The Principles of Design

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

The Principles of Design

Jika sebelumnya kita bicara tentang elemen-elemen desain yang menjadi dasar pembuatan sebuah desain, maka sekarang kita akan bicara tentang bagaimana atau hal-hal apa saja yang harus dipahami untuk bisa mendayagunakan elemen-elemen tersebut secara efektif. Bagaimana hubungan antara satu elemen dengan elemen-elemen yang lain itulah yang kita sebuh dengan prinsip-prinsip desain.

Prinsip desain sebenarnya juga berlaku pada banyak bidang kehidupan lainnya, namun khusus untuk desain grafis kita bisa membaginya menjadi 9 (sembilan) prinsip utama.

Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan adalah prinsip desain yang pertama. Keseimbangan bisa didefinisikan sebagai distribusi visual  elemen-elemen desain—obyek, warna, tektur, dan ruang—antara satu dengan yang lain, sehingga terbentuk suatu desain yang stabil.

Keseimbangan dalam desain serupa dengan keseimbangan dalam dunia fisik. Sebuah obyek bisa seimbang jika ada obyek lain yang menjadi penyeimbangnya. Dalam desain, terdapat 3 (tiga) tipe keseimbangan, yaitu:

Keseimbangan Simetris (Symmetrical Balance)

Keseimbangan Simetris dicapai ketika obyek-obyek yang mempunyai properti yang sama saling berhubungan. Semisal, dua obyek yang mempunyai ukuran sama ditempatkan saling bersebelahan maka akan dicapai sebuah keseimbangan yang simetris.

Perhatikan Gambar berikut.

Keseimbangan Asimetris (Asymmetrical Balance)

Keseimbangan asimetris terjadi ketika obyek-obyek dengan properti yang berbeda diletakkan hingga tercipta suatu keseimbangan. Semisal, sebuah obyek besar diletakkan di dekat titik pusat diseimbangkan dengan obyek yang lebih kecil diletakkan lebih jauh dari titi pusat.

Lihat pada Gambar di bawah ini.

Keseimbangan Radial (Radial Balance)

Keseimbangan radial dicapai ketika obyek-obyek ditempatkan secara menyebar dari suatu titik pusat keseimbangan. Obyek-obyek yang Anda gunakan bisa berupa obyek-obyek serupa maupun berbeda propertinya.

Simak Gambar berikut ini.

Penekanan (Emphasis)

Penekanan adalah area desain yang menarik perhatian audiens yang melihatnya. Dalam desain, penekanan memainkan peranan yang esensial, karena dengan adanya penekanan, audiens diajak untuk memfokuskan perhatian pada desain tersebut.

Penekanan biasa dilakukan dengan mengkontraskan suatu area dengan area lainnya dalam desain, baik dengan ukuran, warna, bentuk dan sebagainya.

Simak berikut ini.

Pergerakan (Movement)

Pergerakan adalah bagaimana tata letak obyek-obyek desain mengarahkan pandangan mata audiens. Sebuah desain yang baik harus mampu membawa orang yang menyimaknya untuk menuju suatu bagian yang menjadi fokus penekanan (focal area). Pergerakan bisa diciptakan dengan menggunakan garis, bentuk ataupun warna.

Lihatlah Gambar berikut ini.

Pola (Pattern)

Pola adalah penempatan obyek yang sama di seluruh area desain. Pola semacam ini memberikan nuansa kestabilan.

Lihat pada Gambar di bawah ini.

Pengulangan (Repetition)

Pengulangan adalah penggunaan elemen-elemen desain yang serupa guna menumbuhkan suasana aktif dalam desain. Umumnya penerapan prinsip pengulangan berkorespondesi dengan pola.

Perhatikan Gambar  berikut.

Proporsi (Proportion)

Proporsi adalah prinsip desain dimana perbandingan dan penempatan obyek-obyek penyusunnya menciptakan suatu keseimbangan dan kesatuan. Dalam desain, segala bagian desain haruslah proporsional, karena pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima jika segalanya berada di tempat yang sesuai.

Serupa saat Anda menggambar figur wajah manusia, maka elemen-elemen penyusunnya, seperti mata, alis, hidung, bibir, rambut, dan sebagainya haruslah proporsional, sehingga memudahkan orang yang melihatnya untuk mengasosiasikan keseluruhan elemen tersebut sebagai sebuah bentuk wajah, sebagaimana yang ingin disampaikan pembuatnya.

Simak Gambar di bawah ini.

