Jual Poster Tokoh Inspirasional

Sebagai kelanjutan dari tulisan saya sebelumnya tentang Memaknai Ungkapan Inspirasional Tokoh, saya mendapatkan banyak masukan dari orang-orang yang membaca dan merasakan hal sama. Banyak dukungan, saran dan usulan tokoh-tokoh mana lagi yang musti dibuat desain ungkapan inspirasinya.

Beberapa diantara masukan adalah keinginan untuk bisa mendapatkan versi cetak dari desain inspirasional tersebut. Akan bagus, ungkap mereka, jika bisa memajangnya sebagai poster di dinding kamar maupun kantor. Saya pun berpikir, ohya boleh juga seperti itu. Maka, tak lama kemudian saya memutuskan untuk tidak hanya membuat desain inspirasional dalam bentuk digital di internet, namun juga membuat versi cetaknya. Tentunya dalam bentuk poster.

Kemudian, saya berpikir bahwa mungkin akan lebih bagus jika masyarakat di luar sana pun bisa mendapatkannya. Karena, saya membuat sebuah blog dengan nama Poster-Tokoh.blogspot.com dan menjual poster cetak dari desain-desain inspirasi tadi.

Poster Tokoh

Poster-Tokoh.blogspot.com

Setiap poster dicetak dalam ukuran A3 (42 cm x 29,7cm) di atas kertas Art Cartoon 190mg dengan laminasi doft/glossy.  Untuk memesan poster ini, kirim email ke hasto.suprayogo@gmail.com atau SMS ke 08190 444 7750 dengan mencantumkan informasi:

Kode poster yang dipilih, jumlah poster, dan keterangan pemesan; nama lengkap, alamat kirim, no telp/hp yang bisa dihubungi.

So, silahkan coba dilihat-lihat. Sekiranya Anda suka, langsung saja pesan.  Be Inspired, Be Better!

Memaknai Ungkapan Inspirasional Tokoh

Beberapa waktu ini saya tengah mengerjakan sebuah project pribadi, di sela waktu bekerja demi klien. Project pribadi tersebut adalah merancang desain ungkapan inspirasional tokoh-tokoh yang saya kagumi. Beberapa di antaranya telah saya posting di Linkedin.

Ada sebuah niatan sederhana di balik pengerjaan project pribadi tersebut. Saya ingin berbagi ungkapan-ungkapan para tokoh yang banyak menginspirasi saya dan berharap Anda-Anda mungkin akan merasakan inspirasi yang sama.

Saya percaya salah satu cara terbaik belajar adalah dengan menyerap pemahaman & kebijaksanaan orang-orang yang telah terlebih dulu menjalani kehidupan. Dari pengalaman mereka kita mendapatkan panduan. Mengambil pelajaran, menyerap yang baik, menyesuaikannya dengan kondisi hidup kita dan menggunakannya untuk menghadapi tantangan yang kita temui.

Berikut beberapa ungkapan tokoh yang saya buat desainnya.

Ridwan Kamil Tentang Kreatifitas

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

Arsitek yang sekarang menjabat Walikota Bandung ini banyak berbicara tentang pentingnya kreatifitas dalam pekerjaan dan kehidupan. Saat dia mengisi acara Tedx Jakarta, dia berbicara tentang pengalamannya dan pembelajaran yang dia dapat selama ini. Dan ada satu bagian yang sangat berkesan bagi saya, ketika dia bercerita tentang seorang nenek yang “mengkritik” para akademisi, orang pintar, pejabat dan sejenisnya, bahwa mereka kurang mampu memberikan solusi riil terhadap masalah-masalah yang dihadapi rakyat.

Ridwan Kamil men-summary bahwa kreatifitas mustinya tidak hanya digunakan untuk memuaskan hasrat pribadi & kelompok, namun lebih penting kreatifitas harus mampu merubah masyarakat menjadi lebih baik.

