Yuk Mengenal Photoshop

Tulisan ini diambil dari buku Photoshop Untuk Pekerja Kantoran karya penulis yang diterbitkan Elexmedia Komputindo.

Mengenal Photoshop

Adobe Photoshop CS3

Adobe Photoshop CS3

Ada ungkapan, “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, yang tentunya kita semua familier. Ungkapan tersebut tak hanya berlaku pada hubungan antarmanusia, namun juga pada hal-hal lain, salah satunya software komputer.

Saya akan mengajak Anda, untuk mengenal lebih dekat Adobe Photoshop, atau umum disebut Photoshop. Dengan harapan, setelah Anda lebih kenal, Anda akan paham apa saja kemampuan serta kegunaannya. Sehingga pada akhirnya, Anda bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk menunjang pekerjaan sehari-hari sebagai seorang pekerja kantor.

Mengapa Memilih Photoshop?

Mungkin ada di antara Anda yang bertanya, mengapa memilih Photoshop?

Well, alasannya bisa beragam, namun yang pasti Photoshop adalah software pengolah grafis raster terbaik yang ada di pasaran hingga saat ini. Jika Anda butuh melakukan editing foto atau image bitmap, Photoshop adalah pilihan pertama dan utama yang direkomendasikan oleh designer grafis profesional. Penulis sendiri adalah seorang praktisi creative design dengan lebih dari 12 tahun pengalaman, dan selama ini, Photoshop menjadi salah satu tool kerja profesionalnya.

Apa Itu Photoshop?

photoshop09

Mungkin ada di antara Anda yang masih bingung, sebenarnya Photoshop itu apa? Hal ini bisa dipahami dengan begitu banyaknya software komputer di luar sana, tidak semua orang, khususnya yang bukan pekerja kreatif atau yang tidak pernah berurusan dengan editing foto, paham akan Photoshop.

Ok, sebagaimana disebut sebelumnya, Photoshop, adalah pengolah grafis raster buatan Adobe Systems, Inc, sebuah perusahaan software terkemuka berbasis di California, Amerika Serikat.

Sejak kemunculannya di tahun 1988, Photoshop menjadi standar software pengolah grafis bitmap di dunia.

Keunggulan Photoshop

Berikut adalah beberapa keunggulan utama Photoshop:

  • Kelengkapan Fitur & Fasilitas

Photoshop mempunyai beragam fitur dan fasilitas yang memungkinkan pekerjaan kita menjadi mudah, praktis dan dengan hasil optimal.

Fitur utama seperti layer, alpha channel, path, history log, filters, color modes, vector editing hingga kemampuan ekspor ke beragam format file menjadikannya andalan.

  • Fleksibilitas Penggunaan

Penggunaan Photoshop sangat fleksibel. Untuk beragam tipe pekerjaan, Anda bisa menggunakan beragam tool dan fasilitas yang ada, semisal desain untuk cetak, web, animasi dan sebagainya.

Selain itu, Photoshop memungkinkan Anda mengatur sendiri tampilan kerja program dan melakukan kustomisasi menu, shortcut dan sebagainya.

  • Integrasi Dengan Program Lain (Adobe)

Yang sangat menarik dari Photoshop, utamanya dimulai dari seri Creative Suite (CS), adalah integrasinya yang semakin baik dengan program-program lainnya, utamanya buatan Adobe, seperti Illustrator, InDesign, After Effects dan sebagainya.

Artinya, ketika Anda bekerja di Photoshop, hasilnya bisa digunakan secara fleksibel di pekerjaan lain menggunakan program lain dari Adobe tanpa kehilangan kualitas dan kemampuan editingnya.

Seri Photoshop Yang Mana?

photoshop10

Sejak kemunculannya di tahun 1988, Adobe telah meluncurkan 15 seri Photoshop. Yang terbaru, di tahun 2014, dirilis seri Photoshop CC (Creative Cloud). Seri CC merupakan kelanjutan dari seri Photoshop CS (Creative Suite) yang keluar di tahun 2003 hingga 2013.

Seri manapun yang Anda gunakan, sebenarnya tidak terlalu masalah. Karena secara esensial, fitur-fitur utama Photoshop yang akan Anda gunakan tidak banyak berubah. Karenanya, khusus untuk buku ini, penulis menggunakan Adobe Photoshop CS3 sebagai contoh. Anda bisa menyesuaikan dengan seri Photoshop yang Anda gunakan.

