusahaan software terkemuka berbasis di California, Amerika Serikat.

Sejak kemunculannya di tahun 1988, Photoshop menjadi standar software pengolah grafis bitmap di dunia.

Keunggulan Photoshop

Berikut adalah beberapa keunggulan utama Photoshop:

  • Kelengkapan Fitur & Fasilitas

Photoshop mempunyai beragam fitur dan fasilitas yang memungkinkan pekerjaan kita menjadi mudah, praktis dan dengan hasil optimal.

Fitur utama seperti layer, alpha channel, path, history log, filters, color modes, vector editing hingga kemampuan ekspor ke beragam format file menjadikannya andalan.

  • Fleksibilitas Penggunaan

Penggunaan Photoshop sangat fleksibel. Untuk beragam tipe pekerjaan, Anda bisa menggunakan beragam tool dan fasilitas yang ada, semisal desain untuk cetak, web, animasi dan sebagainya.

Selain itu, Photoshop memungkinkan Anda mengatur sendiri tampilan kerja program dan melakukan kustomisasi menu, shortcut dan sebagainya.

  • Integrasi Dengan Program Lain (Adobe)

Yang sangat menarik dari Photoshop, utamanya dimulai dari seri Creative Suite (CS), adalah integrasinya yang semakin baik dengan program-program lainnya, utamanya buatan Adobe, seperti Illustrator, InDesign, After Effects dan sebagainya.

Artinya, ketika Anda bekerja di Photoshop, hasilnya bisa digunakan secara fleksibel di pekerjaan lain menggunakan program lain dari Adobe tanpa kehilangan kualitas dan kemampuan editingnya.

Seri Photoshop Yang Mana?

photoshop10

Sejak kemunculannya di tahun 1988, Adobe telah meluncurkan 15 seri Photoshop. Yang terbaru, di tahun 2014, dirilis seri Photoshop CC (Creative Cloud). Seri CC merupakan kelanjutan dari seri Photoshop CS (Creative Suite) yang keluar di tahun 2003 hingga 2013.

Seri manapun yang Anda gunakan, sebenarnya tidak terlalu masalah. Karena secara esensial, fitur-fitur utama Photoshop yang akan Anda gunakan tidak banyak berubah. Karenanya, khusus untuk buku ini, penulis menggunakan Adobe Photoshop CS3 sebagai contoh. Anda bisa menyesuaikan dengan seri Photoshop yang Anda gunakan.

Secara personal, penulis lebih menyarankan penggunaan versi CS dibandingan CC, karena kelengkapan fiturnya yang tidak kalah, namun dengan ukuran program yang lebih fleksibel.

Ok, mari kita mulai menyimak seperti apa Photoshop CS3 dan ada apa saja di dalamnya. Tujuannya untuk memberi Anda gambaran serta kemampuan teknis menggunakan fitur dan fasilitas yang ada di dalamnya dalam bekerja.

Interface Adobe Photoshop CS3

Saat Anda membuka program Adobe Photoshop CS3, berikut adalah tampilan interface (antarmuka) nya.

Tampilan antarmuka Photoshop CS3

Tampilan antarmuka Photoshop CS3

Jika Anda perhatikan, terdapat beberapa fitur dan fasilitas utama di dalamnya.

Menu Bar

Menu bar adalah kumpulan menu-menu yang ada di Photoshop. Terdiri dari 10 (sepuluh) menu utama, dan masing-masing di dalamnya terdapat submenu masing-masing. Menu-menu tersebut adalah: File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, Analysis, View, Window dan Help.

Perhatikan Gambar di bawah ini.

Fasilitas Menu Bar

Fasilitas Menu Bar

Untuk memunculkan sebuah menu, Anda cukup mengklik menu bersangkutan, dan submenu di dalamnya akan muncul. Jika Anda perhatikan Gambar di atas, penulis mengklik menu Image > Mode > RGB Color.

Perhatikan bahwa di submenu Mode terdapat segitiga hitam di ujung kanannya, ini menunjukkan adanya submenu di dalamnya. Berbeda dengan menu lain seperti Duplicate atau Image Size yang tidak mempunyai submenu.

