Tracing Foto Soekarno Dengan Adobe Illustrator

Tulisan ini adalah kelanjutan dari tutorial Tracing Foto Dengan Illustrator yang penulis post sebelumnya di blog ini.

Ilustrasi Vector Soekarno

Di antara semua hasil tracing foto yang penulis pernah buat, tracing foto Presiden Soekarno dengan gaya line art yang paling banyak disuka. Hal ini penulis temukan dari banyaknya reproduksi desain tersebut di berbagai tempat dan media. Mulai dari sticker, tshirt, spaduk hingga ubul-umbul saat peringatan 17 Agustus.

Secara pribadi, penulis senang dengan antusiasme banyak orang atas karya sederhana ini. Selalu menggembirakan jika hal yang kita lakukan memberi manfaat bagi banyak pihak. Kadang, saat menemukan reproduksi  tersebut, penulis tersenyum sendiri. It’s nice.

Anyway, masih terkait soal ilustrasi  Presiden Soekarno gaya line art, penulis akan membagi teknik pembuatannya. Di tulisan kali ini, Anda akan diajak melakukan tracing foto Presiden Soekarno untuk menghasilkan ilustrasi vector seperti yang pernah penulis buat.

Kali ini penulis menggunakan software Adobe Illustrator CC 2015. Anda bisa menggunakan software serupa, meski tidak harus versi yang sama. Secara general, versi Illustrator manapun yang Anda pakai, teknik yang diajarkan di sini kurang lebih sama.

Ok, mari kita mulai. Anda bisa terlebih dulu mengunduh foto Presiden Soekarno di sini. Simpan di harddisk untuk nantinya kita gunakan dalam desain tracing.

  • Buka program Adobe Illustrator CC 2015. Buat dokumen kerja baru dengan memilih menu File > New, atau tekan tombol Ctrl + N.

tracing-soekarno01

Pada kotak dialog New Document beri nama ‘Soekarno’, pilih Size: A4 dan Orientation: Landscape.

tracing-soekarno02

Klik Ok dan Anda akan mendapatkan dokumen kerja baru seperti Gambar berikut ini

tracing-soekarno03

  • Setelah dokumen kerja siap, langkah pertama yang Anda musti lakukan adalah mengimpor foto Presiden Soekarno yang tadi sudah didownload ke dalam dokumen. Caranya, pilih menu File > Place, kemudian navigasikan ke lokasi penyimpanan file foto yang dimaksud, kemudian klik Place.

tracing-soekarno04

Saat Anda mengklik Place, di kursor mouse Anda Nampak kotak kecil berisi foto yang diimpor. Arahkan kursor mouse di ujung kiri atas dokumen kerja, kemudian klik kiri mouse Anda untuk menempatkan foto Presiden Soekarno di dokumen kerja. Perhatikan Gambar berikut.

tracing-soekarno05

Untuk memudahkan pekerjaan tracing kita butuh mengunci foto supaya tidak teredit tak sengaja. Caranya dengan mengaktifkan fasilitas lock pada Palette Layers. Jika Palette Layers belum muncul Anda bisa mengaksesnya lewat menu Window > Layers.

Perhatikan di Palette Layers terdapat Layer 1 yang berisi foto Presiden Soekarno. Untuk menguncinya, arahkan kursor mouse Anda di antara icon mata dan icon segitiga. Kemudian klik kiri mouse Anda dan Layer 1 akan terkunci yang ditandai dengan icon kunci.

tracing-soekarno06

Setelah Layer 1 terkunci, kita butuh membuat layer baru untuk melakukan tracing. Caranya klik icon Create New Layer. Sebuah layer baru bernama Layer 2 muncul di atas Layer 1 (foto Soekarno).

tracing-soekarno07

  • Aktifkan Pen tool  tool_pen di Toolbox Adobe Illustrator, kemudian masih di Toolbox, nonaktifkan warna isi (Fill) dengan mengklik icon None, kemudian ubah warna Stroke menjadi Oranye (C:0, M: 80, Y: 95, K:0).

tracing-soekarno08

Kita akan mulai melakukan tracing. Untuk memudahkan proses tracing, perbesar tampilan (zoom in) dokumen dengan menekan tombol Ctrl + (+). Sebagai panduan, mulai tracing di bagian mata. Karenanya, fokuskan zoom di bagian mata foto Presiden Soekarno.