Ignasius Jonan Tentang Pelayanan

Ignasius Jonan

Ignasius Jonan

Tokoh kedua yang saya kagumi adalah Ignasius Jonan, CEO PT. KAI. Dia berhasil melakukan transformasi luar biasa terhadap kinerja & budaya korporasi BUMN pengelola layanan transportasi kereta api. Bagi Anda yang pernah naik kereta api di Indonesia sebelum tahun 2005 pasti paham betapa berbedanya layanan perusahaan plat merah tersebut.

Saya pribadi adalah pengguna kereta api, karena saya bekerja di Jakarta sementara keluarga tinggal di Semarang. Hampir setiap 2 minggu sekali saya pulang kampung. Dan kereta api adalah pilihan transportasi utama saya.

Jika dulu, naik kereta api adalah mimpi buruk. Bahkan jika Anda naik kereta kelas eksekutif. Beberapa kali saya mengalami naik kereta ekskutif tanpa tempat duduk. Yup, tanpa tempat duduk, karena tiket dengan tempat duduk sudah habis, dan yang tersedia tanpa tempat duduk. Jadi di mana kami, saya & rekan penumpang senasib, berada, kami menghabiskan waktu perjalanan di ruang antar gerbong.

Jangan tanya yang kelas bisnis atau ekonomi. Dijamin Anda tidak akan bisa beristirahat tenang meski mendapatkan tempat duduk. Karena kondisi kereta yang relatif kotor, penuh sesak, asap rokok di mana-mana dan pastinya pedagang kaki lima yang tidak ada habisnya bolak-balik menjajakan dagangannya.

Namun, sejak Ignasius Jonan memegang kendali perubahan dramatis berlangsung. Nah, satu ungkapan Pak Jonan yang saya anggap menginspirasi adalah ungkapan di atas, bahwa target pekerjaan adalah kepentingan/kepuasan stakeholders, dalam hal ini bisa berupa publik, perusahaan, pihak lain dan sebagainya. Sedangkan kita sendiri tidaklah sebegitunya signifikan. Karena secara esensial, dalam pekerjaan atau hal apapun dalam hidup, kita adalah pelaksana yang diberi amanat. Jadi laksanakan amanat sebaik mungkin.

Anies Baswedan Tentang Pembangunan Sumber Daya Manusia

Anies Baswedan

Anies Baswedan

Satu lagi tokoh yang saya kagumi adalah Anies Baswedan, yang saat ini menjadi Rektor Universitas Paramadina, selain aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Seorang akademisi yang alih-alih puas di “menara gading” universitas malah terjun secara riil dalam berbagai gerakan sosial, salah satunya lewat Indonesia Mengajar.

Dari banyak kegiatan, dia banyak berbicara tentang berbagai isu di masyarakat, namun saya temukan ada sebuah benang merah tentang arti pentingnya “pembangunan sumber daya manusia” Indonesia lewat berbagai cara, salah satunya pendidikan. Dia senantiasa menekankan pada pentingnya pengembangan karakter, mental, semangat juang, kejujuran dan tentunya kualitas intelektual. Dengan harapan ke depan, bangsa ini bisa menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan berdaya.

Fuad Hassan Tentang Keberanian Bersikap & Bertindak

Fuad Hassan

Fuad Hassan

Mungkin banyak diantara generasi sekarang yang tidak kenal dengan Fuad Hassan, well, dia adalah mantan Menteri Pendidikan di masa pemerintahan Soeharto, seorang Guru Besar Psikologi di Universitas Indonesia dan berbagai peran sosial kemasyarakatan lainnya.

Ada satu ungkapan Fuad Hassan yang saya sangat ingat, “Hanya Rajawali yang berani terbang tinggi walaupun sendiri”. Saya memaknai ungkapan beliau sebagai sebuah pembelajaran kepada kita, khususnya kaum muda, bahwa setiap kita adalah adalah penempuh perjalanan hidup, di mana kita akan menghadapi berbagai tantangan, masalah, menemui orang-orang yang beragam, mendapatkan teman sekaligus menemui lawan. Namun, apapun yang terjadi, seberat apa masalah di depan, teguhkan diri, kuatkan hati, bulatkan niat untuk terus maju. Ibarat seekor Rajawali, tak peduli seberapa jauh perjalanan, tetap ditempuh, walau tak ada yang menemani.