Saat Anda memilih sbuah menu, dimungkinkan adanya pilihan tambahan. Pilihan tambahan ini berupa dialog box (kotak dialog), di mana Anda bisa memasukkan nilai tertentu atau memilih parameter yang ada di dalamnya.

Perhatikan contoh dialog box untuk menu Image > Image Size berikut ini.

Dialog box menu Image Size

Dialog box menu Image Size

Toolbar

Toolbar adalah fasilitas di mana semua tool (alat) kerja Anda berada. Photoshop memberi Anda beragam tool untuk mengerjakan beragam fungsi, seperti menyeleksi, menggambar, mewarnai, menuliskan teks dan sebagainya. Lihat Gambar di bawah ini.

Fasilitas Toolbar

Fasilitas Toolbar

Jika Anda perhatikan, terdapat beragam tool (alat) di mana mereka dikelompokkan menjadi beberapa kategori untuk memudahkan Anda dalam menggunakannya.

Kelompok tool tersebut adalah:

  • Selection tools

Terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk melakukan seleksi area gambar (image), seperti Move tool, Rectangular Marquee tool dan sebagainya.

  • Crop and slice tools

Terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk melakukan cropping (pemotongan) area gambar (image) dan slicing (pemotongan area untuk diekspor menjadi halaman web).

  • Retouching tools

Sesuai namanya, kelompok ini terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk melakukan retouching (manipulasi) gambar (image). Seperti misalnya menghilangkan warna merah pada mata, menghaluskan kulit  dan lain sebagainya.

  • Painting tools

Terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk menggambar (melukis) di Photoshop. Sangat berguna saat Anda melakukan editing foto, atau benar-benar menggambar di Photoshop.

  • Drawing and type tools

Sedikit berbeda dengan kelompok Painting tools, Drawing and type tool berisi tool-tool untuk membuat obyek-obyek gambar yang tidak bisa dibuat dengan painting tools serta untuk membuat dan mengedit teks atau tulisan.

  • Annotation, measuring and navigation tools

Terdiri dari tool-tool yang membantu Anda membuat catatan, pengukuran panjang obyek dan navigasi saat bekerja di Photoshop.

Options Bar

Options bar adalah fasilitas yang memberikan pilihan tambahan untuk setiap tool (alat) yang Anda pilih. Pilihan tambahan ini memungkinkan Anda mengontrol penggunaan tool bersangkutan sehingga pekerjaan Anda lebih efektif.

Untuk setiap tool Anda akan temukan Options bar memunculkan pilihan tambahan yang berbeda. Semisal, di bawah ini adalah tampilan Options bar untuk Rectangular Marquee tool.

Options bar untuk Rectangular Marquee tool

Options bar untuk Rectangular Marquee tool

Document Window

Document window adalah bagian paling penting dari pekerjaan Anda di Photoshop. Ini adalah dokumen kerja, di mana gambar (image) yang Anda buat, edit dan desain berada. Anda bisa membuat dokumen baru, atau membuka file gambar (image) yang sudah ada sebelumnya.

Panels

Panel adalah fasilitas yang memungkinkan Anda memaksimalkan penggunaan tool, teknik dan efek yang dihasilkan di Photoshop. Terdapat beragam panel dengan berbagai kegunaan dan fungsinya masing-masing. Panel-panel utama yang sebaiknya Anda perhatikan adalah: Layers, Channels, History, Character dan Color.

Guna menampilkan dan atau mengakses panel yang Anda inginkan bisa melalui menu Window > [Panel], atau dengan mengklik jendela panel di sebelah kanan area kerja Anda. Simak Gambar di bawah ini.

Aneka Panel di Photoshop

Aneka Panel di Photoshop

Docks of Panels

Docks of Panels adalah sekumpulan Panel yang diminimize dan disusun berurutan di sebelah kanan area kerja untuk memudahkan Anda dalam mengaksesnya. Ditampilkan sebagai icon di mana saat Anda klik akan menampilkan box panel bersangkutan.

Simak Gambar berikut.