tracing-soekarno09

Kita mulai tracing dengan membuat garis mata. Dengan Pen tool aktif, klik kiri kursor mouse Anda tepat di ujung kiri mata kiri Presiden Soekarno (sisi kanan Anda). Arahkan mouse Anda ke bagian tengah atas, kemudian sambil mengklik Tarik mouse Anda ke samping kanan sehingga terbentuk garis lengkung. Usahakan lengkungan Pen tool sesuai dengan kontur garis mata atas Presiden Soekarno.

tracing-soekarno10

Lanjutkan dengan mengklik ujung kanan garis mata. Anda bias menarik mouse untuk memastikan garis yang terbentuk sesuai lengkungan mata. Klik ulang pada titik ujung kanan yang baru saja Anda buat untuk menonaktifkan handler lengkungan.

tracing-soekarno11

Lanjutkan membuat lengkungan dengan mengklik titik di bawah titik tengah sambil menarik mouse. Ikuti kontur garis mata, lanjutkan hingga titik awal bertemu dengan titik akhir Pen tool Anda, seperti nampak pada Gambar berikut.

tracing-soekarno12

Jika sudah, selamat, Anda telah berhasil menyelesaikan step pertama tracing.

  • Berikutnya, seperti teknik yang diajarkan di atas, lakukan tracing pada bagian mata berikutnya, yaitu bola mata, garis lengkung mata bawah dan jangan lupa kelopak mata. Sebagai patokan, gunakan kontur gambar pada foto sebagai panduan.

Simak tracing bagian mata lainnya yang penulis buat berikut ini.

tracing-soekarno13

Jika Anda temui ada bagian warna putih pada mata, seperti di bagian kanan atas bola mata di foto Presiden Soekarno ini, Anda bisa membuat obyek lingkaran sesuai warna putih, kemudian seleksi obyek tersebut dan obyek bola mata di belakangnya dengan Selection tool pada Toolbox, lalu lewat Palette Pathfinder (Window > Pathfinder) lakukan pemotongan dengan mengklik icon Minus Front.

tracing-soekarno14

Simak Gambar berikut untuk melihat tracing obyek mata sebelah kanan yang penulis lakukan.

tracing-soekarno15

Untuk melihat progress tracing yang Anda lakukan, coba seleksi sema obyek trace yang sudah dibuat dengan memilih menu Select > All atau tekan tombol Ctrl + A, lalu balik warna Fill & Stroke dengan menekan tombol Shift + X. Kemudian nonaktifkan Layer 1 (foto Presiden Soekarno) di Palette Layers dengan mengklik icon mata. Lihat hasilnya berikut ini.

tracing-soekarno16

  • Selanjutnya, ulangi teknik di atas untuk melakukan tracing pada obyek-obyek yang ada di foto Presiden Soekarno. Ingat, jangan terburu-buru, gunakan kontur gambar sebagai panduan, dan cek hasil tracing per obyek untuk melihat progress tracing yang Anda lakukan.

Progress tracing bagian mata kanan dan kiri.

tracing-soekarno17

Progress tracing hidung dan bibir.

tracing-soekarno18

Progress tracing telinga dan kopiah.

tracing-soekarno19

Progress tracing seluruh bagian foto Presiden Soekarno.

tracing-soekarno20

Akhirnya, simak hasil akhir tracing foto Presiden Soekarno berikut ini. Penulis mengubah warna Fill menjadi hitam.

tracing-soekarno21

Jika Anda tertarik mendapatkan file AI (Adobe Illustrator) tracing Presiden Soekarno, silahkan kirim email kepada penulis dengan subject ‘Tracing Soekarno’.

Selamat mencoba, selamat bereksplorasi.

Advertisements

Tutorial Tracing Vector Soekarno

Kali ini saya akan sekali lagi membuat tulisan tentang tutorial tracing vector. Karena sepertinya banyak yang mencari informasi tentang teknik tracing vector. Bahkan dari semua konten yang ada di blog ini, posting yang paling banyak dibaca orang adalah Tracing Foto Dengan Adobe Illustrator.