Maka, dalam hidup, jadilah Rajawali-mu sendiri. Beranilah bersikap, bertindak dan mengambil tanggung jawab atas konsekuensi pilihan dan sikap tadi.

Itulah beberapa desain ungkapan yang saya buat sejauh ini. Ke depan saya berniat untuk membuat lebih banyak desain ungkapan inspirasional tokoh. Jika Anda menemukan atau mempunyai ungkapan yang inspirasional, silahkan hubungi saya, dengan senang hati saya akan buatkan desainnya untuk Anda dan kita semua.

Salam,

@hastosuprayogo

 

Updates:

Ahok

Ahok

Emha

Emha

Ungkapan Jawa

Ungkapan Jawa

SBY

SBY

Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara

Buddha

Buddha

Emirsyah Satar

Emirsyah Satar

 

Erick Thohir

Erick Thohir

Karen Agustiawan

Karen Agustiawan

Dalai Lama

Dalai Lama

John F. Kennedy

John F. Kennedy

Theodore Roosevelt

Theodore Roosevelt

 

 

GantiBaju.com Membajak Desain Saya

Banner GantiBaju.com Memakai Ilustrasi Bajakak

Banner GantiBaju.com Memakai Ilustrasi Bajakan

Saya agak kaget ketika melihat halaman web GantiBaju.com, sebuah situs e-commerce Tshirt besar Indonesia yang tengah mengangkat tema Pahlawan Nasional. Bukan apa-apa, temanya ga masalah, justru saya suka. Tapi yang menyedihkan adalah banner di halaman tersebut menggunakan ilustrasi vector Soekarno yang saya buat. Dan tidak ada sama sekali notifikasi atau permintaan ijin penggunaan ilustrasi tersebut dari pihak GantiBaju.com untuk kepentingan komersil

Ilustrasi Vector Soekarno Asli

Ilustrasi Vector Soekarno Asli

Perhatikan info di halaman ilustrasi vector Soekarno yang menunjukkan waktu pertama kali karya itu saya upload di tahun 2006.

Data upload file ilustrasi di DA

Data upload file ilustrasi di DA

Sangat disayangkan jika situs yang mengkampanyekan pengembangan kreatifitas anak bangsa lewat desain justru tidak menghargai hasil karya desain orang lain. Saya akan coba klarifikasi ke pihak GantiBaju.com mengenai hal ini.

–Update—

Saya sudah mengirimkan email konfirmasi ke pihak GantiBaju.com. Mari kita tunggu tanggapan mereka.

Akhirnya ada email konfirmasi & permintaan maaf dari pihak GantiBaju.com.

Email Konfirmasi

Email Konfirmasi

Dengan ini kasus ini saya anggap selesai.

Tutorial Tracing Vector Soekarno

Kali ini saya akan sekali lagi membuat tulisan tentang tutorial tracing vector. Karena sepertinya banyak yang mencari informasi tentang teknik tracing vector. Bahkan dari semua konten yang ada di blog ini, posting yang paling banyak dibaca orang adalah Tracing Foto Dengan Adobe Illustrator.

Ok, tutorial ini akan membahas pembuatan tracing vector Soekarno, sebagaimana yang bisa diliat di sini.

Soekarno

Ohya, sebelum mulai, sebagai informasi awal, saya menggunakan software Adobe Illustrator CS3. Bagi Anda yang ingin mempraktekkan, Anda bisa menggunakan software ini, baik yang versi anyar maupun versi lawas. Meski sudah ada versi yang lebih anyar, namun saya tetap suka menggunakan CS3 karena penggunaannya yang nyaman & resources yang dibutuhkannya tidak seberat versi Illustrator yang lebih baru.

Ok, mari kita mulai saja.

Step 1

Pertama buka Adobe Illustrator. Buat dokumen kerja baru. Pilih File > New.

Bikin Dokumen Baru

Buat Dokumen Baru

Pada kotak dialog New Document pilih setting di bawah ini.