 Fasilitas Docks of Panels

Fasilitas Docks of Panels

Fasilitas-fasilitas di atas adalah bagian utama yang sebaiknya Anda kuasai. Masih banyak fasilitas dan fitur tambahan lainnya untuk Anda eksplorasi sejalan dengan seringnya menggunakan Photoshop. Namun sekiranya sekarang, informasi di atas relatif cukup untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang akan dibahas di bab-bab selanjutnya.

Sekiranya Anda tertarik mengeksplorasi lebih detail setiap fasilitas dan fitur yang ada, Photoshop CS3 melengkapi Anda dengan menu Help, yang berisi detail informasi teknis. Anda bisa mengaksesnya dengan memilih menu Help > Photoshop Help.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Jika Anda menemui kesulitan dalam mempelajari Photoshop, silahkan hubungi saya lewat email.

Memaknai Ungkapan Inspirasional Tokoh

Beberapa waktu ini saya tengah mengerjakan sebuah project pribadi, di sela waktu bekerja demi klien. Project pribadi tersebut adalah merancang desain ungkapan inspirasional tokoh-tokoh yang saya kagumi. Beberapa di antaranya telah saya posting di Linkedin.

Ada sebuah niatan sederhana di balik pengerjaan project pribadi tersebut. Saya ingin berbagi ungkapan-ungkapan para tokoh yang banyak menginspirasi saya dan berharap Anda-Anda mungkin akan merasakan inspirasi yang sama.

Saya percaya salah satu cara terbaik belajar adalah dengan menyerap pemahaman & kebijaksanaan orang-orang yang telah terlebih dulu menjalani kehidupan. Dari pengalaman mereka kita mendapatkan panduan. Mengambil pelajaran, menyerap yang baik, menyesuaikannya dengan kondisi hidup kita dan menggunakannya untuk menghadapi tantangan yang kita temui.

Berikut beberapa ungkapan tokoh yang saya buat desainnya.

Ridwan Kamil Tentang Kreatifitas

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Arsitek yang sekarang menjabat Walikota Bandung ini banyak berbicara tentang pentingnya kreatifitas dalam pekerjaan dan kehidupan. Saat dia mengisi acara Tedx Jakarta, dia berbicara tentang pengalamannya dan pembelajaran yang dia dapat selama ini. Dan ada satu bagian yang sangat berkesan bagi saya, ketika dia bercerita tentang seorang nenek yang “mengkritik” para akademisi, orang pintar, pejabat dan sejenisnya, bahwa mereka kurang mampu memberikan solusi riil terhadap masalah-masalah yang dihadapi rakyat.

Ridwan Kamil men-summary bahwa kreatifitas mustinya tidak hanya digunakan untuk memuaskan hasrat pribadi & kelompok, namun lebih penting kreatifitas harus mampu merubah masyarakat menjadi lebih baik.

Ignasius Jonan Tentang Pelayanan

Ignasius Jonan

Ignasius Jonan

Tokoh kedua yang saya kagumi adalah Ignasius Jonan, CEO PT. KAI. Dia berhasil melakukan transformasi luar biasa terhadap kinerja & budaya korporasi BUMN pengelola layanan transportasi kereta api. Bagi Anda yang pernah naik kereta api di Indonesia sebelum tahun 2005 pasti paham betapa berbedanya layanan perusahaan plat merah tersebut.

Saya pribadi adalah pengguna kereta api, karena saya bekerja di Jakarta sementara keluarga tinggal di Semarang. Hampir setiap 2 minggu sekali saya pulang kampung. Dan kereta api adalah pilihan transportasi utama saya.

Jika dulu, naik kereta api adalah mimpi buruk. Bahkan jika Anda naik kereta kelas eksekutif. Beberapa kali saya mengalami naik kereta ekskutif tanpa tempat duduk. Yup, tanpa tempat duduk, karena tiket dengan tempat duduk sudah habis, dan yang tersedia tanpa tempat duduk. Jadi di mana kami, saya & rekan penumpang senasib, berada, kami menghabiskan waktu perjalanan di ruang antar gerbong.

