Mengenal Adobe Illustrator

Desain Vector dan Tracing dengan Illustrator by Hasto Suprayogo
Desain Vector dan Tracing dengan Illustrator by Hasto Suprayogo

Diambil dari buku Desain Vector & Tracing Dengan Illustrator terbitan Elexmedia Komputindo. Berminat? Beli di sini.

Mengenal Adobe Illustrator

Setelah Anda mengenal apa yang dimaksud dengan desain vector, dan sekelumit mengenai dasar-dasar desain grafis, maka hal selanjutnya yang musti Anda kuasai adalah kemampuan teknisnya. Yang dimaksud dengan kemampuan teknis di sini adalah kemampuan untuk menggunakan program desain grafis yang sesuai sehingga Anda bisa memvisualisasikan ide dan kreatifitas dalam sebuah karya.

Karena kita berbicara mengenai desain vector, maka program/software yang musti Anda kuasai adalah software desain vector, atau lazim disebut software ilustrasi. Penulis sengaja memilihkan satu software ilustrasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, yaitu Adobe Illustrator, di antara beragam software sejenis di pasaran.

Mengapa Adobe Illustrator?

Jika Anda bertanya mengapa penulis memilih Adobe Illustrator sebagai software ilustrasi yang musti dikuasai, hal itu tak lepas dari fakta-fakta mengenai program keluaran raksasa software Adobe.inc ini sendiri. Beberapa alasan tersebut adalah:

  • Adobe Illustrator sudah sejak lama dikenal luas sebagai software ilustrasi no 1 di dunia pilihan pada desainer dan praktisi desain profesional.
  • Adobe Illustrator mempunyai kemampuan, fitur dan fasilitas yang bisa diandalkan untuk mewujudkan pekerjaan kreatif Anda.
  • Adobe Illustrator sangat kompatibel dengan beragam software lainnya untuk berbagai kepentingan akhir, seperti kepentingan cetak, desktop publishing, web publishing dan lain-lain.
  • Adobe Illustrator bersifat user friendly, yaitu sangat memudahkan user dalam menggunakan dan mengakses beragam fitur yang ada, terutama dengan sistem pengelompokan fasilitas melalui fasilitas menu, toolbox, palette dan sebagainya.
  • Adobe Illustrator mampu menangani beragam desain dari yang sifatnya sederhana hingga amat kompleks, serta mampu mengekspor hasil akhir sebuah desain ke dalam berbagai format sesuai kebutuhan Anda dengan kualitas yang bisa diandalkan.

Khusus untuk pengerjaan buku ini, penulis menggunakan Adobe Illustrator CS (Creative Suite), atau sering disebut Adobe Illustrator 11. Memang saat ini telah tersedia rilis terbaru Illustrator, yaitu Adobe Illustrator CS2, namun karena pertimbangan kebutuhan sumber daya komputer yang terlalu besar, terutama untuk pengguna pemula, maka penulis pilihkan rilis sebelumnya.

Namun jangan khawatir, Anda bisa saja menggunakan rilis terbaru ini sekiranya memang dimungkinkan, karena tak begitu banyak perubahan dalam kedua rilis ini. Atau bahkan juga, jika Anda masih menggunakan Illustrator versi sebelumnya, Adobe Illustrator 10 ke bawah pun tak begitu jadi soal. Meski memang ada beberapa fasilitas yang hanya ada di versi CS dan CS2.

But basically, it’s almost the same, ok? So don’t you worry.

Interface Adobe Illustrator CS

Untuk bisa menggunakan program ini, yang pertama musti Anda cermati adalah interface (tampilan antarmuka) program tersebut. Interface Adobe Illustrator CS serupa dengan interface program-program Adoeb lainnya, dengan pengelompokan fasilitas yang terstruktur dan jelas. Serta fokus utama pada area kerja yang luas di bagian tengahnya.

Tipe interface semacam ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk fokus pada pekerjaan yang tengah dilakukan. Bahkan bagi mereka yang masih pemula, interface Adobe Illustrator CS ini akan sangat membantu.

Perhatikan interface program Adobe Illustrator seperti terlihat pada Gambar 2.1. di bawah ini dengan seksama.

Gambar 2.1. Interface Adobe Illustrator CS
Gambar 2.1. Interface Adobe Illustrator CS

Secara garis besar, tampilan antarmuka (interface) Illustrator CS terbagi ke dalam 4 (empat) bagian besar, yaitu:

Menu

Menu merangkum segala fasilitas yang dimiliki Illustrator CS berupa kumpulan perintah-perintah dalam drop-down menu yang letaknya di bagian paling atas jendela program. Menu-menu perintah tersebut disusun berdasarkan kesamaan fungsi, seperti menu File berisi kumpulan perintah yang berhubungan dengan pengaturan dokumen, seperti pembuatan dokumen kerja, penyimpanan, ekspor-impor file dan sebagainya.