Ok, tutorial ini akan membahas pembuatan tracing vector Soekarno, sebagaimana yang bisa diliat di sini.

Soekarno

Ohya, sebelum mulai, sebagai informasi awal, saya menggunakan software Adobe Illustrator CS3. Bagi Anda yang ingin mempraktekkan, Anda bisa menggunakan software ini, baik yang versi anyar maupun versi lawas. Meski sudah ada versi yang lebih anyar, namun saya tetap suka menggunakan CS3 karena penggunaannya yang nyaman & resources yang dibutuhkannya tidak seberat versi Illustrator yang lebih baru.

Ok, mari kita mulai saja.

Step 1

Pertama buka Adobe Illustrator. Buat dokumen kerja baru. Pilih File > New.

Bikin Dokumen Baru

Buat Dokumen Baru

Pada kotak dialog New Document pilih setting di bawah ini.

Kotak Dialog New Document

Kotak Dialog New Document

Jika sudah, klik Ok dan Anda akan punya dokumen kerja baru seperti berikut.

Dokumen Kerja Baru

Dokumen Kerja Baru

 

Step 2

Ok, setelah Anda punya dokumen kerja baru, langkah berikutnya adalah memasukkan gambar/image yang akan ditracing. Kebetulan saya menggunakan image Soekarno. Anda bisa menggunakan image/foto lain. Tapi harus diingat, pastikan foto yang digunakan berukuran besar. Karena semakin besar dimensi foto, semakin gampang Anda men-tracing.

Pilih menu File > Place. Lihat Gambar berikut.

Menu Place

Menu Place

Di kotak dialog Place, pilih file image/foto yang akan ditracing. Pastikan Anda mengaktifkan pilihan Link. Simak Gambar di bawah ini.

Kotak dialog Place

Kotak dialog Place

Jika sudah, klik Place dan Anda akan mendapatkan image tadi masuk ke dalam dokumen kerja kita.

Image di dokumen kerja

Image di dokumen kerja

Jika ukuran image yang kita masukkan tadi tidak memenuhi ruang kerja, maka langkah berikutnya adalah memperbesarnya sehingga seluruh ruang kerja (artboard) kita terpenuhi. Caranya dengan mengklik image, kemudian arahkan kursor mouse ke salah satu ujung image (kotak kecil putih), kemudian sambil menekan tombol Shift + Alt/Option (di Mac), drag ke arah luar.

Image akan diperbesar. Pastikan perbesarannya memenuhi artboard kita. Simak Gambar berikut.

Perbesar image sampai memenuhi artboard

Perbesar image sampai memenuhi artboard

Jika sudah, langkah berikutnya adalah mengunci layer image tadi sehingga tidak akan teredit secara tak sengaja. Caranya, lihat Palette Layer. Jika belum muncul, Anda bisa menampilkannya dengan memilih menu Window > Layers, atau tekan tombol F7 di keyboard.

Perhatikan bahwa di Palette Layer terdapat Layer 1 dengan icon gambar yang tadi kita masukkan ke dokumen.

Palette Layers

Palette Layers

Arahkan mouse di antara icon mata & icon gambar, sehingga muncul tulisan “Toogles lock”. Kemudian klik hingga muncul icon kunci (padlock) Lihat Gambar di bawah ini.

Kunci Layer Image

Kunci Layer Image

Nah, sekarang image sudah terkunci dan tidak akan teredit secara tak sengaja. Berikutnya Anda perlu membuat sebuah layer baru di atas Layer 1 (image), untuk bekerja mentracing. Caranya arahkan kursor mouse Anda ke icon Create a new layer .

Hasilnya Anda akan mempunyai layer baru di atas Layer 1, bernama Layer 2. Simak Gambar berikut.

Layer baru

Layer baru

Nah, sekarang Anda siap melakukan pekerjaan sesungguhnya, yaitu mentracing. Namun, jangan lupa untuk menyimpan dokumen kerja terlebih dulu supaya tidak hilang jika tiba-tiba listrik mati.

Pilih menu File > Save As dan isi nama file yang diinginkan di kotak dialog Save As dan tekan Ok. Maka dokumen Anda telah aman tersimpan.

Save dokumen

Save dokumen

Step 3

Ok, mari kita lanjutkan.