Secara personal, penulis lebih menyarankan penggunaan versi CS dibandingan CC, karena kelengkapan fiturnya yang tidak kalah, namun dengan ukuran program yang lebih fleksibel.

Ok, mari kita mulai menyimak seperti apa Photoshop CS3 dan ada apa saja di dalamnya. Tujuannya untuk memberi Anda gambaran serta kemampuan teknis menggunakan fitur dan fasilitas yang ada di dalamnya dalam bekerja.

Interface Adobe Photoshop CS3

Saat Anda membuka program Adobe Photoshop CS3, berikut adalah tampilan interface (antarmuka) nya.

Tampilan antarmuka Photoshop CS3

Tampilan antarmuka Photoshop CS3

Jika Anda perhatikan, terdapat beberapa fitur dan fasilitas utama di dalamnya.

Menu Bar

Menu bar adalah kumpulan menu-menu yang ada di Photoshop. Terdiri dari 10 (sepuluh) menu utama, dan masing-masing di dalamnya terdapat submenu masing-masing. Menu-menu tersebut adalah: File, Edit, Image, Layer, Select, Filter, Analysis, View, Window dan Help.

Perhatikan Gambar di bawah ini.

Fasilitas Menu Bar

Fasilitas Menu Bar

Untuk memunculkan sebuah menu, Anda cukup mengklik menu bersangkutan, dan submenu di dalamnya akan muncul. Jika Anda perhatikan Gambar di atas, penulis mengklik menu Image > Mode > RGB Color.

Perhatikan bahwa di submenu Mode terdapat segitiga hitam di ujung kanannya, ini menunjukkan adanya submenu di dalamnya. Berbeda dengan menu lain seperti Duplicate atau Image Size yang tidak mempunyai submenu.

Saat Anda memilih sbuah menu, dimungkinkan adanya pilihan tambahan. Pilihan tambahan ini berupa dialog box (kotak dialog), di mana Anda bisa memasukkan nilai tertentu atau memilih parameter yang ada di dalamnya.

Perhatikan contoh dialog box untuk menu Image > Image Size berikut ini.

Dialog box menu Image Size

Dialog box menu Image Size

Toolbar

Toolbar adalah fasilitas di mana semua tool (alat) kerja Anda berada. Photoshop memberi Anda beragam tool untuk mengerjakan beragam fungsi, seperti menyeleksi, menggambar, mewarnai, menuliskan teks dan sebagainya. Lihat Gambar di bawah ini.

Fasilitas Toolbar

Fasilitas Toolbar

Jika Anda perhatikan, terdapat beragam tool (alat) di mana mereka dikelompokkan menjadi beberapa kategori untuk memudahkan Anda dalam menggunakannya.

Kelompok tool tersebut adalah:

  • Selection tools

Terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk melakukan seleksi area gambar (image), seperti Move tool, Rectangular Marquee tool dan sebagainya.

  • Crop and slice tools

Terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk melakukan cropping (pemotongan) area gambar (image) dan slicing (pemotongan area untuk diekspor menjadi halaman web).

  • Retouching tools

Sesuai namanya, kelompok ini terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk melakukan retouching (manipulasi) gambar (image). Seperti misalnya menghilangkan warna merah pada mata, menghaluskan kulit  dan lain sebagainya.

  • Painting tools

Terdiri dari tool-tool yang bisa digunakan untuk menggambar (melukis) di Photoshop. Sangat berguna saat Anda melakukan editing foto, atau benar-benar menggambar di Photoshop.

  • Drawing and type tools

Sedikit berbeda dengan kelompok Painting tools, Drawing and type tool berisi tool-tool untuk membuat obyek-obyek gambar yang tidak bisa dibuat dengan painting tools serta untuk membuat dan mengedit teks atau tulisan.

  • Annotation, measuring and navigation tools

Terdiri dari tool-tool yang membantu Anda membuat catatan, pengukuran panjang obyek dan navigasi saat bekerja di Photoshop.

Options Bar

Options bar adalah fasilitas yang memberikan pilihan tambahan untuk setiap tool (alat) yang Anda pilih. Pilihan tambahan ini memungkinkan Anda mengontrol penggunaan tool bersangkutan sehingga pekerjaan Anda lebih efektif.

Untuk setiap tool Anda akan temukan Options bar memunculkan pilihan tambahan yang berbeda. Semisal, di bawah ini adalah tampilan Options bar untuk Rectangular Marquee tool.