Gunakan fasilitas menu ini untuk mengakses beragam fasilitas utama Illustrator CS seperti ditunjukkan pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2. Fasilitas Menu Illustrator CS
Gambar 2.2. Fasilitas Menu Illustrator CS

Jika Anda perhatikan, pada beberapa menu perintah terdapat submenu. Hal ini berarti dalam menu tersebut terdapat menu-menu tambahan yang bisa Anda akses. Biasanya menu seperti ini ditandai dengan adanya segitiga hitam pada ujung kanannya.

Selain itu, ada jenis menu yang lain, yaitu menu yang diakhiri dengan 3 (tiga) tanda titik, seperti pada menu Open di atas. Tanda titik seperti ini menunjukkan kalau pada menu tersebut terdapat pilihan nilai parameter tambahan yang mesti Anda tentukan supaya Illustrator CS bisa melakukan suatu perintah dengan benar.

Semisal, jika Anda memilih menu File > Open, maka sebuah kotak dialog Open akan muncul, di mana melalui kotak dialog ini Anda diminta untuk memilih dokumen file mana yang akan dibuka. Lihat Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Kotak dialog Open untuk memilih file yang akan dibuka
Gambar 2.3. Kotak dialog Open untuk memilih file yang akan dibuka

Toolbox

Toolbox secara default mengambang (floating) di sisi kiri jendela program Illustrator CS berupa kumpulan tool-tool (alat) yang Anda gunakan untuk membuat atau mengedit obyek ilustrasi. Illustrator CS melengkapi Anda dengan beragam tool dengan fungsi yang beragam pula.

Anda bisa memindah-mindahkan toolbox ini di bagian mana pun pada jendela program Illustrator CS. Hal ini memungkinkan Anda untuk memperoleh ruang kerja yang lebih luas saat bekerja. Hal yang mencolok dari toolbox ini adalah logo baru Illustrator CS berupa ilustrasi bunga berwarna merah muda di bagian atas toolbox.
Yang menarik adalah, jika Anda menekan tombol keyboard “V E N U S”, maka gambar bunga yang menjadi logo baru Illustrator CS akan berubah menjadi gambar venus (perempuan) yang merupakan logo Illustrator versi sebelumnya.

Perhatikan Gambar 2.4. di bawah ini.

Gambar 2.4. Toolbox Illustrator CS
Gambar 2.4. Toolbox Illustrator CS

Dikarenakan beragamnya tool yang ada, sementara untuk efisiensi tak mungkin menampilkan semua tool sekaligus, maka Illustrator CS menyembunyikan sebagian tool yang mempunyai kemiripan fungsi di bawah tool yang lain. Jika Anda perhatikan pada beberapa tool terdapat tanda segitiga hitam di bagian pojok kanan bawahnya. Hal ini menunjukkan kalau di bawah tool tersebut terdapat tool-tool lain yang tersembunyi (hidden tool).

Untuk memunculkan tool tersebunyi, Anda tinggal menahan tekanan mouse pada tool bersangkutan selama beberapa saat, maka tool-tool tersembunyi di bawahnya akan muncul, seperti terlihat pada Gambar di atas.

Pada beberapa tool, juga terdapat fasilitas pengaturan yang bisa Anda gunakan untuk membuat obyek atau melakukan pengeditan sesuai keinginan. Untuk melakukan pengaturan pada suatu tool, Anda tinggal mengklik ganda (double click) tool tersebut maka kotak dialog akan muncul. Semisal, klik ganda Pencil tool , dan Anda akan mendapati sebuah kotak dialog Pencil Tool Preferences tampil seperti pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5. Kotak dialog Pencil Tool Preferences
Gambar 2.5. Kotak dialog Pencil Tool Preferences

Tool-tool yang ada dalam Toolbox secara umum bisa kita kategorikan menjadi 6 (enam) macam, yaitu:

  1. Tool Seleksi

Sebagaimana terlihat dari namanya, tool yang masuk dalam kategori ini mempunyai beragam fungsi yang berhubungan dengan seleksi obyek. Tool-tool tersebut adalah:

  1. ;

Amazing Trip To Batam

Amazing Trip To Batam

terbang hemat bersama esia & sriwijaya air

terbang hemat bersama esia & sriwijaya air

by: Hasto Suprayogo

Jum’at 23 Januari 2009 kemaren, aku diajak Corpcomm BTel untuk ikut acara press conference Terbang Hemat Bersama Esia-Sriwijaya Air.