Ritme (Rhythm)

Ritme tercipta saat satu atau beberapa obyek digunakan secara berulang dalam desain untuk menciptakan nuansa keteraturan. Sangat penting untuk senantiasa menjaga ritme desain Anda senantiasa aktif saat audiens menyimak desain tersebut.

Perhatikan Gambar berikut ini.

Variasi (Variety)

Variasi tercitpa ketika Anda mampu memanfaatkan obyek-obyek yang berbeda propertinya namun tetap dalam suatu kesatuan. Variasi diperlukan terutama untuk menarik perhatiakn audiens, sekaligus menghindarkan tumbuhnya rasa bosan karena terlalu banyak perulangan obyek-obyek yang sama dalam desain.

Variasi memungkinkan Anda berkreasi, mengeksplorasi bentuk, ukuran, tata letak dan berbagai elemen desain lainnya. Selama masih dalam kerangka pesan yang ingin disampaikan, Anda bebas untuk bervariasi.

Lihatlah pada Gambar 1.17. di bawah ini.

Kesatuan (Unity)

Kesatuan adalah nuansa harmoni yang tercipta karena elemen-elemen desain yang digunakan berada pada tempat yang tepat dengan cara yang tepat sehingga antara satu dengan yang lain saling melengkapi dan menguatkan pesan yang akan disampaikan.

Lihat Gambar di bawah ini.

Ok, sekarang Anda mempunyai gambaran mengenai apa-apa saja yang menjadi elemen dan prinsip-prinsir untuk bisa mencipta desain yang baik.

Berikutnya, penulis akan mengajak sedikit menelusuri aspek-aspek desain yang lebih bersifat teknis yang tentunya Anda butuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan kreatif.

Tutorial Desain Grafis – Konsep Warna

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Sekedar berbagi. Postingan ini diambil dari materi dalam buku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Konsep Dasar Warna

Bicara tentang desain grafis, mau tak mau, kita musti bicara juga tentang warna. Seberapa esensialkah warna dalam desain grafis?

Well. Perumpamaannya seperti arti garam dalam masakan. Masakan dari bahan apapun tak akan terasa nikmat tanpa adanya garam. Begitu pula desain tak akan ada maknanya tanpa warna. Bahkan jika desain itu hanya berupa grafis hitam putih pun, semuanya tetap warna.

Dalam aplikasinya untuk perkantoran, warna memegang peranan sangat penting. Karena warna menyangkut citra, menyangkut persepsi, baik itu persepsi Anda sendiri terhadap perusahaan, terlebih-lebih persepsi konsumen terhadap perusahaan Anda.

Pilihan warna yang tepat bisa meningkatkan citra Anda, membuat Anda dipahami dengan cara tertentu, tentunya cara yang Anda inginkan. Warna mengasosiasikan Anda dan perusahaan pada suatu makna, suatu ide, suatu nilai yang pada akhirnya mendorong konsumen Anda untuk mencernanya dalam alam sadar maupun tak sadarnya, yang akan berimbas pada perilaku konsumsinya.

Pernahkan Anda sejenak memperhatikan logo perusahaan Anda, atau mungkin kop surat pada kerta kerja yang Anda gunakan untuk mem-print surat-surat resmi, atau mungkin juga pada kartu nama yang kerap Anda pertukarkan dengan klien atau sejawat?

Pernahkan Anda amati barang berapa saat pilihan warna yang ada di sana? Apakah perusahaan Anda menggunakan warna tertentu sebagai warna korporatnya? Apakah ada korelasi antara warna-warna tersebut dengan suatu visi atau misi yang coba diwujudkan? Adakah pula konsistensi di dalam penggunaan warna dalam berbagai media reproduksi?

Jika ya, maka perusahaan Anda telah atau sedang mengaplikasikan pencitraan terpadu lewat character building terpadu. Namun, jika jawaban Anda adalah tidak, maka berarti perusahaan Anda belum sadar akan potensi apa yang dimiliki oleh desain dalam menunjang keberhasilannya.

Hmmm….kembali bicara soal warna, apakah Anda masih mengingat pelajar saat masa SMP, di mana kita diajar tentang warna-warna dasar?

Ya, dan tentunya Anda ingat kalau ada 3 (tiga) warna dasar, yaitu merah, kuning dan biru. Sehingga apabila ketiganya kita gabungkan semestinya akan didapat warna putih. Hal itu dibuktikan jika seberkas cahaya putih dilewatkan melalui sebuah prisma maka akan didapat bermacam warna.