Kotak Dialog New Document

Kotak Dialog New Document

Jika sudah, klik Ok dan Anda akan punya dokumen kerja baru seperti berikut.

Dokumen Kerja Baru

Dokumen Kerja Baru

 

Step 2

Ok, setelah Anda punya dokumen kerja baru, langkah berikutnya adalah memasukkan gambar/image yang akan ditracing. Kebetulan saya menggunakan image Soekarno. Anda bisa menggunakan image/foto lain. Tapi harus diingat, pastikan foto yang digunakan berukuran besar. Karena semakin besar dimensi foto, semakin gampang Anda men-tracing.

Pilih menu File > Place. Lihat Gambar berikut.

Menu Place

Menu Place

Di kotak dialog Place, pilih file image/foto yang akan ditracing. Pastikan Anda mengaktifkan pilihan Link. Simak Gambar di bawah ini.

Kotak dialog Place

Kotak dialog Place

Jika sudah, klik Place dan Anda akan mendapatkan image tadi masuk ke dalam dokumen kerja kita.

Image di dokumen kerja

Image di dokumen kerja

Jika ukuran image yang kita masukkan tadi tidak memenuhi ruang kerja, maka langkah berikutnya adalah memperbesarnya sehingga seluruh ruang kerja (artboard) kita terpenuhi. Caranya dengan mengklik image, kemudian arahkan kursor mouse ke salah satu ujung image (kotak kecil putih), kemudian sambil menekan tombol Shift + Alt/Option (di Mac), drag ke arah luar.

Image akan diperbesar. Pastikan perbesarannya memenuhi artboard kita. Simak Gambar berikut.

Perbesar image sampai memenuhi artboard

Perbesar image sampai memenuhi artboard

Jika sudah, langkah berikutnya adalah mengunci layer image tadi sehingga tidak akan teredit secara tak sengaja. Caranya, lihat Palette Layer. Jika belum muncul, Anda bisa menampilkannya dengan memilih menu Window > Layers, atau tekan tombol F7 di keyboard.

Perhatikan bahwa di Palette Layer terdapat Layer 1 dengan icon gambar yang tadi kita masukkan ke dokumen.

Palette Layers

Palette Layers

Arahkan mouse di antara icon mata & icon gambar, sehingga muncul tulisan “Toogles lock”. Kemudian klik hingga muncul icon kunci (padlock) Lihat Gambar di bawah ini.

Kunci Layer Image

Kunci Layer Image

Nah, sekarang image sudah terkunci dan tidak akan teredit secara tak sengaja. Berikutnya Anda perlu membuat sebuah layer baru di atas Layer 1 (image), untuk bekerja mentracing. Caranya arahkan kursor mouse Anda ke icon Create a new layer .

Hasilnya Anda akan mempunyai layer baru di atas Layer 1, bernama Layer 2. Simak Gambar berikut.

Layer baru

Layer baru

Nah, sekarang Anda siap melakukan pekerjaan sesungguhnya, yaitu mentracing. Namun, jangan lupa untuk menyimpan dokumen kerja terlebih dulu supaya tidak hilang jika tiba-tiba listrik mati.

Pilih menu File > Save As dan isi nama file yang diinginkan di kotak dialog Save As dan tekan Ok. Maka dokumen Anda telah aman tersimpan.

Save dokumen

Save dokumen

Step 3

Ok, mari kita lanjutkan.

Pada toolbar, pilih tool Pen . Masih di Toolbar, pastikan Fill Color kosong (None)–tidak ada warna aktif, dan Stroke kita ubah menjadi warna terang (oranye). Simak Gambar berikut.

Nonaktifkan Fill, aktifkan Stroke warna oranye

Nonaktifkan Fill, aktifkan Stroke warna oranye

Berikutnya, untuk memudahkan dalam mentracing, perbesar (zoom in) obyek image tadi. Sehingga cukup jelas tekstur yang akan ditrace. Caranya dengan menekan tombol Ctrl + (+). Lihat Gambar di bawah ini.