Kebetulan, aku,  Mas Agus & Pak Hilal diundang sebagai perwakilan BTel Blogger Community. Ikut juga Yudi & Norman dari Esia Pojok Foto. Bersama kami ada sekitar 40 orang wartawan dari berbagai media yang turut serta. Mereka diundang untuk meliput acara tersebut, sekaligus turut serta dalam acara Journalists Amazing Games Batam.

Berangkat dari kantor sekitar jam 8 pagi, menuju Bandara Soekarno-Hatta, suasana lumayan seru. Apalagi ada boss Luke yang ternyata ga kalah konyol dari Tukul. Hehehehe…ga nyangka ada GM pelawak kaya’ dia–sorry boss…

tiba di bandara soekarno hatta

tiba di bandara soekarno hatta

Ok, setibanya di Bandara, kita kumpul sejenak untuk briefing sekaligus bagi-bagi boarding pass.
Ada kejadian konyol, laptop yang aku bawa sempat ketuker punya orang pas keluar dari pemeriksaan petugas. Hehehehe….masuknya Acer, keluar dapet Dell.

Anyway, forget about that stupid accident.

Kita lanjutkan dengan acara utama. Bertempat di landasan, berlatar belakang pesawat Boeing 737-300 Sriwijaya Air, boss Erik Meijer bareng Chandra Lie, boss Sriwijaya Air meresmikan proyek kerjasama Terbang Hemat Bersama Esia-Sriwijaya Air. Di mana Esia mengeluarkan voucher khusus edisi Sriwijaya Air bernilai 50k & 100k, dimana pembeli bisa mendapatkan diskon 20% tiket Sriwijaya Air untuk penerbangan dari Jakarta (Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng-CGK) ke tujuan domestik manapun, berlaku sampai 30 Juni 2009.

foto bersama rombongan wartawan, esia & sriwijaya air

foto bersama rombongan wartawan, esia & sriwijaya air

Ok, balik ke cerita, setelah poto-poto di landasan, kita masuk ke dalam pesawat Sriwijaya Air, aku dapet tempat duduk tepat di samping jendela. Manteps, bisa jadi spot buat motret-motret. Kebetulan ada temen yang berbaik hati meminjamkan kameranya—hmmm…kapan yah punya sendiri?

Dilepas oleh boss Erik & boss-nya Sriwijaya Air, kita akhirnya take off.

Di atas pesawat, acara utama kembali dilanjutkan. Kali ini perwakilan dari Esia adalah boss Rizky Kramadibrata, sementara dari Sriwijaya Air Ibu Ruth Hana. Berdua mereka memberikan sedikit speech mengenai apa program Terbang Hemat  Bareng Esia-Sriwijaya Air. Dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari wartawan, dan yang paling seru, sesi pengundian hadiah.

penyerahan undian berhadiah

press conference di atas pesawat

Sayangnya, hadiah hanya untuk penumpang reguler…hehehehehehehe
Panitia secara rahasia telah menyelipkan beberapa amplop hadiah di depan kursi penumpang secara random. Dan hasilnya, 3 orang penumpang beruntung mendapatkan hadiah handphone Kilau Warna dari Esia. Lumayan…..

Oh ya, moment paling seru saat mau mendarat di Batam. Pas mulai turun di atas kepulauan Batam, pemandangannya luar biasa. Perlahan, gugusan pulau-pulau hijau di antara air biru terasa mencengangkan. Take my breath away lah….

Klo pas kaya gini baru bener-bener terasa bahwa Indonesia itu Jamrud Katulistiwa yah…

Anyway, langsung saja kamerku menyalak—hehehe…jepret sana-jepret sini. Meski hanya bisa lewat kaca jendela pesawat, tapi luamayan lah…
Ada beberapa foto yang aku suka, ntar aku upload di sini. Blom sempat diresize.

Sekitar jam 12-an siang, kita mendarat dengan selamat di Bandara Hang Nadim Batam. Alhamdulillah…semuanya lancar.

kelenteng nabi khong hu chu batam

kelenteng nabi khong hu chu batam

Dengan diantar mobil dari gerai Esia Batam, rombongan kami segera keluar dari bandara menuju masjid untuk mengejar shalat jum’at. Fuihh…Batam panas juga ternyata. Ga kalah dengan Semarang. Mungkin karena posisinya yang di kelilingi laut yah. Tapi untungnya banyak angin di sini.