Options bar untuk Rectangular Marquee tool

Options bar untuk Rectangular Marquee tool

Document Window

Document window adalah bagian paling penting dari pekerjaan Anda di Photoshop. Ini adalah dokumen kerja, di mana gambar (image) yang Anda buat, edit dan desain berada. Anda bisa membuat dokumen baru, atau membuka file gambar (image) yang sudah ada sebelumnya.

Panels

Panel adalah fasilitas yang memungkinkan Anda memaksimalkan penggunaan tool, teknik dan efek yang dihasilkan di Photoshop. Terdapat beragam panel dengan berbagai kegunaan dan fungsinya masing-masing. Panel-panel utama yang sebaiknya Anda perhatikan adalah: Layers, Channels, History, Character dan Color.

Guna menampilkan dan atau mengakses panel yang Anda inginkan bisa melalui menu Window > [Panel], atau dengan mengklik jendela panel di sebelah kanan area kerja Anda. Simak Gambar di bawah ini.

Aneka Panel di Photoshop

Aneka Panel di Photoshop

Docks of Panels

Docks of Panels adalah sekumpulan Panel yang diminimize dan disusun berurutan di sebelah kanan area kerja untuk memudahkan Anda dalam mengaksesnya. Ditampilkan sebagai icon di mana saat Anda klik akan menampilkan box panel bersangkutan.

Simak Gambar berikut.

 Fasilitas Docks of Panels

Fasilitas Docks of Panels

Fasilitas-fasilitas di atas adalah bagian utama yang sebaiknya Anda kuasai. Masih banyak fasilitas dan fitur tambahan lainnya untuk Anda eksplorasi sejalan dengan seringnya menggunakan Photoshop. Namun sekiranya sekarang, informasi di atas relatif cukup untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang akan dibahas di bab-bab selanjutnya.

Sekiranya Anda tertarik mengeksplorasi lebih detail setiap fasilitas dan fitur yang ada, Photoshop CS3 melengkapi Anda dengan menu Help, yang berisi detail informasi teknis. Anda bisa mengaksesnya dengan memilih menu Help > Photoshop Help.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Jika Anda menemui kesulitan dalam mempelajari Photoshop, silahkan hubungi saya lewat email.

Di Balik Penulisan Buku Jamak Ala Benu Buloe

Buku Jalan & Makan Ala benu Buloe

Saya sudah menulis 13 buah buku, semua tentang desain. Berawal dari saat kuliah di awal tahun 2000-an, satu persatu buku-buku saya terbit. Dulu alasannya sederhana, buku adalah cara berbagi ilmu sekaligus mendapatkan uang dari royalti. Yang relatif lumayan untuk ukuran mahasiswa di daerah.

Anyway, lepas 2006 hingga 2013, saya vakum menulis. Bukan karena tidak ada ide, namun lebih karena disibukkan pekerjaan rutin kantoran. Energi tersedot habis, sehingga aktifitas menulis pun mengendor.

Adalah sebuah lompatan besar untuk kembali menulis buku. Dan kesempatan itu datang secara tak sengaja. Seorang kawan, yang sekaligus figur publik di sebuah stasiun televisi swasta, tertarik menuliskan kisah-kisah penjelajah kuliner yang selama ini dia pandu acaranya ke dalam sebuah buku. Benu Buloe namanya, dan sosoknya hampir dipastikan dikenal publik pecinta jalan & makan-makan.

Mulailah kami rutin bertemu & berbincang. Ide didiskusikan, kadang disertai sedikit adu argumen, namun kebanyakan lebih ke sharing pendapat yang seru & menyenangkan. Mas Benu punya banyak pengalaman dan keinginan untuk dituangkan, sementara saya punya pengalaman menulis dan menerbitkan. Jadilah kami tim dadakan yang runtang-runtung menggodok konsep, menulis konten, menyortir koleksi foto-foto, mengolah data-data mentah menjadi bab demi bab tulisan. Dan pastinya, hunting penerbit yang kira-kira tertarik menerbitkan buku kami nantinya.

Alhamdulillah, kawan-kawan lama sekaligus editor saya dulu di Elexmedia Komputindo menyambut positif rencana penerbitan buku kami. Setelah beberapa kali berdiskusi & membahas berbagai aspek teknis maupun non teknis, akhirnya naskah buku yang kami buat diterima pihak penerbit dan naik cetak.