Perbesar (Zoom in) gambar

Perbesar (Zoom in) gambar

Ok, setelah cukup besar & jelas, kita akan mulai. Pastikan tool Pen aktif. Kita akan mulai tracing di bagian yang mata. Saya selalu menyarankan untuk mentracing foto atau gambar orang dengan mulai dari mata. Dalam kasus ini, kita mulai dari mata kiri Soekarno.

Klik Pen tool di bagian pojok bawah mata, kemudian klik lagi sambil tarik kursor mouse untuk membuat lengkungan atas mata yang diinginkan. Lihat Gambar berikut.

Mulai trace mata

Mulai trace mata

Perhatikan bahwa ada 2 handler (garis pengaturan lengkungan). Klik di titik kanan untuk menonaktifkan handler kedua, baru Anda lanjutkan membuat garis lengkung berikutnya mengikuti kontur bentuk mata. Simak Gambar di bawah ini.

Nonaktifkan handler kedua

Nonaktifkan handler kedua

Lanjutkan hingga seluruh bagian mata ditrace dan titik awal bertemu dengan titik akhir tracing. Lihat Gambar ini.

Trace seluruh bagian mata sesuai kontur

Trace seluruh bagian mata sesuai kontur

Step 4

Nah, setelah Anda berhasil membuat trace kontur mata kanan, kita lanjutkan langkah yang sama di mata yang satunya lagi. Lakukan seperti Step di atas, tentunya dengan mengikuti bentuk kontur mata kiri. Simak Gambar di bawah ini.

Lanjutkan trace mata kiri

Lanjutkan trace mata kiri

Jika mata sudah selesai, lanjutkan dengan tracing bagian-bagian utama lainnya. Seperti alis. Lihat Gambar berikut.

Lanjutkan trace bagian alis

Lanjutkan trace bagian alis

Lanjutkan di bagian hidung. Ikuti kontur untuk membuat bentuknya. Tidak harus detail dulu, yang penting bentuk dasarnya terlihat.

Trace kontur hidung

Trace kontur hidung

Teruskan di mulut. Serupa dengan hidung, ikuti kontur warna mulut.

Trace kontur mulut

Trace kontur mulut

Untuk mengecek hasil trace sementara kita seperti apa, Anda bisa pilih semua obyek trace tadi dengan menekan tombol Ctrl + A (Windows) atau Command + A (Mac). Kemudian di Toolbar klik Swap Fill and Stroke untuk merubah warna Stroke oranye menjadi warna Fill. Lihat Gambar berikut ini.

Ubah warna stroke jadi Fill

Ubah warna stroke jadi Fill

Di Palette Layers non aktifkan Layer 1 (gambar).

Nonaktifkan Layer 1

Nonaktifkan Layer 1

Hasilnya seperti berikut.

Hasil tracing sementara

Hasil tracing sementara

Step 5

Setelah Anda sampai di bagian ini, Anda tinggal mengulang langkah-langkah di atas untuk bagian-bagian lain yang ingin ditrace. Seperti rambut, garis wajah, dan sebagainya, sehingga terlihat bentuk tracing yang lebih jelas. Simak Gambar berikut.

Trace bagian-bagian lain

Trace bagian-bagian lain

Hasilnya seperti berikut ini.

Hasil trace

Hasil trace

Teruskan di bagian-bagian lain, sehingga seluruh bagian yang konturnya jelas berhasil Anda trace. Lihat Gambar di bawah ini.

Trace bagian-bagian lain

Trace bagian-bagian lain

Hasilnya seperti berikut ini.

Hasil trace keseluruhan

Hasil trace keseluruhan

Tips-nya, semakin detail Anda melakukan tracing, semakin bagus hasilnya.

Step 6

Untuk menjadikan desain terlihat lebih bagus, Anda bisa tambahkan tulisan. Gunakan tool Text untuk membuat tulisan seperti pada Gambar berikut.

Tambahkan tulisan

Tambahkan tulisan

Step 7

Anda bisa juga mengatur layout antara tulisan & obyek tracing tadi. Sehingga hasilnya lebih menarik untuk dilihat. Gunakan layout yang mengikuti patokan Rule of Thirds, di mana obyek utama berada di perpotongan antara garis ketiga vertikal & horisontal dari artboard.