Selepas shalat jum’at, kami lanjutkan perjalanan. Aku semobil dengan Mas Agus, Norman & Pak Hilal. Kami menuju perhentian pertama, Kelenteng Nabi Kong Hu Chu.

Oh ya, almost forget to mention. Jadi setelah acara press conference, Corpcomm BTel telah menyiapkan game buat para wartawan. Game ini diberi nama Journalists Amazing Games Batam.

Yup, you can guess that it’s inspired by Amazing Race tv show on CBS.

wartawan di kelenteng nabi khong hu chu batam

wartawan di kelenteng nabi khong hu chu batam

Para wartawan dibagi menjadi beberapa kelompok, berisi 5-6 orang. Mereka diberi tugas untuk menemukan beberapa lokasi yang telah ditentukan, menjawab list pertanyaan terkait dengan lokasi yang dikunjungi, memotret, kemudian membuat report untuk kemudian diprsentasikan. Yang seru, team dengan hasil terbaik akan mendapatkan hadiah tiket terbang Jakata-Singapore beserta akomodasi dari Sriwijaya Air & Esia.

Ok, perhentian pertama kita, Kelenteng Nabi Khong Hu Cu di daerah Windsor–bener ga sich nulisnya. Meski ga sebesar Kelenteng Sam Po Kong di Semarang, aku menemukan suasa yang mirip-mirip. Ada beberapa bangunan, termasuk altar utama untuk sembahyang, patung-patung dewa berukuran besar, juga lapangan luas di samping bangunan utama.

pembuat kaligrafi

pembuat kaligrafi

Warna khas merah & emas terasa mencolok. Ditambah dengan puluhan lampion besar tergantung di langit-langit bangunan utama, semakin kuat nuansa chinese-nya. Di sisi kanan bangunan utama yang sekaligus berfungsi sebagai altar pemujaan, beberapa orang chinese lanjut usia asyik berbincang dalam bahasa Cina. Aku ga tahu apakah itu Mandarin, Hokkian atau apa. Yang paling menarik perhatianku adalah seorang lelaki tua yang tengah menorehkan kaligrafi di atas kertas merah dengan kuas-nya.

ow, amazing. Ketika aku dekati, dia tak bergeming, bahkan saat kameraku membidiknya. Goresannya pelan, halus namun terasa kuat. Mantaps, seperti nonton film-film kungfu di TV aja.

Hehehehehehe….

Sementara itu, kelompok wartawan juga tengah sibuk menyelesaikan tugas mereka. Beberapa sibuk memotret sudut-sudut kelenteng, mewawancarai penjaga, namun ada juga yang sibuk memuaskan hasrat narsisnya dengan memotret diri sendiri. What can I say, wartawan juga manusia kan.

wartawan di plaza top 100 batam

wartawan di plaza top 100 batam

Ok, selesai dengan agenda di Kelenteng, kita segera menuju ke destinasi kedua. Plaza Top 100 (dibaca Plaza Top Cepek). Para wartawan ternyata ditugas untuk membeli beberapa item barang dengan jumlah uang tertentu. Aku cukup puas nongkrong di depan Plaza bareng Ullil & Ririen, sedangkan Yudi & Norman ga jelas ke mana. Terakhir pas ketemuan di restoran aku baru tau klo mereka ternyata ikut masuk ke dalam Plaza Top 100 buat motret-motret. Dasar fotografer!

Oh ya, ada beberapa hal yang menarik di Batam. Populasi penduduk etnis chinese di sini relatif besar dibandingkan di daerah lain di Indonesia. Dengan mudah kita bisa menemukan orang chinese. Bukannya aku rasis lho, tapi bahkan bagi orang yang dibesarkan di Semarang yang banyak orang chinese-nya, aku ngerasa di Batam lebih banyak lagi. Dan mereka lebih open dengan identitas chinese-nya. Yang aku pikir itu bagus. Ga usah malu-malu nunjukin siapa diri kita.

Di sepanjang jalan, aku perhatian juga banyak sekali spanduk ucapan “Gong Xi Fat Choi”, Happy Chinese New Year. Yang lebih keren lagi, banyak spanduk caleg dari etnis chinese..wow…jarang-jarang nih yang kaya gini di daerah lain.

gerai esia batam

gerai esia batam

Ok, lanjut ke tujuan berikutnya. Gerai Esia Batam. Berjarak tak jauh dari Plaza Top 100, gerai menempati lokasi sebuah ruko berlantai 2 di kawasan yang relatif padat. Bangunannya lumayan besar, meski tak sebesar gerai di Jakarta. Di bagian atas bangunan terpasang logo Esia, Wifone & Wimode berukuran raksasa. Sementara di bawahnya sebuah billboard Terbang Hemat Bareng Esia & Sriwijaya Air menyambut kami. Billboad ini ternyata salah satu dari assignment para wartawan dalam Amazing Race ini. Pada bllboard tadi terdapat ilustrasi keluarga yang tengah berwisata dengan bagian wajah dilubangi tempat para wartawan musti berpose dengan memasukkan kepalanya pada lubang-lubang tadi untuk difoto.