Launching Buku Jamak Ala Benu Buloe di Jogja

Sangat melegakan, apalagi saat buku tersebut terbit. Judulnya unik dan menarik, “Jamak (Jalan & Makan) Ala Benu Buloe“. Acara launching pun digelar, sengaja dipilih kota Jogjakarta sebagai lokasi launching. Liputan media lokal bagus, respon publik pun sangat positif. Benar-benar menyenangkan melihat tweet mereka yang telah membeli & membaca buku ini. Ada sebuah kepuasan & kebanggan bahwa upaya kecil ini diapresiasi publik.

Dari sini pula semangat saya untuk lebih serius menekuni bisnis penulisan buku ini kembali berkobar. Dan alhamdulillah sudah ada 2 calon buku yang saat ini tengah saya garap. Tentunya dengan klien berbeda. Tema yang berbeda, dan pastinya tantangan yang berbeda.

Pembelajaran berharga yang selalu saya tekankan pada diri sendiri & siapapun tentang menulis buku adalah, karena ilmu seperti apapun sederhananya, layak untuk dibagi. Dan buku adalah cara yang menyenangkan untuk membaginya.

So, jika Anda tertarik untuk berbagi ilmu, menulis buku atau menerbitkannya, namun Anda bingung mulai dari mana, hubungi saya. I’ll be more than happy to assist you.

Teknik Dasar Desain Dengan Adobe Illustrator

Buku Desain Vector dan Tracing Dengan Illustrator CS

Buku Desain Vector dan Tracing Dengan Illustrator CS

Tutorial ini diambil dari buku ku berjudul Desain Vector dan Tracing Dengan Illustrator CS terbitan Elexmedia Komputindo. Meski secara versi aplikasi Adobe Illustrator CS sudah tidak up to date, namun teknik dasar yang diajarkan di sini masih relevan dan serupa dengan yang akan Anda temukan di versi lebih baru dari software tersebut.

Silahkan disimak, dan semoga bermanfaat.

Untuk bisa membuat sebuah desain, hal yang paling pokok untuk Anda miliki adalah kemampuan tehnis penggunaan suatu program. Dalam konteks buku ini, yang penulis maksud adalah program Adobe Illustrator CS. Kemampuan ini terkait erat dengan teknik-teknik dasar dalam menggunakan semua fasilitas dan fitur yang ada, sehingga Anda bisa memvisualisasikan sebuah ide menjadi desain.

Maka, di bab ketiga ini penulis sengaja membahas mengenai teknik-teknik dasar penggunaan Illustrator dengan harapan Anda akan mempunyai bekal kemampuan dalam menggunakan Illustrator, sehingga nantinya bisa fokus dalam perancangan dan aplikasi pembuatan sebuah desain.

Adobe Illustrator CS

Adobe Illustrator CS

Bagi Anda yang telah mampu atau terbiasa menggunakan program ini bisa langsung menuju bab selanjutnya. Namun, sekiranya Anda ingin memperdalam atau mencoba menemukan hal-hal baru, tak ada salahnya membaca bab ini. Sementara, bagi Anda pengguna pemula, maka penulis sarankan sebaiknya Anda baca dan pahami hal-hal yang dibahas dalam bab ini. Ok, kita mulai saja.

Bekerja Dengan Dokumen

Dokumen kerja adalah hal pertama yang harus Anda kuasai penggunaanya, karena tak mungkin Anda membuat desain tanpa membuat dokumen kerja. Kemampuan untuk membuat dan mengedit dokumen secara efektif membantu Anda bekerja lebih efisien.

Membuat dan Mengatur Dokumen Baru

Teknik pertama adalah membuat sebuah dokumen baru serta menentukan parameter penyusunnya. Untuk itu ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Jika Anda membuka program illustrator pertama kali, maka secara default sebuah kotak dialog Welcome Screen akan ditampilkan. Jika kotak ini tidak tampil, Anda bisa mengaktifkannya dengan memilih menu Help > Welcome Screen. Lihat Gambar 3.1.Melalui kotak dialog Welcome Screen ini, klik ikon New Document.Cara kedua adalah dengan memilih menu File > New, atau cukup dengan menekan tombol Ctrl + N pada keyboard.
Kotak dialog Welcome Screen

Gambar 3.1. Kotak dialog Welcome Screen

  • Kedua cara yang Anda pilih di atas selanjutnya akan memunculkan sebuah kotak dialog New Document, di mana di dalamnya Anda bisa menentukan berbagai parameter pengaturan dokumen.Simak Gambar 3.2. di bawah ini.
    Kotak dialog New Document

    Gambar 3.2. Kotak dialog New Document

    Perhatikan bahwa pada kotak dialog New Document ini terdapat beberapa bagian penting, yaitu:

    • Name

    Bagian ini memungkinkan Anda untuk menentukan nama dokumen. Penamaan dokumen sangat penting, karena akan memudahkan Anda dalam menyimpan dan kelak membuka kembali dokumen tersebut.