Pada toolbar, pilih tool Pen . Masih di Toolbar, pastikan Fill Color kosong (None)–tidak ada warna aktif, dan Stroke kita ubah menjadi warna terang (oranye). Simak Gambar berikut.

Nonaktifkan Fill, aktifkan Stroke warna oranye

Nonaktifkan Fill, aktifkan Stroke warna oranye

Berikutnya, untuk memudahkan dalam mentracing, perbesar (zoom in) obyek image tadi. Sehingga cukup jelas tekstur yang akan ditrace. Caranya dengan menekan tombol Ctrl + (+). Lihat Gambar di bawah ini.

Perbesar (Zoom in) gambar

Perbesar (Zoom in) gambar

Ok, setelah cukup besar & jelas, kita akan mulai. Pastikan tool Pen aktif. Kita akan mulai tracing di bagian yang mata. Saya selalu menyarankan untuk mentracing foto atau gambar orang dengan mulai dari mata. Dalam kasus ini, kita mulai dari mata kiri Soekarno.

Klik Pen tool di bagian pojok bawah mata, kemudian klik lagi sambil tarik kursor mouse untuk membuat lengkungan atas mata yang diinginkan. Lihat Gambar berikut.

Mulai trace mata

Mulai trace mata

Perhatikan bahwa ada 2 handler (garis pengaturan lengkungan). Klik di titik kanan untuk menonaktifkan handler kedua, baru Anda lanjutkan membuat garis lengkung berikutnya mengikuti kontur bentuk mata. Simak Gambar di bawah ini.

Nonaktifkan handler kedua

Nonaktifkan handler kedua

Lanjutkan hingga seluruh bagian mata ditrace dan titik awal bertemu dengan titik akhir tracing. Lihat Gambar ini.

Trace seluruh bagian mata sesuai kontur

Trace seluruh bagian mata sesuai kontur

Step 4

Nah, setelah Anda berhasil membuat trace kontur mata kanan, kita lanjutkan langkah yang sama di mata yang satunya lagi. Lakukan seperti Step di atas, tentunya dengan mengikuti bentuk kontur mata kiri. Simak Gambar di bawah ini.

Lanjutkan trace mata kiri

Lanjutkan trace mata kiri

Jika mata sudah selesai, lanjutkan dengan tracing bagian-bagian utama lainnya. Seperti alis. Lihat Gambar berikut.

Lanjutkan trace bagian alis

Lanjutkan trace bagian alis

Lanjutkan di bagian hidung. Ikuti kontur untuk membuat bentuknya. Tidak harus detail dulu, yang penting bentuk dasarnya terlihat.

Trace kontur hidung

Trace kontur hidung

Teruskan di mulut. Serupa dengan hidung, ikuti kontur warna mulut.

Trace kontur mulut

Trace kontur mulut

Untuk mengecek hasil trace sementara kita seperti apa, Anda bisa pilih semua obyek trace tadi dengan menekan tombol Ctrl + A (Windows) atau Command + A (Mac). Kemudian di Toolbar klik Swap Fill and Stroke untuk merubah warna Stroke oranye menjadi warna Fill. Lihat Gambar berikut ini.

Ubah warna stroke jadi Fill

Ubah warna stroke jadi Fill

Di Palette Layers non aktifkan Layer 1 (gambar).

Nonaktifkan Layer 1

Nonaktifkan Layer 1

Hasilnya seperti berikut.

Hasil tracing sementara

Hasil tracing sementara

Step 5

Setelah Anda sampai di bagian ini, Anda tinggal mengulang langkah-langkah di atas untuk bagian-bagian lain yang ingin ditrace. Seperti rambut, garis wajah, dan sebagainya, sehingga terlihat bentuk tracing yang lebih jelas. Simak Gambar berikut.

Trace bagian-bagian lain

Trace bagian-bagian lain

Hasilnya seperti berikut ini.

Hasil trace

Hasil trace

Teruskan di bagian-bagian lain, sehingga seluruh bagian yang konturnya jelas berhasil Anda trace. Lihat Gambar di bawah ini.

Trace bagian-bagian lain

Trace bagian-bagian lain

Hasilnya seperti berikut ini.

Hasil trace keseluruhan

Hasil trace keseluruhan

Tips-nya, semakin detail Anda melakukan tracing, semakin bagus hasilnya.