Kreatif juga. Meski bukan sesuatu yang bener-bener baru, namun acara foto-foto ini cukup menghibur kami yang sudah mulai keroncongan–baru ingat kalo dari pagi aku belum sarapan.

Setelah foto-foto di gerai selesai, kita segera menuju tujuan terakhir, Rumah Makan Yongki yang terkenal dengan sup ikan-nya. Yummy…..

Naik ke lantai 2 rumah makan, kami disambut dengan berbagai makanan tertata rapi berderet di meja. Aroma makanan meruap di udara semakin membuat perut kami kelaparan. Tanpa dikomando, makanan pun diserbu. Hehehehehe……

Sup ikan, plencing kangkung, goreng cumi, goreng ikan, nasi & es teh segera berpindah ke perut kami.

Jujur musti dibilang, makanannya kurang berkesan. I mean, enak sich enak, cuman ga terlalu istimewa. Nasi sudah tak hangat, sup ikan juga tak terlalu istimewa, cumi goreng biasa saja, ikan goreng juga tak beda dengan yang ada di Jakarta.

garap presentasi di restoran yongki batam

garap presentasi di restoran yongki batam

Sembari makan, kelompok-kelompok wartawan sibuk membuat presentasi. Kami pun dari Esia tak kalah sibuknya. Yudi & Norman mentransfer hasil jepretan mereka. Mas Agus & Pak Hilal sibuk menuliskan catatan perjalannya mereka di blog masing-masing. Aku? Well, untungnya aku cuman kebagian meng-update konten di blog esia berdasarkan hasil kerja keras mereka. Hehehehehe……

Setelah semua presentasi selesai, perwakilan masing-masing kelompok wartawan maju untuk presentasi. Cerita mereka mengalir seru. Mulai dari saat berangkat dari Jakarta, press conference di atas pesawat, kejar-kejaran dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga kebut-kebutan bikin presentasi diselilingi ganjal perut. What an amazing race, kata salah satu dari mereka.

Fuihhh….ga terasa waktu sudah menunjukkan jam 4 sore saat acara presentasi selesai, padahal jadwal kami untuk balik ke Jakarta adalah jam 4:15. Masing-masing kelompok segera berkemas & menuju bandara.

Another race I said, now us against the clock.

langit sore batam

langit sore batam

Lucky for us though, pihak Sriwijaya Air mendelay keberangkatan pesawatnya sehingga kita masih punya sedikit waktu untuk mengejar ke bandara. Mobil yang kami tumpangi ngebut di jalanan Batam yang relatif tak sepadat Jakarta. Kurang dari 20 menit, mobil memasuki Bandara Hang Nadim.

Sedikit berlari-lari, rombongan kami bergegas masuk. Aman….dah nyampe di ruang tunggu penumpang.

Tak berapa lama, kami masuk ke dalam pesawat. Pesawat yang sama yang kami tumpangi dari Jakarta. Hehehehe…..cuman sayangnya sekarang, aku tak lagi dapat kursi di samping jendela. Alamat ga bisa motret-moret lagi.

Di atas pesawat, boss Rizky mengumumkan pemenang lomba Journalists Amazing Games Batam tadi. Senyum di wajah para pemenang…..lumayan tiket bolak-balik Jakarta – Singapore & akomodasi. Asyik juga yah jadi wartawan.

Anyaway, sepanjang penerbangan pulang aku tidur. Lumayan, sedikit istirahat memulihkan tenaga. Karena malemnya aku berencana balik ke Semarang.

Pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta sekitar jam 6 lebih sedikit. Bis jemputan telah menunggu depan terminal kedatangan. Dimulailah perjalanan yang tak kalah melelahkan, menembus macetnya jalan dari bandara ke kantor. Hahahahaha…

It took us almost 2 hours to get to the office. Darn….this is why I never enjoy living in Jakarta. The traffic…God have mercy!

Overall, it’s a great experience. Nice program pak boss…nice game guys, thanks for letting us in.

See you next time, hopefully.

photo by: Yudi Febrianda