    Secara default, Illustrator CS akan emnamai dokumen yang Anda buat dengan nama “Untitled-1” dan seterusnya. Nama ini pula yang akan digunakan saat Anda akan menyimpan dokumen tersebut.

    Penulis sarankan Anda menamai dokumen dengan nama yang jelas dan mudah menunjukkan isi dokumen tersebut. Semisal, Anda akan membuat desain logo toko “Fantasia”, maka sebaiknya gunakan nama “Logo Toko Fantasia”. Lebih baik lagi jika Anda menambahkan tanggal pembuatan dokumen tersebut pada nama, sehingga memudahkan Anda mengetahui kronologis pembuatan dokumen tersebut. Semisal, penulis membuat desain pada tanggal 12 Mei 2006, maka desain di atas penulis namai “Logo Toko Fantasia 12 Mei 2006”.

    Awalnya mungkin terlihat ribet, namun ketika Anda mulai bekerja dengan banyak dokumen atau banyak revisi, maka penamaan semacam ini akan sangat membantu Anda dalam mengatur pekerjaan tersebut.

    • Size

    Bagian ini menentukan ukuran dimensional dokumen yang Anda buat. Illustrator CS membekali Anda dengan berbagai preset (ukuran tetap) dokumen yang umum digunakan melalui drop down menu Size. Namun, Anda juga bisa menentukan sendiri ukuran dokumen dengan memilih “Custom” lalu memasukkan ukuran horisontal dan vertikal dokumen tersebut.

    • Units

    Bagian ini menentukan satuan pengukuran yang Anda gunakan dalam dokumen. Illustrator CS menawarkan berbagai satuan pengukuran yang bisa Anda pilih. Anda juga bisa mengganti-ganti satuan pengukuran saat bekerja dengan dokumen aktif.

    Pemilihan satuan pengukuran sebaiknya Anda sesuaikan dengan tujuan akhir desain dalam dokumen tersebut. Jika desain tersebut ditujukan untuk kepentingan cetak (printing), sebaiknya Anda gunakan satuan pengukuran riil yang banyak dipakai sehari-hari, seperti Millimeters, Centimeters, Inches. Sementara, jika untuk kepentingan tampilan di monitor, maka satuan Pixels akan lebih baik.

    • Width

    Bagian ini menampilkan ukuran dimensional dokumen secara horisontal (mendatar), atau umum disebut lebar dokumen. Anda juga bisa mengubah sendiri lebar dokumen dengan memasukkan suatu nilai pada bagian ini.

    • Height

    Sementara, bagian ini berfungsi menampilkan ukuran dimensional dokumen secara vertikal (tegak), atau sering disebut tinggi dokumen. Serupa dengan bagian Width, Anda juga bisa mengubah ukuran tinggi dokumen dengan memasukkan nilai tertentu pada bagian ini.

    • Orientation

    Bagian ini menentukan orientasi dokumen yang Anda buat, di mana terdapat 2 (dua) pilihan orientasi, yaitu Portrait (tegak)  dan Landscape (mendatar) .

    • Color Mode

    Bagian ini memungkinkan Anda menentukan mode warna dokumen yang Anda buat. Mode warna, sebagaimana telah disinggung sedikit pada bab sebelumnya, adalah cara suatu program—dalam hal ini Illustrator CS—menampilkan beragam warna dalam dokumen berdasarkan komponen warna dasar penyusun mode warna tersebut.

    Illustrator CS menawarkan 2 (dua) mode warna yang paling umum digunakan, yaitu CMYK (Cyan-Magenta-Yellow-Black) dan RGB (Red-Green-Blue). Pemilihan mode warna ditentukan oleh tujuan akhir penggunaan desain dalam dokumen bersangkutan, di mana jika desain tersebut ditujukan untuk kepentingan cetak, sebaiknya gunakan mode warna CMYK, sementara jika digunakan untuk kepentingan tampilan di monitor, pakailah mode warna RGB.

    Setelah Anda menentukan semua parameter pengaturan dokumen, klik tombol Ok dan dokumen kerja baru siap untuk Anda gunakan. Ok, tak ada yang terlalu sulit kan dalam pembuatan dan pengaturan dokumen kerja baru.