Hasil akhir desain tracing vector Soekarno seperti terlihat di Gambar di bawah ini.

Hasil akhir tracing vector Soekarno

Hasil akhir tracing vector Soekarno

 

Demikian tutorial tracing kali ini. Semoga bermanfaat.

Jika Anda mempunyai kesulitan dalam mengikuti langkah-langkah di atas, silahkan menghubungi saya via email: astayoga@gmail.com

Good luck & have fun!

Di Balik Penulisan Buku Jamak Ala Benu Buloe

Buku Jalan & Makan Ala benu Buloe

Saya sudah menulis 13 buah buku, semua tentang desain. Berawal dari saat kuliah di awal tahun 2000-an, satu persatu buku-buku saya terbit. Dulu alasannya sederhana, buku adalah cara berbagi ilmu sekaligus mendapatkan uang dari royalti. Yang relatif lumayan untuk ukuran mahasiswa di daerah.

Anyway, lepas 2006 hingga 2013, saya vakum menulis. Bukan karena tidak ada ide, namun lebih karena disibukkan pekerjaan rutin kantoran. Energi tersedot habis, sehingga aktifitas menulis pun mengendor.

Adalah sebuah lompatan besar untuk kembali menulis buku. Dan kesempatan itu datang secara tak sengaja. Seorang kawan, yang sekaligus figur publik di sebuah stasiun televisi swasta, tertarik menuliskan kisah-kisah penjelajah kuliner yang selama ini dia pandu acaranya ke dalam sebuah buku. Benu Buloe namanya, dan sosoknya hampir dipastikan dikenal publik pecinta jalan & makan-makan.

Mulailah kami rutin bertemu & berbincang. Ide didiskusikan, kadang disertai sedikit adu argumen, namun kebanyakan lebih ke sharing pendapat yang seru & menyenangkan. Mas Benu punya banyak pengalaman dan keinginan untuk dituangkan, sementara saya punya pengalaman menulis dan menerbitkan. Jadilah kami tim dadakan yang runtang-runtung menggodok konsep, menulis konten, menyortir koleksi foto-foto, mengolah data-data mentah menjadi bab demi bab tulisan. Dan pastinya, hunting penerbit yang kira-kira tertarik menerbitkan buku kami nantinya.

Alhamdulillah, kawan-kawan lama sekaligus editor saya dulu di Elexmedia Komputindo menyambut positif rencana penerbitan buku kami. Setelah beberapa kali berdiskusi & membahas berbagai aspek teknis maupun non teknis, akhirnya naskah buku yang kami buat diterima pihak penerbit dan naik cetak.

Launching Buku Jamak Ala Benu Buloe di Jogja

Sangat melegakan, apalagi saat buku tersebut terbit. Judulnya unik dan menarik, “Jamak (Jalan & Makan) Ala Benu Buloe“. Acara launching pun digelar, sengaja dipilih kota Jogjakarta sebagai lokasi launching. Liputan media lokal bagus, respon publik pun sangat positif. Benar-benar menyenangkan melihat tweet mereka yang telah membeli & membaca buku ini. Ada sebuah kepuasan & kebanggan bahwa upaya kecil ini diapresiasi publik.

Dari sini pula semangat saya untuk lebih serius menekuni bisnis penulisan buku ini kembali berkobar. Dan alhamdulillah sudah ada 2 calon buku yang saat ini tengah saya garap. Tentunya dengan klien berbeda. Tema yang berbeda, dan pastinya tantangan yang berbeda.

Pembelajaran berharga yang selalu saya tekankan pada diri sendiri & siapapun tentang menulis buku adalah, karena ilmu seperti apapun sederhananya, layak untuk dibagi. Dan buku adalah cara yang menyenangkan untuk membaginya.

So, jika Anda tertarik untuk berbagi ilmu, menulis buku atau menerbitkannya, namun Anda bingung mulai dari mana, hubungi saya. I’ll be more than happy to assist you.