Step 6

Untuk menjadikan desain terlihat lebih bagus, Anda bisa tambahkan tulisan. Gunakan tool Text untuk membuat tulisan seperti pada Gambar berikut.

Tambahkan tulisan

Tambahkan tulisan

Step 7

Anda bisa juga mengatur layout antara tulisan & obyek tracing tadi. Sehingga hasilnya lebih menarik untuk dilihat. Gunakan layout yang mengikuti patokan Rule of Thirds, di mana obyek utama berada di perpotongan antara garis ketiga vertikal & horisontal dari artboard.

Hasil akhir desain tracing vector Soekarno seperti terlihat di Gambar di bawah ini.

Hasil akhir tracing vector Soekarno

Hasil akhir tracing vector Soekarno

 

Demikian tutorial tracing kali ini. Semoga bermanfaat.

Jika Anda mempunyai kesulitan dalam mengikuti langkah-langkah di atas, silahkan menghubungi saya via email: astayoga@gmail.com

Good luck & have fun!

Tribute to Soekarno, The 1st President of Indonesia

Image

Siapa tak kenal Soekarno?

Sepertinya hampir semua anak bangsa ini kenal sosok beliau. Presiden pertama Republik Indonesia, penggagas Pancasila, pejuang kemerdekaan, sang flamboyan, sosok kontroversial, pendiri Gerakan Non Blok (jika masih ada), dan masih banyak lagi atribut yang disandangkan padanya.

Soekarno, memang istimewa. Sebagai pribadi, maupun sebagai simbol. Berbagai kisah menarik meliputi perjalanan hidupnya. Mulai dari cerita pergantian namanya dengan pertimbangan kesehatan, penjuangannya bersekolah di Surabaya dengan “nyantrik” di rumah HOS Cokroaminoto, sang macan podium sekaligus pemimpin Sarekat Islam (SI), kisah cintanya dengan ibu kost-nya di Bandung saat kuliah di kampus yang sekarang bernama ITB, dan pastinya kiprah beliau di kancah politik internasional, khususnya dalam menentang hegemoni Amerika Serikat dan atau Soviet.

Nama Soekarno tak bisa lepas dari nama-nama pemimpin besar dunia pada masanya. Sebut saja Fidel Castro sang revolusioner Kuba dan Che Guevara, sang legenda sosialis Argentina. Mereka relatif dekat dengan beliau & berbagai visi perjuangan yang sama. Soekarno juga nampak akrab dengan Mao Zedong, sang pemimpin revolusi China. Belum lagi kiprahnya dengan berbagai pemimpin negara-negara Asia-Afrika, yang dipuncaki dengan suksesnya kegiatan Konferensi Asia-Afrika di Bandung, tahun 1955. Sosok seperti Gamal Abdel Nasser, Jawaharlal Nehru, Mohammad Ali dan masih banyak lagi.

Yang tak kalah seru tentunya konflik, sekaligus permainan politik cantik Soekarno terhadap Amerika Serikat. Insiden penyanderaan pilot Amerika Serikat, Allen Pope, di tahun 1960-an yang memaksa Presiden John F. Kennedy mengikuti kemauan Soekarno untuk menukar pembebasannya dengan sejumlah kompensasi militer & ekonomi adalah strategi brilian, yang hanya mungkin dilakukan oleh seorang arsitek politik nan berpengalaman.

Ya, bagaimana tidak berpengalaman, jika Soekarno selama puluhan tahun telah aktif berpolitik praktis di 3 masa, penjajahan Belanda, Jepang & kemerdekaan. Baginya, mungkin, politik dengan segala trik & tipu dayanya adalah permainan yang memacu adrenalin.

Sayang beribu sayang, akhir hidup beliau kurang bagus. Meninggal dunia dalam kondisi tertekan, sendirian, sebagai seorang “tahanan politik” oleh rezim Orde Baru.

Banyak sekali hal yang bisa diambil contoh dari beliau, dari sisi manapun. Sebagai person, maupun figur bapak bangsa.

So, dalam rangka mengenang perjuangan beliau, saya persembahkan sebuah artwork berupa tracing ilustrasi Soekarno. Semoga bermanfaat.