Menyimpan dan Menutup Dokumen

Setelah Anda bisa membuat dan mengatur dokumen kerja baru, hal selanjutnya yang harus Anda kuasai adalah menyimpan dan menutup dokumen.

Menyimpan (saving) berfungsi untuk memastikan pekerjaan desain yang Anda lakukan tersimpan dalam harddisk atau media penyimpanan sejenis. Sehingga di lain waktu, Anda bisa menggunakannya lagi. Sementara, jika pekerjaan desain yang Anda lakukan sudah selesai, maka Anda perlu untuk menutup dokumen bersangkutan.

Untuk menyimpan dokumen, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Jika dokumen tersebut merupakan dokumen baru, atau Anda ingin menyimpan dokumen sebagai dokumen baru, maka pilih menu File > Save As, atau tekan tombol Shift + Ctrl + S.

Sebuah kotak dialog Save As akan muncul, di mana Anda bisa menentukan nama file dan lokasi penyimpanan file tersebut pada komputer. Lihat Gambar 3.6. berikut.

Kotak dialog Save As

Gambar 3.6. Kotak dialog Save As

Lalu klik tombol Save dan dokumen tersebut akan tersimpan dengan nama file dan lokasi penyimpanan yang telah Anda tentukan.

  • Sementara, jika Anda mengedit sebuah dokumen yang telah tersimpan sebelumnya, dan Anda ingin menyimpan perubahan tersebut, maka Anda cukup memilih menu File > Save, atau tekan tombol Ctrl + S pada keyboard.

Sedangkan untuk menutup dokumen kerja yang aktif di jendela program Adobe Illustrator CS, Anda bisa memilih menu File > Close, atau cukup dengan menekan tombol Ctrl + W pada keyboard

Mengimpor dan Mengekspor Dokumen

Seringkali Anda temukan saat bekerja membuat desain, Anda perlu menggunakan image tertentu yang bukan dibuat dengan Illustrator. Maka, Anda musti terlebih dulu memasukkan image tersebut ke dalam dokumen Illustrator. Proses memasukkan image ke dalam dokumen ini disebut dengan mengimpor.

Adobe Illustrator CS memungkinkan Anda mengimpor berbagai tipe dokumen, baik itu dokumen berbasis bitmap (seperti JPEG, TIF, GIF, BMP, dsb) maupun dokumen berbasis vector (seperti FH, AI, PDF, DWG, CDR, dsb).

Untuk mengimpor image ke dalam dokumen Illustrator, ikuti langkah-langkah berikut.

  • Pilih menu File > Place
  • Kemudian, pada kotak dialog Place, navigasikan ke dalam folder tempat penyimpanan image. Selanjutnya, pilih image yang diinginkan dengan mengklik nama image tersebut, seperti terlihat pada Gambar 3.7.
Pilih image pada kotak dialog Place

Gambar 3.7. Pilih image pada kotak dialog Place

Saat Anda akan mengimpor sebuah image dengan menu Place ini, perhatikan pilihan “Link” yang ada di bagian kiri bawah kotak dialog tersebut.

]Jika Anda mengaktifkan pilihan ini, maka image dimasukkan ke dalam dokumen sebagai file terpisah (linked file). Keuntungan pilihan ini adalah dokumen Illustrator relatif lebih ringan, dan segala perubahan pada dokumen image asal akans ecara otomatis diaplikasikan pada image dalam dokumen Illustrator. Kerugiannya, jika dokumen image tersebut terhapus, atau dipindahkan tempat penyimpannya, maka image tak akan tampil di dokumen Illustrator. Hal ini sangat terasa saat Anda membuka dokumen Illustrator tersebut di komputer lain.

Sementara, jika Anda menonaktifkan pilihan “Link” ini, image yang diimpor akan dimasukkan ke dalam dokumen Illustrator sebagai bagian integral. Jadi, tak masalah di mana Anda membuka dokumen tersebut, karena image di dalamnya akan senantiasa ada. Namun, konsekuensinya, ukuran penyimpanan file dokumen Illustrator tersebut menjadi relatif lebih besar.

  • Jika Anda sudah memilih image yang diinginkan, klik tombol Place dan image tersebut akan dimasukkan ke dalam dokumen Illustrator yang sedang aktif. Simak Gambar 3.8. di bawah ini untuk lebih jelasnya.
Hasil impor dokumen image

Gambar 3.8. Hasil impor dokumen image

Sementara itu, mengekspor dokumen berfungsi untuk menyimpan dokumen Illustrator dalam format (tipe) file lain, umumnya format dokumen berbasis bitmap, seperti JPEG, GIF, PNG, TIF dan sebagainya. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah berikut.