Jangan tanya yang kelas bisnis atau ekonomi. Dijamin Anda tidak akan bisa beristirahat tenang meski mendapatkan tempat duduk. Karena kondisi kereta yang relatif kotor, penuh sesak, asap rokok di mana-mana dan pastinya pedagang kaki lima yang tidak ada habisnya bolak-balik menjajakan dagangannya.

Namun, sejak Ignasius Jonan memegang kendali perubahan dramatis berlangsung. Nah, satu ungkapan Pak Jonan yang saya anggap menginspirasi adalah ungkapan di atas, bahwa target pekerjaan adalah kepentingan/kepuasan stakeholders, dalam hal ini bisa berupa publik, perusahaan, pihak lain dan sebagainya. Sedangkan kita sendiri tidaklah sebegitunya signifikan. Karena secara esensial, dalam pekerjaan atau hal apapun dalam hidup, kita adalah pelaksana yang diberi amanat. Jadi laksanakan amanat sebaik mungkin.

Anies Baswedan Tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Satu lagi tokoh yang saya kagumi adalah Anies Baswedan, yang saat ini menjadi Rektor Universitas Paramadina, selain aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Seorang akademisi yang alih-alih puas di “menara gading” universitas malah terjun secara riil dalam berbagai gerakan sosial, salah satunya lewat Indonesia Mengajar.

Dari banyak kegiatan, dia banyak berbicara tentang berbagai isu di masyarakat, namun saya temukan ada sebuah benang merah tentang arti pentingnya “pembangunan sumber daya manusia” Indonesia lewat berbagai cara, salah satunya pendidikan. Dia senantiasa menekankan pada pentingnya pengembangan karakter, mental, semangat juang, kejujuran dan tentunya kualitas intelektual. Dengan harapan ke depan, bangsa ini bisa menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan berdaya.

Fuad Hassan Tentang Keberanian Bersikap & Bertindak

Fuad Hassan

Fuad Hassan

Mungkin banyak diantara generasi sekarang yang tidak kenal dengan Fuad Hassan, well, dia adalah mantan Menteri Pendidikan di masa pemerintahan Soeharto, seorang Guru Besar Psikologi di Universitas Indonesia dan berbagai peran sosial kemasyarakatan lainnya.

Ada satu ungkapan Fuad Hassan yang saya sangat ingat, “Hanya Rajawali yang berani terbang tinggi walaupun sendiri”. Saya memaknai ungkapan beliau sebagai sebuah pembelajaran kepada kita, khususnya kaum muda, bahwa setiap kita adalah adalah penempuh perjalanan hidup, di mana kita akan menghadapi berbagai tantangan, masalah, menemui orang-orang yang beragam, mendapatkan teman sekaligus menemui lawan. Namun, apapun yang terjadi, seberat apa masalah di depan, teguhkan diri, kuatkan hati, bulatkan niat untuk terus maju. Ibarat seekor Rajawali, tak peduli seberapa jauh perjalanan, tetap ditempuh, walau tak ada yang menemani.

Maka, dalam hidup, jadilah Rajawali-mu sendiri. Beranilah bersikap, bertindak dan mengambil tanggung jawab atas konsekuensi pilihan dan sikap tadi.

Itulah beberapa desain ungkapan yang saya buat sejauh ini. Ke depan saya berniat untuk membuat lebih banyak desain ungkapan inspirasional tokoh. Jika Anda menemukan atau mempunyai ungkapan yang inspirasional, silahkan hubungi saya, dengan senang hati saya akan buatkan desainnya untuk Anda dan kita semua.

Salam,

@hastosuprayogo

 

Updates:

Ahok

Ahok

Emha

Emha

Ungkapan Jawa

Ungkapan Jawa

SBY

SBY

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara

Buddha

Buddha

Emirsyah Satar

Emirsyah Satar

 

Erick Thohir

Erick Thohir

Karen Agustiawan

Karen Agustiawan

Dalai Lama

Dalai Lama

John F. Kennedy

John F. Kennedy

Theodore Roosevelt

Theodore Roosevelt