Warna dasar biasa kita sebut dengan warna primer (primary colors). Dari penggabungan masing-masing pasangan warna primer, kita akan mendapatkan warna-warna sekuder (secondary colors), yaitu oranye (merah + kuning), hijau (kuning + biru) dan ungu (biru + merah). Sedangkan jika Anda gabungkan lagi warna-warna tersebut akan didapat warna tertier (tertiary colors).

Kita bisa membuat sebuah lingkaran warna untuk menunjukkan hasil penggabungan warna-warna, seperti terlihat pada Gambar 1.33.

Gambar 1.33. Lingkaran warna gabungan warna-warna dasar

Gambar 1.33. Lingkaran warna gabungan warna-warna dasar

Karena secara esensial sebuah obyek yang ada di alam hanya bisa memantulkan cahaya dari luar, maka warna bisa dikatakan sebagai seberapa mampu suatu obyek memantulkan gelombang cahaya ke mata audiensnya. Sementara kemampuan memantulkan dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari obyek itu sendiri maupun dari hal-hal di sekelilingnya.

Jika secara natural, warna dasar adalah merah, biru dan kuning, maka mungkin Anda akan sedikit terkejut, karena dalam desain grafis warna dasar yang digunakan tidak sama seperti di alam.

Dalam desain grafis, secara garis besar ada 2 (dua) tipe mode warna yang digunakan, yaitu mode warna RGB dan CMYK. Apa itu RGB dan CMYK, apa beda keduanya dan bagaimana penggunaanya?

RGB adalah singkatan dari Red, Green, Blue, di mana darinya Anda bisa menebak akalu mode warna ini menggunakan 3 (tiga) warna dasar, yaitu Merah, Hijau dan Biru, untuk menampilkan beragam warna sesuai keinginan Anda. Mode warna RGB digunakan oleh berbagai peralatan elektronika untuk menampilkan suatu warna atau gambar, seperti monitor komputer, televisi, dan sebagainya.

Sehingga, jika Anda membuat sebuah desain dengan warna-warna atau gambar di dalamnya, dan Anda bertujuan untuk menampilkannya di media elektronik, seperti sebagai desktop wallpaper, atau di halaman web, pastikan Anda menggunakan mode warna RGB. Mode warna ini memungkinkan Anda memilih kombinasi hingga 1,6 juta warna.

Banyak sekali huh?

Lihat  Gambar 1.34. berikut ini.

 Gambar 1.34. Mode warna RGB


Gambar 1.34. Mode warna RGB

Kemudian, kita juga mengenal mode warna CMYK. Berbeda dengan mode RGB yang hanya terdiri dari 3 (tiga) warna dasar, mode CMYK mempunyai 4 (empat) warna dasar sebagai penyusunnya, yaitu Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Umumnya mode warna CMYK ini digunakan untuk kepentingan cetak, karena mode warna ini mengacu pada warna-warna tinta dasar yang digunakan mesin cetak untuk mereproduksi suatu image ke media tertentu, seperti kertas, plastik, kain dan sebagainya.

Serupa dengan mode RGB, mode CMYK juga mampu menciptakan beragam warna, bahkan hingga jumlah kombinasi yang lebih banyak dibandingkan mode RGB. Mode CMYK memungkinkan Anda untuk bereksplorasi dengan desain dan mentransferkan hasilnya ke media cetak.

Jadi, kalau Anda membuat sebuah desain, dan Anda berniat mencetaknya, pastikan Anda menimpan hasilnya dalam mode warna CMYK.

Simak Gambar 1.35.

 Gambar 1.35. Mode warna CMYK


Gambar 1.35. Mode warna CMYK

Hal lain yang tak kalah pentingnya saat membahas warna dalam desain grafis adalah properti warna. Properti warna mengacu pada berbagai elemen atau faktor yang mendasari sifat dan penggunaan warna-warna yang ada. Kita bisa membagi properti warna menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu Hue, Nilai Warna dan Intensitas.

Berikut adalah pembahasan singkatnya.

  • Hue

Hue bisa disebut sebagai warna itu sendiri, yaitu secara fisik bagaimana sebuah obyek mampu memantulkan gelombang-gelombang warna yang mengenainya, sehingga mata kita bisa melihatnya.

Ketika seberkas cahaya putih melewati prisma, maka is akan diuraikan menjadi warna-warna sebagamana ada dalam pelangi. Semua warna itu mengacu pada panjang gelombang berbeda yang bisa dilihat manusia. Nah, warna-warna inilah yang disebut dengan hue.