  • Dengan dokumen Illustrator aktif di jendela program Adobe Illustrator CS, pilih menu File > Export. Lihat Gambar 3.9.
Pilih menu File > Export

ambar 3.9. Pilih menu File > Export

  • Sebuah kotak dialog Export, navigasikan ke folder lokasi penyimpanan yang diinginkan, lalu tentukan nama file hasil ekspor dan tipe file yang diinginkan. Simak Gambar 3.10. berikut.
Kotak dialog Export

Gambar 3.10. Kotak dialog Export

  • Klik tombol Save dan dokumen Illustrator tersebut telah diekspor ke dalam format yang diinginkan.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.

Tutorial Desain Grafis – Psikologi Warna

Buku CorelDraw Untuk Bisnis

Sekedar berbagi. Postingan ini diambil dari materi dalam buku CorelDraw Untuk Bisnis terbitan Elexmedia Komputindo. Selamat membaca. Semoga bermanfaat.

Yang tak kalah penting dari penggunaan warna dalam desain grafis adalah, fungsinya sebagai media penyampai pesan yang sangat kuat. Warna mempunyai implikasi yang sangat besar pada persepsi sesorang akan suatu maksud.

Contoh paling konkrit dalam kehidupan sehari-hari adalah, warna-warna lampu lalu lintas, di mana di belahan bumi manapun, saat seseorang melihat warna merah menyala pada traffict light, dia akan segera tahu bahwa ada larangan untuk berjalan/menjalankan kendarannya. Ketika lampu kuning ganti menyala, maka dia akan bersiap-siap atau berjaga-jaga karena warna tersebut menandakan peringatan untuk berhati-hati. Sementara, begitu lampu hijau yang menyala, orang tersebut akan segera berjalan atau menjalankan kendarannya.

Anda pun bisa menemukan berbagai contoh lain penggunaan warna dalam keseharian untuk berkomunikasi antarmanusia, dan hal ini bukan menjadi suatu yang aneh, karena bahkan sejak manusia purba mulai menghuni gua-guna berbatu, mereka sudah menggunakan aneka warna untuk menyampaukan pesan dengan melukiskan cap-cap tangan di dinding gua.

Penggunaan warna sebagai media komunikasi menunjukkan adanya suatu konvensi yang diterima umum akan makna suatu warna. Asosiasi warna terhadap makna bisa jadi merupakan suatu hal yang terbawa oleh warna itu sendiri dan telah mengendap dalam benak manusia, namun bisa pula menjadi sesuatu yang terstruktur secara sadar maupun tidak. Semua hal itu masuk ke dalam bahasan mengenai psikologi warna, yaitu bagaimana warna-warna bisa mempengaruhi persepsi dan perilaku manusia.

Dalam konteks perusahaan, penggunaan warna yang tepat sama artinya dengan pemilihan senjata yang tepat untuk berpromosi. Sama saja dengan penggunaan orang-orang yang tepat di posisi startegis. Sama pula dengan memasarkan produk atau jasa dengan cara yang tepat sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen.

Menggunakan warna yang tepat, mampu meningkatkan nilai sekaligus menegaskan pesan yang hendak disampaikan dalam desain-desain yang Anda buat. Kita tak biacara mengenai nilai artistik semata ketika mendesain untuk kepentingan perusahaan/bisnis, namun kita lebih mengacu pada seberapa mampu pesan yang diinginkan tersampaikan kepada publik yang diinginkan lewat desain itu. Dan salah satu kunci pokoknya adalah, pemilihan warna yang tepat.

Ok, secara garis besar, warna-warna dalam desain grafis bisa dibagi ke dalam 3 (tiga) kategori besar, yaitu warna panas/hangat, warna dingin/sejuk dan warna netral. Kita akan bicara ketiganya satu per satu.

Warm & Cold Colors

  • Warna Panas/Hangat (Warm Colors)

Warna panas/hangat ini adalah kelompok warna yang secara psikologis menumbuhkan nuansa aktif, seru atau bersemangat terhadap orang yang melihatnya. Warna ini pula yang menimbulkan nuansa agresif, tegas, berani, lincah, hangat dan exciting. Sering pula, warna panas digunakan untuk memberi peringatan akan adanya bahaya, atau perlunya kehati-hatian.

Warna panas/hangat sangat cocok digunakan untuk memberikan penegasan atau aksentuasi pada suatu desain. Juga bisa digunakan untuk menarik perhatian atau mengajak audiens untuk memfokuskan perhatiaan pada suatu hal.

Yang termasuk ke dalam kelompok warna panas/hangat ini antara lain: Merah, Oranye dan Kuning. Juga termasuk berbagai varian dari ketiga warna tersebut.

  • Warna Dingin/Sejuk (Cool Colors)

Warna dingin/sejuk ini adalah warna yang menumbuhkan nuansa pasif, tenang, kalem dan teduh pada orang yang melihatnya. Juga bisa digunakan untuk menunjukkan adanya ketenangan, harmoni, kedamaian dan keluasan pikir. Seringkali, warna-warna dingin/teduh digunakan oleh mereka yang bergerak di bidang-bidang yang terkait dengan hal-hal yang membuthkan ketenangan dan ketelitian serta itegritas tinggi, seperti medis, keuangan, layanan kesehatan dan kecantikan, serta masih banyak lagi.

Yang masuk dalam kategori warna dingin/sejuk antara lain warna biru, hijau, ungu dan berbagai varian ketiganya. Jika Anda tak percaya, ada cara mudah untuk membuktikannya, saat Anda merasa kusut atau kacau, coba pandanglah ke arah langit biru, padang rumput hijau yang luas, atau lautan biru yang menghampar, maka niscaya perasaan dan mood Anda akan berangsur lebih tenang.

  • Warna Netral (Neutral Colors)

Warna netral adalah warna-warna yang tidak masuk ke dalam kategori warna panas maupun warna dingin. Warna netral secara psikologis menumbuhkan nuansa kestabilan, firm dan stiffness. Warna netral bisa digunakan untuk menonjolkan warna-warna terang atau semakin menekankan nuansa yang ditimbulkan warna dingin.

Yang masuk ke dalam kategori warna netral antara lain warna hitam, putih dan abu-abu, serta berbagai varian dari ketiganya.

Berdasarkan banyak penelitian, diketahui bahwa secara kognitif, warna dapat digunakan dalam desain sebagai berikut:

  1. Menegaskan suatu hal yang dianggap lebih penting dibandingkan yang lain.
  2. Penggunaan warna-warna tertentu sebagai kode khusus akan suatu maksud—merah untuk stop, kuning untuk hati-hati, hijau untuk jalan terus—membantu memudahkan pemahaman akan suatu informasi.
  3. Penggunaan warna mengurangi beban kerja kognitif otak, karena adanya nilai-nilai tertentu yang terasosiasi dengan warna-warna tersebut.
  4. Warna juga menyederhanakan pamahaman akan informasi, yaitu dengan mengelompokkan jenis informasi sama dengan warna-warna yang sama/serupa.

Menurut Pett dan Wilson, ada beberapa hal mengenai warna yang musti diperhatikan oleh orang-orang yang ingin menggunakannya dalam sebuah desain, yaitu:

  1. Gunakan warna untuk menumbuhkan persepsi akan realitas.
  2. Gunakan warna untuk membedakan antar elemen visual dalam desain.
  3. Gunakan warna untuk untuk memfokuskan perhatian akan suatu hal penting dalam desain, atau untuk memberikan petunjuk akan hal penting yang coba disampaikan.
  4. Gunakan warna untuk menunjukkan korelasi atau hubungan antarelemen yang serupa atau masih terkait satu dengan yang lain.
  5. Gunakan warna secara konsisten, karena itu memudahkan audiens untuk memahami maksud sebuah desain.
  6. Gunakan warna mencolok—warna panas/hangat—guna menarik perhatian.
  7. Gunakan pula warna mencolok untuk desain-desain yang lebih ditujukan pada audiens berusia muda—remaja atau anak-anak—karena kelompok usia ini cenderung lebih responsif terhadap warna-warna mencolok.
  8. Gunakan warna sesuai dengan konsepsi umum yang disepakati, kecuali kalau memang Anda mau mencoba mendobrak tatanan yang sudah ada, dan menawarkan prinsip baru akan suatu makna. Sebisa mungkin, kalau Anda berhadapan dengan audiens luas, gunakan warna sesuai makna yang paling umum diterima.
  9. Gunakan warna sesuai dengan kultur budaya audiens, karena seringkali ada pemahaman yang berbeda akan suatu warna pada budaya yang berbeda pula. Berhati-hatilah akan pemilihan warna, karena sama artinya dengan pemilihan makna.