  • Nilai Warna (Value)

Nilai warna mengacu pada tingkat keterangan atau kegelapan hue/warna itu sendiri. Dengan menambahkan warna putih pada suatu warna, Anda akan mendapatkan wrna yang lebih tinggi nilainya, atau disebut dengan istilah tint. Sementara, menambahkan warna hitam pada hue akan menghasilkan warna yang nilainya lebih rendah, umum disebut shade.

  • Intensitas (Intensity)

Intensitas warna adalah seberapa tajam suatu warna. Suatu warna berada pada kondisi paling tajam ketika warna tersebut tak tercampur baik oleh warna putih atau hitam, atau berada dalam saturasi maksimal.

Design What?

Masih dari buku ku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo.

Design What?

Pada bab pertama ini, kita akan berbincang terlebih dulu mengenai hal-hal yang melatarbelakangi arti penting desain grafis bagi sebuah perusahaan (kantor). Sebagai pendahuluan, bab ini mempunyai arti penting untuk mengantarkan Anda dalam membangun sebuah kerangka  pikir (framework) yang pada gilirannya akan menentukan seberapa optimal Anda mampu mendayagunakan potensi yang terkandung di dalam desain grafis sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Ok, mari kita mulai.

The Grand Idea

Desain grafis, yang merupakan ekstensi seni rupa—desain visual—tak lain adalah anak kandung perkembangan teknologi modern, terutama komputer dan IT (information technology). Tak bisa dinafikkan betapa besar peranan komputer dalam merevolusi aplikasi desain dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menunjang kampanye penjualan perusahaan.

Jika beberapa dekade yang lalu masih teramat mudah kita temukan desainer yang menggunakan kertas, pensil, pulpen, rugos, penggaris, dan berbagai peralatan tulis lainnya dalam membuat sebuah desain, maka sekarang semua fungsi alat-alat tersebut telah disubsitusikan oleh sebuah peralatan bernama komputer.

Jika dengan cara manual, sebuah desain bisa membutuhkan berjam-jam waktu kerja untuk menyelesaikannya, sekarang dibutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dengan komputer. Presisi bentuk, warna, dimensi dan layout juga menjadi keunggulan komputer dalam pekerjaan desain kreatif dibandingkan metode manual. Selain itu, kemampuan simpan desain sebagai data dalam komputer menjadikannya pilihan terbaik untuk reproduksi dan storage. Benar-benar sebuah paket komplit yang tak mungkin dilewatkan oleh mereka yang bergerak di bidang desain.

Ergonomis, itulah kata kunci untuk menjelaskan esensi komputer dalam perkembangan desain grafis di dunia. Maka, jika Anda masih menemukan ada orang yang mendesain secara manual, ada 2 (dua) kemungkinan, yaitu orang tersebut belum paham tentang potensi yang dimiliki komputer grafis, atau orang tersebut terlalu keras kepala untuk beralih ke teknologi baru yang lebih menguntungkan.

Tentunya Anda bukan termasuk orang seperti itu kan?

Yup, maka di sinilah Anda sekarang berada, di salah satu titik dunia desain grafis yang mahaluas, berupaya mengembangkan diri untuk meraih pencapaian kreatif paling optimal.

The Basic of Design

Ok…pertama-tama untuk bisa melakukan pekerjaan kreatif, Anda setidaknya harus memahami dulu dasar-dasar desain grafis itu sendiri. Konsep dasar yang bisa dijadikan pegangan sekaligus panduan, dalam pengerjaan sekaligus penilaian sebuah desain.

Anda tidak bisa hanya mengandalkan kreatifitas dan imajinasi semata dan berharap menghasilkan sebuah desain yang baik. Anda juga tak bisa hanya mengandalkan kemampuan teknis mengoperasikan suatu program desain dan berharap tercipta suatu desain yang menarik.

Dibutuhkan kombinasi antara pengetahuan desain, daya kreatifitas/imajinasi dan kemampuan teknis untuk bisa menghasilkan desain yang benar-benar sesuai tujuan yang diinginkan.

Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk mengenal kosep/pengetahuan desain sekaligus menjajal kemampuan teknis program desain guna menyelesaikan beberapa proyek desain yang umum digunakan untuk kepentingan perkantoran.

Dengan mengikuti tahap demi tahap proyek desain yang ada, diharapkan Anda mampu menumbuhkan sebuah pemahaman akan arti penting desain sekaligus mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan program desain guna menangani berbagai persoalan terkait desain grafis dalam lingkup kerja sehari-hari.

Sedangkan mengenai kratifitas, well penulis senantiasa percaya kalau setiap dari kita terlahir dengan kemampuan kreatif. Ada yang kemampuannya menonjol, namun ada pula yang kurang menonjol. Namun, potensi untuk kreatif senantiasa ada di setiap manusia.

Jika Anda merasa kurang mempuanyai daya kreatif, percayalah, yang Anda perlu lakukan hanya mengasahnya. Caranya dengan banyak-banyak mencermati dunia sekitar Anda, memahaminya, mengendapkannya dalam relung terdalam diri, dan tanpa Anda sadari potensi kreatifitas Anda akan tumbuh bermekaran dengan sendirinya.

Hmmm….sekarang kita mulai bicara serius. Berikut penulis akan coba menjelaskan sekilas mengenai pengetahuan dasar yang musti Anda pahami untuk bisa menciptakan desain yang baik. Kita akan bicara mengenai Elemen Desain dan Prinsip-Prinsip Desain.

To be continued…

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Kutipan dari Kata Pengantar buku CorelDraw Untuk Bisnis.

Desain Grafis Untuk Kepentingan Bisnis?

Inilah ide dasar yang terbersit di benak penulis ketika merancang buku yang sekarang ada di tangan Anda ini. Bagaimana desain grafis bisa mendukung kepentingan bisnis? Bagaimana aplikasinya secara riil? Bagaimana mendayagunakannya secara optimal untuk menunjang kampanye pemasaran suatu produk atau perusahaan?

Dengan berdasarkan pada pengalaman pribadi sebagai desainer grafis, hasil riset dan juga hasil diskusi dengan beberapa rekan, baik dari kalangan bisnis maupun sesama desainer, penulis temukan bahwa memang desain grafis mempunyai peran yang signifikan dalam kesuksesan suatu bisnis.

Desain grafis, bermain dalam pencitraan, suatu bagian dari ranah komunikalsi massa yang dijalankan oleh hampir semua bisnis. Karenanya, tak dapat dinafikkan betapa desain/visualisasi suatu pesan bisnis sangat menentukan apakah bisnis tersebut bisa berhasil atau tidak.

Untuk menjual produk atau jasa, sebuah perusahaan tak bisa hanya mengandalkan kualitas produk atau jasa itu sendiri. Namun, musti dudukung oleh komunikasi ide yang intens, dimana salah satunya melalui tampilan visual yang menarik dan representatif dengan nilai-nilai tersebut.

Nah, disinilah tantangan bagi seorang desain grafis untuk bisa mewujudkan hal tersebut. Bahkan, seringkali hal ini tak cuman menjadi tanggungan seorang desainer grafis, melainakn pihak marketing suatu perusahaan, atau kalau kita bicara dalam konteks usaha kecil dan menengan (SOHO), ini menjadi tanggungjawab pebisnis itu sendiri.

Jika memang demikian, tak ada salahnya jika Anda, baik itu seorang desainer, pebisnis, pegawai kantoran, marketing atau apapun untuk mencoba menengok apa yang coba dibahas dalam buku ini.

Di sini, penulis menguak berbagai sisi pembuatan desain-desain yang paling umum dilakukan untuk kepentingan bisnis, mulai dari usaha paling kecil (usaha rumahan) hingga perusahaan multinasional.

Logo, letterhead, business card adalah beberap contoh aplikasi riil desain grafis dalam menunjang suatu bisnis. Dan itu pula proyek-proyek yang akan dicontohkan proses pembuatannya dalam buku ini.

Anda bisa mengikutinya step-by-step melalui penjelasan yang singkat, padat dan jelas, sehingga Anda pun bisa mempraktekkannya secara langsung untuk kepentingan bisnis Anda sendiri.

Selain itu, penulis sengaja memilihkan program desain CorelDRAW 12 yang terbukti tak hanya mudah digunakan (user-friendly), bahkan bagi para pemula di dunia desain, namun juga relatif ampuh untuk menangani berbagai proyek desain yang Anda butuhkan.

Jadi tunggu apa lagi. Mulailah membuka, mempelajari dan praktekkan langsung semua yang dijelaskan di buku ini. Penulis jamin Anda akan temukan banyak manfaat yang bisa diaplikasikan langsung dalam menunjang bisnis yang Anda jalani.  Ok?

Bagi pembaca yang mempunyai kritik, saran, masukan atau sekedar ingin bertukar ide mengenai desain grafis, silahkan hubungi penulis via e-mail astayoga@gmail.com atau  atau log in di https://astayoga.wordpress.com.